DO’A PENUTUP MAJELIS

DO’A PENUTUP
MAJELIS

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika”

Yang artinya adalah :

“Maha Suci Engkau Ya Allah & segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.”

Yang masih mau berbagi dan bersilaturahmi dipersilahkan lanjutkan

Sabtu, 21 Desember 2019. 23 Robiul akhir 1441 H

Hidayatullah.com

Gaya Hidup Muslim

Jadilah Muslim yang Berpendirian!

Jadilah Muslim yang Berpendirian!

MUHAMMAD Qutub dalam salah karya spektakulernya “Manhajut Tarbiyah Al-IslamiyyahNadhariyyah wa Tathbiqan” mengatakan, ada tiga komponen yang amat menentukan keberhasilan sebuah pendidikan. Yaitu masukan (input), proses dan keluaran (out-put). Jika salah satu unsur dari ketiganya kurang ideal, maka mustahil melahirkan keluaran yang diharapkan pula.

Karenanya, bagi seorang Muslim, iman harusnya menjadi masukan penting agar bisa melahirkan sikap dan kepribadian yang baik.

Iman adalah sumber energi jiwa yang senantiasa memberikan kekuatan yang tidak ada habis-habisnya untuk bergerak memberi, menyemai kebaikan, kebenaran dan keindahan dalam taman kehidupan, atau bergerak mencegah kejahatan, kebatilan dan kerusakan di permukaan bumi.

Iman juga merupakan gelora yang mengalirkan inspirasi kepada akal pikiran, yang kelak melahirkan bashirah (mata hati), yakni sebuah pandangan yang dilandasi oleh kesempurnaan ilmu dan keutuhan keyakinan.

Iman juga sebuah cahaya yang menerangi dan melapangkan jiwa kita, yang kelak melahirkan taqwa, sikap mental tawadhu (rendah hati), wara’ (membatasi konsumsi dari yang halal), qana’ah (puas terhadap karunia Allah), yaqin (kepercayaan yang penuh atas kehidupan abadi).

Iman adalah bekal yang menjalar di seluruh bagian tubuh kita, hingga lahirlah harakah (gerakan); sebuah gerakan yang terpimpin untuk memenangkan kebenaran atas kebatilan, keadilan atas kezaliman, kekuatan jiwa atas kelemahan. Iman menentramkan perasaan, mempertajam emosi, menguatkan tekat dan menggerakkan raga.

Intinya, iman mengubah individu menjadi baik. Ia mampu mengubah yang kaya menjadi dermawan, dan miskin menjadi ‘iffah (menjaga kehormatan dan harga diri). Ia juga bisa membuat yang berkuasa menjadi adil, dan yang kuat menjadi penyayang, yang pintar menjadi rendah hati, dan yang bodoh menjadi pembelajar. Itulah iman.

Prinsip Hidup

Orang mukmin adalah sosok manusia yang memiliki prinsip hidup yang dipeganginya dengan erat. Ia berkerja sama dengan siapapun dalam kebaikan dan ketakwaan. Jika lingkungan sosialnya mengajak kepada kemungkaran, ia mengambil jalan sendiri.

“Janganlah ada di antara kamu menjadi orang yang tidak mempunyai pendirian, ia berkata : Saya ikut bersama-sama orang, kalau orang-orang berbuat baik, saya juga berbuat baik, dan kalau orang-orang berbuat jahat sayapun berbuat jahat. Akan tetapi teguhkanlah pendirianmu. Apabila orang-orang berbuat kebajikan, hendaklah engkau juga berbuat kebajikan, dan kalau mereka melakukan kejahatan, hendaknya engkau menjauhi perbuatan jahat itu.” (Riwayat at-Turmudzi).

Orang mukmin yang sejati mempunyai harga diri, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang hina. Apabila ia terpaksa melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak pantas, perbuatannya itu ia sembunyikan dan tidak dipertontonkan di hadapan orang banyak. Ia masih memiliki rasa malu jika aibnya diketahui –apalagi—ditiru orang banyak.

Karenanya sungguh aneh, saat ini seorang terdakwa kasus pornografi –yang terbukti melakukan maksiat dan menvideokannya—masih bisa tersenyum dan tak merasa bersalah di depan publik.

