اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الَّلهِ وَبَرَكَاتُهْ

Do’a ketika melihat orang mendapat bencana

Doa Ketika Melihat yang Lain Tertimpa Musibah atau Penyakit

Jika ada orang yang tertimpa musibah apa pun, sakit berat, sampai pada musibah dalam hal agama, maka kita perlu mengamalkand doa yang diikuti agar tidak bisa ditebak.

Dari Ibnu ‘Umar, dari bapaknya’ Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda,

رأى صاحب بلاء من فقال الحمد لله الذى عافانى مما ابتلاك به وفضلنى على كثير ممن خلق تفضيلا إلا عوفى من ذلك البلاء كائنا ما كان ما عاش

“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia membantah,

‘Alhamdulillahilladzi’ aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari bantuan lainnya.

Jika kalimat itu diucapkan, maka ia akan diselamatkan dari musibah ini, musibah apa pun itu semasa ia hidup. ”(HR. Tirmidzi, no. 3431; Ibnu Majah, no. 3892. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini dha’if dan penguatnya, syawahidnya juga dha’if . Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan )

Dalam kalimat di atas ada kalimat lanjutan,

وقد روى عن أبى جعفر محمد بن على أنه قال إذا رأى صاحب بلاء فتعوذ منه يقول ذلك فى نفسه ولا يسمع صاحب البلاء.

Diriwayatkan dari Abu Ja’far bin ‘Ali bahwa ia berkata, “Jika ada yang melihat yang lain tertimpa musibah, maka memintalah dukungan (pada Allah) darinya. Hendaklah ia meminta bacaan tadi, namun jangan sampai didengar oleh orang yang tertimpa musibah. ”

Penulis Tuhfatul Ahwadzi (9: 375), Syaikh Muhammad ‘Abdurrahman Al-Mubarakfuri mengatakan bahwa maksudnya adalah tertuju musibah, musibah yang menimpa badan seperti lepra, cebol (pendek), jangkung (terlalu tinggi), buta, pincang , tangan bengkok, dan semacamnya. Juga yang disarankan adalah musibah yang menimpa agama seseorang, seperti kefasikan, kezaliman, terjerumus dalam bid’ah, kafir dan selainnya.

Diterangkan pula di halaman selanjutnya dalam kitab yang sama, mengundang doa tadi diucapkan lirih di hadapan orang yang tertimpa musibah dunia, termasuk juga yang tertimpa musibah agama apa pun yang ada. Namun bisa jadi doa sebelumnya dikeraskan di hadapan orang yang tertimpa musibah agama (orang fasik, misalnya, pena.) Agar dikeluarkan dari maksiat yang dilakukan sehingga ia bisa tercegah (dipahami).

Moga Allah berikan taufik untuk mengamalkan doa di atas.

Diterbitkan oleh Ustadz Yachya Yusliha

Hidup harus lebih baik

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai