6 CIRI RUMAH TANGGA BAHAGIA
Bagaimanaakah ciri dari rumah tangga yang bahagia itu, apakah harus bergelimang harta dan dengan rumah mewah? Kekayaan bukan segalanya, Anda bisa melihat beberapa seniman di Indonesia yang memiliki banyak kekayaan, rumah mewah, beberapa mobil harga milyaran rupiah, namun rumah tangga mereka tidak bahagia dan sering bercerai. Apakah Anda masih berpikir materi untuk mendapatkan kebahagiaan? Bahagia tidak harus mewah, bahkan mereka yang bekerja menjadi pemulung sampah, bisa lebih bahagia dibandingkan mereka yang bekerja menjadi direktur, artis maupun pengusaha. Dan membina rumah tangga tidak hanya dengan bahan, tapi masih banyak hal lain yang dibutuhkan untuk rumah tangga bahagia.
Untuk mewujudkan rumah tangga yang benar-benar dibutuhkan kesadaran dan peran suami. Jika hanya salah satu pihak yang berjuang mewujudkannya, hal ini pasti tidak akan berjalan dengan baik. Rumah tangga yang bahagia bisa diwujudkan selangkah demi selangkah oleh suami istri. Orang lain bisa melihat apakah hanya rumah tangga pasangan yang bahagia. Ada beberapa ciri dari rumah tangga yang senang bagi siapa saja yang ingin bahagia dalam rumah tangga, mereka bisa menggunakan ciri-ciri tersebut.
Berikut 6 ciri rumah tangga bahagia bukan hanya bahagia di dunia namun juga di akhirat.
1. Iman dan Taqwa yang kuat
Membina rumah tangga perlu dengan landasan keimanan dan ketaqwaan yang kuat, dengan landasan ini maka suami istri dapat menjalankan apa yang diwujudkan oleh agama dan menjauhi apa yang dikeluarkan agama. Taqwa merupakan alat untuk membina rumah tangga yang bahagia, karena dengan meningkatkan ketaqwaan pada Tuhan, Anda dan pasangan pasti akan menjauh dari segala hal yang bisa membuat pernikahan.
2. Jarang bertengkar
Tidak ada pasangan suami istri yang tidak pernah bertengkar, pasti mereka pernah memiliki ketidakcocokan pendapat atau sikap yang membuat mereka berseteru. Namun, jika setiap hari suami istri berkengkar dan tidak bisa akur, hal ini bukan ciri keluarga bahagia. Sebuah keluarga yang bahagia jauh dari pertengkaran, jika memang terjadi pertengkaran, maka suami istri menyelesaikan masalah tersebut agar tidak larut.
3. Saling mencintai dan menyayangi
Jika suami saja yang suka berbicara, namun sang istri tidak pernah menerima suami, pastinya rumah tangga tidak akan bisa bertahan lebih lama. Pondasi keluarga bahagia dan utut adalah rasa cinta dan sayang kedua belah pihak yaitu suami dan istri. Perasaan cinta dan sayang dapat membuat suami memiliki komitmen tidak akan terpisahkan dan akan terus membina keutuhan rumah tangganya sampai kapanpun. Dengan cinta dan sayang, beragai rintangan dalam rumah tangga akan mudah diatasi. Tanpa landasan cinta dan sayang, rumah tangga tidak akan bisa langgeng.
4. Ekonomi yang kuat
Coba pertimbangkan, jika suami tidak bekerja, istri tidak perlu bekerja, kebutuhan keluarga semakin banyak, apa yang terjadi? Masalah ekonomi menjadi hal yang penting bagi rumah tangga yang bahagia. Dengan ekonomi yang kuat, hal ini akan menghindarkan perselisihan dan pertengkaran rumah tangga. Perceraian sering terjadi karena masalah ekonomi, suami tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehingga tidak puas dan timbullah pertengkaran dan perselisihan.
5. Komunikasi yang lancar
Apakah mungkin keluarga bahagia itu tanpa komunikasi bahkan tidak pernah komunikasi selama lebih-tahun? Yang dinamakan keluarga bahagia adalah keluarga yang saling memberikan kabar, berkomunikasi kapan saja dan dimana saja. Sekalipun suami tidak di rumah, komunikasi tetap dapat dilakukan dengan ponsel, media sosial dan lainnya. Tanpa komunikasi, rumah tangga menjadi hampa, dan bisa menimbulkan kecurigaan pada suami atau istri. Untuk itu, sangat penting bagi suamiku untuk selalu berkomunikasi agar tercipta kehangatan untuk rumah tangganya.
6. Komitmen yang kuat
Komitmen di dalam rumah tangga sangat penting, tanpa komitmen pada suami, dapat mempertahankan rumah tangganya. Sebelum berumah tangga, masing-masing pihak pasti memiliki komitmen yang sama. Dan setelah mereka menikah, rumah tangga yang dibina harus memiliki komitmen yang kuat. Dengan meyakinkan maka keutuhan rumah tangga bisa tetap dibina, bahkan komitmen yang kuat bisa menghindarkan keluarga dari perceraian dan juga campur tangan oleh pihak ketiga. Jika salah satu pihak saja yang memiliki komitmen, dapatkah rumah tangga berjalan dengan baik. Jadi, masing-masing adalah suami dan istri harus memilliki komitmen yang kuat untuk membina dan mempertahankan rumah tangganya sampai kapanpun.
Dengan memperhatikan 6 ciri rumah tangga bahagia di atas, Anda bisa memintanya dalam kehidupan rumah tangga. Keluarga yang bahagia adalah impian setiap pasangan dalam rumah tangga. Tanpa kebahagiaan, tidak mungkin keluarga bisa sempurna, pasti sering terjadi perselisihan dan pada akhirnya bisa mengubah perceraian.