Seorang mukmin yang baik, ia berani menegakkan kebenaran sekalipun rasanya pahit. Untuk memenuhi perintah Allah, tidak untuk memperoleh maksud duniawi yang rendah dan untuk tujuan jangka pendek dan kenikmatan sesaat. Jika ia membiarkan kebatilan mendominasi kehidupan, maka imannya seolah terjangkiti virus kelemahan. Seorang mukmin teguh pendirianya, bagaikan batu karang di tengah lautan. Tegar dari amukan badai dan hempasan gelombang serta pasang surut lautan.

Kekuatan jiwa seorang muslim, terletak pada kuat dan tidaknya keyakinan yang dipeganginya. Jika akidahnya teguh, kuat pula jiwanya. Tetapi jika akidahnya lemah, lemah pula jiwanya. Ia tinggi karena menghubungkan dirinya kepada Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi.

Orang beriman dalam beramal dan mengabdi hanya mengharapkan ridha Allah semata. Ia merupakan manusia yang menakjubkan. Karena ia dianggap sebagai inti (jauhar) dari unsur-unsur yang ada di alam semesta. Tak peduli julukan, stigma atau sebutan negatif oleh pihak lain.

Iman akan selalu memberikan ketegaran, keteguhan jiwa kepada pemiliknya, sekalipun berhadapan dengan kezaliman raja, bahkan melawannya.
“Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia Ini saja.” (QS. Thaha (20) : 72).

Imanlah memberikan ketenangan jiwa Nabi Musa as. ketika dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa : Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul. Musa menjawab, “Sungguh tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku bersamaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah bagaikan gunung yang besar.” (QS. 26 : 61-63).

Iman jualah yang menjadikan Nabiyullah Muhammad Saw tertidur dengan pulas di saat bersembunyi di sebuah gua, dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Padahal waktu itu nyawanya sedang terancam.

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita…” (QS: Thaha (9) : 40).

Karenanya, kedudukan, kekayaan, kepandaian yang tidak ditemani oleh iman, ia hanya akan membuat pemburunya kecewa. Apalagi jika tak digunakan untuk kemuliaan agama. Seolah disangka berupa air yang bisa membasahi kerongkongan yang kering karena kehausan. Padahal setelah didatanginya hanya berupa fatamorgana.

Sering, sebagian orang Mukmin mengatakan, “orang kafir tidak shalat dan haji, tetapi dia bisa kaya.” Pernyataan itu sesungguhnya betul. Namun satu hal yang orang tidak banyak tahu. Kata Allah, orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapatkan balasan dari Tuhan di akhirat, walaupun di dunia mereka mengira akan mendapatkan balasan atas amalan mereka itu.

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. An-Nuur [24]: 39).

Semoga kita tidak menjadi orang Muslim yang punya pendirian. Dan tidak keliru lagi melihat hidup dan kehidupan ini.*/Sholih Hasyim, anggota Dewan Syura Hidayatullah

Hidayatullah Depok

SIGHOT TALIK

Shighat Taklik Talak

Bagaimana hukum shighat yang suka ditambahkan ke dalam

saya: …… Fulan ………. bin ……… Fulan ………. Janji dengan sesungguh-sungguh hati saya akan mempergauli istri saya yang bernama: …… Fulanah …… ..binti ……… Fulan …… .. dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) sesuai dengan ajaran Islam.

Kepada istri saya ini, saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut:

Kapan saya:

  1. Meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berlalu-turut;
  2. Tidak memberi nafkah wajib menyetujui 3 (tiga) bulan lamanya;
  3. Menyakiti badan atau jasmani istri saya;
  4. Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,

Dan karena melakukan saya tersebut, istri saya tidak menerima dan meminta gugatan ke Pengadilan Agama, maka menerima gugatannya diterima oleh Pengadilan maka kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10.000, – (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengurangan) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu lawan.

Kepada Pengadilan Agama saya memberikan wewenang untuk menerima uang ‘iwadl (dikirim) kepada Badan Amil Zakat Nasional untuk keperluan ibadah sosial.

Apakah shighat semacam ini dibolehkan? Haruskah dibaca?

Jawab:

Bismillah adalah shalatu adalah salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Shighat taklik talak, jika ditulis dalam bahasa arab menjadi [صيغة تعليق الطللاق].

Shighat artinya definisi. Taklik talak artinya ditanganikan talak. Mempertimbangkan arti Shighat taklikak adalah keputusan yang diambil talak jika terjadi kasus yang diputuskan.

Kita akan membahas takyif fiqh (membahas fiqh alam mendiskusikan kasus) dari shighat taklik talak.

Dalam teks shighat taklik di atas, suami menyatakan bahwa dia menerima menerima gugatan cerai ( khulu ‘ ) dari istri Terkait dengan hakekatnya, ini adalah janji dari suami untuk mengabulkan khulu  diundang, kompilasi

Kapan Istri Boleh Gugat Cerai?

Gugatan talak yang diminta seorang istri, secara umum dapat dilatar belakangi 2 alasan:

Pertama , karena membantah yang menyebabkan suami melakukan kedzaliman untuk berbicara. Atau suami yang mengganti syariat, yang menyebabkan istri berhak melepaskan ikatan pernikahan yang didukung. Atau karena kekurangan pada diri sendiri, yang menyebabkan istri menjadi tertekan, sehingga tidak dapat menunaikan kepentingannya untuk taat kepada tuntutan.

Latar belakang gugatan ini dibenarkan, tidak ada janji sebelumnya. Seharusnya, belum pernah disahkan sebelum akad nikah juga kompilasi akad nikah.

Imam Ibnu Qudamah – ulama madzhab hambali – jelaskan,

وجمله الأمر أن المرأة إذا كرهت زوجها لخلقه أو خلقه أو دينه أو كبره أو ضعفه أو نحو ذلك وخشيت أن لا تؤدي حق الله في طاعته جاز لها أن تخالعه بعوض تفتدي به نفسها منه

Kesimpulan dalam masalah ini, karena seorang wanita, jika membenci karena akhlaknya atau karena fisiknya atau karena agamanya, atau karena usianya yang sudah tua, atau karena dia lemah, atau alasan yang semisalnya, dia sekarang bisa tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati bernyanyi , maka boleh meminta izin untuk meminta khulu ‘(gugat cerai) untuk meminta bantuan / ganti untuk melepaskan diri. ”(al-Mughni, 7/323).

Kedua , karena persyaratan yang disetujui sebelum akad selesai atau kompilasi akad.

Misalnya, sang istri mempertimbangkan persyaratan agar selama nikah, suami tidak poligami. Dan syarat persetujuan ini disetujui. Ternyata di perjalanan pernikahan, syarat untuk pindah ini. Maka istri berhak atas gugat cerai.

Imam Ibnu Qudamah mengajukan macam-macam persyaratan yang diminta kompilasi diterima. Diantara yang beliau sebutkan,

الشروط في النكاح تنقسم أقساما ثلاثة: أحدها: ما يلزم الوفاء به وهو ما يعود إليها نفعه وفائدته مثل أن يشترط لها أن لا يخرجها من دارها أو بلدها أو لا يسافر بها ولا يتزوج عليها ولا يتسرى عليها فهذا يلزمه الوفاء لها به فإن لم يفعل فلها فسخ النكاح يروى هذا عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه وسعد بن أبي وقاص ومعاوية وعمرو بن العاص رضي اللم

“Persyaratan yang diajukan dalam nikah, terbagi menjadi tiga: Pertama, persyaratan yang harus disetujui. Itulah persyaratan yang Manfaat dan faidahnya kembali kepada pihak wanita. Misalnya, persyaratan agar si wanita tidak boleh pindah rumah, atau tidak mau pergi safar, atau tidak poligami selama istri masih hidup, atau tidak mau menggauli budak. Wajib untuk memenuhi semua persyaratan yang diajukan ini. Jika suami tidak memenuhinya maka istri punya hak untuk melakukan fasakh (membatalkan nikah). Pendapat ini diriwayatkan dari Umar bin Khatab, Saad bin Abi Waqqash, Muawiyah, dan Amr bin Ash  radhiyallahu ‘anhum . ”( Al-Mughni , 7/448).

Persyaratan Dalam Shighat Taklik Talak

Kita simak lebih detail persyaratan dalam shighat taklik

Suami akan mempergauli berbicara dengan baik ( mu’asyarah bil ma’ruf ). Dan suami bertekad tidak melakukan penyelesaian berikut,

  1. Meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berlalu-turut;
  2. Tidak memberi nafkah wajib menyetujui 3 (tiga) bulan lamanya;
  3. Menyakiti badan atau jasmani istri saya;
  4. Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,

Jika kita menyetujui, semua yang dinyatakan dalam persyaratan di atas, hukum asalnya adalah persyaratan untuk suami.

Mu’asyarah bil ma’ruf , mempergauli istri dengan baik, ini membebaskan yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Allah berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيْئًا وَيَيَّيْيًيًَ

Pergaulilah mereka dengan cara yang makruf (baik). Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebahagiaan yang lebih banyak. (QS. An-Nisa: 19)

Sementara daftar 4 menentang yang disetujui, semuanya tergolong tindakan kedzaliman untuk suami. Bagaimana jika salah satu dari yang dilakukan di atas dilakukan oleh suami, sebenarnya adalah istri yang berhak atas gugatan, dan tidak disetujui dalam akad nikah. Karena dengan sebatas yang ditentukan di atas, istri berhak atas gugat cerai. Kita bisa menarik dari keterangan Imam Ibnu udamah di atas.

Mengapa Harus mempertimbangkan Seusai Akad?

Yang meminta hal ini adalah pemerintah. Dan jika kita setuju, ini bagian dari bantuan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada para wanita, dari semua tindakan kedzaliman di dalam rumah tangga. Lebih diharapkan, lebih rumit daripada suami yang mau membaca, lebih banyak dihadiri istri, wali, dan para saksi, akan lebih diperhatikan. Apalagi kompilasi dia sanggup tanda tangan di bawah shighat itu. Dia akan lebih siap dengan yang dia tanda tangani

Keberadaan shighat ini memang tidak mempengaruhi keabsahan akad nikah. Boleh dibaca, boleh juga tidak dibaca. Namun jika salah satu, baik istri, wali, atau pihak KUA meminta untuk dibaca, tidak ada salahnya jika suami membacanya. Dan itu bukan pemaksaan yang tidak beralasan. Karena sekali lagi, fungsinya adalah sebagai bahan perhatian bagi para suami untuk berbicara dengan baik ( mu’asyarah bil ma’ruf ).

Menjaga Hak Suami  

Hanya saja, sisi tidak seimbang yang belum disentuh dalam buku nikah, negara tidak menyebutkan hak suami. Jika ada shighat yang disetujui untuk disetujui, maka akan lebih sempurna jika ada persetujuan untuk mendapat hak suami.

Dalam islam, ditentukan keseimbangan hak dan persetujuan pasangan suami istri:

  1. Suami harus mendapat izin
  2. Istri wajib mentaati suami selama bukan maksiat

Masyarakat kita lebih terdidik dengan yang pertama dibandingkan yang kedua. Tunjukkan semua orang paham tentang keharusan bagi suami. Sementara masalah meminta istri untuk taat kepada suami, masih banyak yang belum memahaminya.

Sementara tidak sedikit dalam keluarga yang sumbernya berasal dari berbicara. Meskipun banyak juga keluarga yang sumbernya berasal dari rekomendasi.

Semoga Bermanfaat,  Allahu a’lam.

Read more https://konsultasisyariah.com/26206-hukum-shighat-taklik-talak.html

KALI INI TENTANG NAFSU

Jum’at 20 Desember 2019. 22 Robiul ahir 1441 H

Assalamu alaikum ….

N A F S U

Nafsu adalah ibarat kuda liar, sukar dikawal, berbahaya, dan dapat memudharatkan.

Walau bagaimanapun dengan latihan yang sungguh-sungguh, ia dapat dijinakkan, dikawal, dan memberi banyak manfaat.

Seorang cendekiawan Islam berkata,

“Beruntunglah orang yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin, dan nafsunya sebagai tawanan, dan celakalah orang yang menjadikan nafsunya sebagai pemimpin, dan akalnya sebagai tawanan.”

Imam Al-Ghazali رحمة الله تعالى mengatakan,

“Apabila nafsu menguasai akal, maka manusia itu lebih hina daripada hewan, dan apabila akal menguasai nafsu, maka manusia itu lebih mulia daripada Malaikat.”

Imam Al-Ghazali رحمة الله تعالى juga mengatakan,

“Antara tanda kecintaan hamba kepada Allah, ialah dia mengutamakan perkara yang disukai Allah daripada kehendak nafsu serta kehendak peribadi, dalam aspek zahir atau batin.”

Di dalam kitab “Al-Asas fit Tafsir”, Said Hawa pernah berkata,

“Pada dasarnya melawan hawa nafsu bermaksud menundukkan hawa nafsu agar ia mengikut kehendak Allah dalam setiap perkara.”

PEMUDA MEMBELA KEBENARAN

Kamis 19 Desember 2019/ 21 Robiul akhir 1441

Ustadz Yachya Yusliha. YD1JNI

Ustadz Yachya Yusliha. YD1JNI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PEMUDA YANG MEMBELA KEBENARAN

Menarik Semangat Pemuda Asyuro Demi Memajukan Bangsa

Asyura

Saat kita kaji sejarah asyuro maka kita dapati sebagian besar pejuang yang ada di sana adalah para pemuda. Memang ada yang masih sangat muda seperti Ali Asghar, atau cukup tua seperti Habib bin Madzahir, tetapi sebagian besar adalah orang-orang yang masih segar bugar, Abul Fadl Abbas kala itu masih bisa diakses sekitar 35 tahun, Ali Akbar belum melihat 30 tahun ia masih melihat 24 tahun, Ali Zainal Abidin juga masih muda, dia memang tidak jatuh dan syahid di hari Asyuro, tapi perjuangan dia juga tidak ringan, demi ketaatan kepada Imam dan juga ayah beliau, dia tidak mau ke medan perang, dia jadi penyambung lidah Asyuro ke dunia , beliau bersama bibi beliau Zainab menyanyikan srikandi karbala, putra-putra Imam Husain sebagai rata-rata masih muda, begitu juga putra-putra Imam Hasan sebagai yang sedang berada di luar sana syahid berusaha pamannya.

Generasi muda adalah tulang punggung pembangunan bangsa yang selalu sesuai dengan zaman termasuk untuk Indonesia di Era ini. Jika para pemuda bangsa tidak berhak memperhatikan maka tulang punggung akan patah, bangsa itu tidak lama akan hancur. Bangsa Indonesia dari beberapa tahun terakhir dan kedepannya sudah bertekad bulat untuk membangun dan memajukan bangsa, berniat dan juga sudah melakukan langkah-langkah strategis. Dalam waktu dekat pemerintah juga mengatur kepastian untuk melakukan pemindahan pusat pemerintahan, ibu kota akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan. Tepat di mana dulu Majapahit mengubah masa-masa kejayaannya, daerah yang merupakan pusat dari Indonesia dilihat dari sisi geografis.

Temukan nafas dari Asyuro Indonesia juga bisa mendorong para pemuda dengan perjuangan para pemuda di medan Karbala. Para pemuda bisa mengambil semangat tanpa terbendung, semangat yang tidak ciut karena lawan yang mendukung kekuatan sangat dahsyat, sekumpulan pemuda dan beberapa orang tua yang berjuang kurang lebih 73 orang harus berhadapan dengan banyak pasukan yang dilengkapi lengkap Mereka tetap senang untuk membicarakan diri mereka sendiri, mereka tetap percaya kebenaran yang mereka yakini. Membela Imam Zaman yang mereka miliki.Posted byUstadz Yachya Yusliha18 Desember 2019Posted inTak Berkategori

Diterbitkan oleh Ustadz Yachya Yusliha 

Tinggalkan komentar

Komentar

 Beri tahu saya komentar baru melalui email.

 Beritahu saya pos-pos baru lewat surat elektronik.Ustadz Yachya Yusliha. YD1JNI

Rabu tgl, 18 Desember 2019 M. atau. 20 Robiul akhir 1441 H. Kasih sayang

Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. 

Jika hubungan cinta diakhiri dengan pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebih dewasa dan juga menuntut agar hubungan lebih membutuhkan, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang. 

Terima kasih tentang cinta tentu saja lepas dari cinta. 

Oleh karena antara kasih sayang, cinta dan kemesraan tak bisa pisah-pisahkan karena semua beda pemahaman, sebab semuanya saling mengaitkan. 

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada manusia yang saling menerima, saling memiliki, saling menerima, saling pengertian. 

Cinta tidak dapat dipaksakan, cinta juga datang tiba-tiba. 

Cinta memang sangat menyenangkan, tapi kepedihan yang dikeluarkannya kadang lebih lama dari cinta itu sendiri.

Antara cinta dan benci batasnya sangat tipis, tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih indah, harum dan bermanfaat. 

Cinta pun merupakan perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya, karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (seperti sifat, wajah dan lain-lain).

Dengan cinta kita bias berbagi suka duka dengan pasangan kita.

Selai itu pula, Kemesraan tak bisa dipisahkan dari kedua hal diatas.

Kemesraan diambil dari kata dasar ‘mesra’, yang berarti perasaan simpati yang terkait, Kemesraan adalah hubungan yang baik dengan pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara Juga yang sudah berumah tangga.

Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah terdalam. 

Cinta yang melampaui pemahaman mesra atau kemesraan.

Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat memunculkan daya kreativitas manusia. 

Kemesraan dapat membuat berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan bakatnya. 

Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. 

Dengan perasaan cinta dan suka pada seseorang itu berkembang dan mengikat dan membentuk embrio yang disebut dengan cinta.

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada manusia yang saling menerima, saling memiliki, saling menerima, saling pengertian. 

Dengan cinta yang telah dibuat dan dibuat itu akan menciptakan kemesraan. 

Kemesraan cintan membuat orang semakin saling mencintai dan dicintai. 

Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang dimabuk asmara dan juga yang sudah berumah tangga. 

Pada akhirnya dengan perpaduan kasih sayang, cinta dan kemesraan ini akan menciptakan suatu keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga juga dalam menjalin hubungan cinta dengan kekasih kita.

SHIROTHOL MUSTAQIEM

Senin, 17 Desember 2019 M.
               19 Robiul akhir 1441 H.

Tafsir Shiratal Mustaqim: Apa Jalan Lurus Itu?

Menurut Imam Abu Ja’far ibnu Jarir, semua orang ahli tafsir harus mendukung shiratal mustaqim sebagai “jalan yang jelas tidak berbelok-belok (lurus)”. Tafsir at-Thabari kemudian menampilkan kontribusi yang berbeda untuk mengurai makna konkrit shiratal mustaqim:

1. Kitabullah (Al-Qur’an)

وحدثنا أحمد بن إسحاق الأهوازي, قال: حدثنا أبو أحمد الزبيري, قال: حدثنا حمزة الزيات, عن أبي المختار الطائي, عن ابن أخي الحارث الأعور, عن الحارث, عن علي, قال: «الصراط المستقيم كتاب الله تعالى»

2. Islam

حدثني محمود بن خداش الطالقاني, قال: حدثنا حميد بن عبد الرحمن الرواسي, قال: حدثنا علي, والحسن, ابنا صالح, جميعا عن عبد الله بن محمد بن عقيل, عن جابر بن عبد الله:”{اهدنا الصراط المستقيم} [الفاتحة: ٦] قال: الإسلام

3. Thariq (jalan)

وحدثنا القاسم بن الحسن, قال: حدثنا الحسين بن داود, قال: حدثني حجاج, عن ابن جريج, قال: قال ابن عباس في قوله:”{اهدنا الصراط المستقيم} [الفاتحة: 6] قال: الطريق“

4. Nabi Muhammad , Abu Bakar dan Umar bin Khattab

حدثنا عبد الله بن كثير أبو صديف الآملي, قال: حدثنا هاشم بن القاسم, قال: حدثنا حمزة بن أبي المغيرة, عن عاصم, عن أبي العالية, في قوله:”{اهدنا الصراط المستقيم} [الفاتحة: 6] قال: هو رسول الله صلى الله عليه وسلم وصاحباه من بعده: أبو بكر وعمر
قال: فذكرت ذلك للحسن ، فقال: «صدق أبو الالية

Sekarang kita tahu paling tidak ada empat arti yang berbeda. Namun, Tafsir a-Razi punya pandangan tersendiri:

قال بعضهم: الصراط المستقيم: الإسلام, وقال بعضهم: القرآن, وهذا لا يصح, لأن قوله: صراط الذين أنعمت عليهم بدل من الصراط المستقيم, وإذا كان كذلك كان التقدير اهدنا صراط من أنعمت عليهم من المتقدمين, ومن تقدمنا ​​من الأمم / ما كان لهم القرآن والإسلام ، وإذا بطل ذلك ثبت أن المراد اهدنا صراط المحقين المستحقين للجنة ،

Sebagian ahli tafsir menganggap shiratal mustaqim itu Islam atau juga yang bilang itu al-Qur’an (lihat kutipan Tafsir at-Thabari di atas). Menurut Imam ar-Razi , pandangan ini tidak benar, karena ayat berikutnya (ayat 7) shiratalladzina an’amta ‘alayhim oleh nahwu (grammatika Arab) adalah badal atau yang memperjelas arti shiratal mustaqim di ayat 6. Ini adalah ayat ihdinas shiratal mustaqim berkenaan dengan orang tua, dan orang tua juga tidak memiliki Islam dan Qur’an. Saat dihilangkan, maka makna yang lebih pas adalah: tunjuki kami ke jalan orang-orang yang benar-benar berhak mendapatkan surga.

Pendapat Imam ar-Razi disampaikan oleh Tafsir al-Maraghi, tetapi bukan berarti pendapat yang dikutip Tafsir di-Thabari dikeluarkan semuanya. Syekh Mustafa al-Maragh saya mencoba menjembataninya:

وقد أمرنا باتباع صراط من تقدمنا, لأن دين الله واحد فى جميع الأزمان: فهو إيمان بالله ورسله واليوم الآخر, وتخلق بفاضل الأخلاق وعمل الخير وترك الشر, وما عدا ذلك فهو فروع وأحكام تختلف باختلاف الزمان والمكان,

Kita telah diperintah untuk mengikuti jalan orang-orang sebelum kita (ini seperti diunhkap oleh Tafsir ar-Razi), karena agama Allah itu satu di setiap jaman, yaitu iman untuk Allah dan Rasul Allah, dan hari akhir, dan berakhlak dengan akhlak utama dan amal yang baik serta meninggalkan kejelekan. Selain itu perkara cabang dan hukum yang berbeda sesuai dengan perbedaan jaman dan tempat. Di sini, al-Maraghi tidak menolak pandangan bahwa shiratal mustaqim yang meminta agama Allah yang intinya satu, dengan pokok ajaran yang sama, tetapi berbeda tempat dan karenanya.

Tafsir al-Qurtubi mengutip pendapat lain selain yang sudah disetujui di atas, yaitu:

وقال الفُضيل بن عِيَاض: «الصراط المستقيم» طريق الحج ، وهذا خاص والعموم أولى. قال محمد بن الحنفية في قوله عز وجل: {ٱهدنا ٱلصراط ٱلمستقيم} [الفاتحة: 6]: هو دين الله الذي لا يقبل من العباد غيره. وقال عاصم الأحْوَل عن أبي العالية: {ٱلصِّرَاطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ} رسول الله صلى الله عليه وسلم وصابان قال عاصم فقلت للحسن: إن أبا العالية يقول: «الصراط المستقيم» رسول الله صلى الله عليه وسلم وصاحباه ق

Pertama, menyetujui pendapat Fudhail bin ‘Iyad bahwa shiratal mustaqim itu maksudnya jalan menuju ibadah haji. Kata Imam al-Qurthubi, makna khusus, sedangkan makna umum lebih baik. Dia terus mengutip dari Muhammad bin al-Hanafiyah yang diminta itu adalah agama Allah. Sementara kutipan berikutnya sama dengan yang ada di Tafsir at-Thabari di atas, artinya shiratal mustaqim adalah Rasulullah dan kedua sahabatnya.

Ungkapan Imam al-Qurthubi yang berarti umum dari shiratal mustaqim lebih baik, dapat diterima oleh Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir:

والصراط المستقيم: الطريق المعتدل: طريق الإسلام الذي بعثت به أنبياءك ورسلك, وختمت برسالاتهم رسالة خاتم النبيين, وهو جملة ما يوصل إلى السعادة في الدنيا والآخرة, من عقائد وأحكام وآداب وتشريع ديني, كالعلم الصحيح بالله والنبوة وأحوال الاجتماع.

Ini jalan yang moderat / tengah. Jalan Islam yang diutus dengan para Nabi dan Rasul, dan ditutup dengan khataman nabiyyin (Nabi Muhammad Saw). Dan ini adalah keseluruhan dari apa yang dapat membawa kebahagiaan di dunia dan akherat, baik dari sisi aqidah, hukum, adab, dan tasyri ‘diniy seperti ilmu yang benar-benar tebtang Allah, kenabian dan kemasyarakatan hal-ihwal kemasyarakatan.

Tafsir Ibn Katsir memberikan kesimpulan yang bagus dari diskusi dan perbedaan pendapat para ulama di atas:

“Semua pendapat di atas adalah benar, satu sama lain saling menguatkan, karena barang siapa yang menerima Nabi Saw. dan kedua sahabat yang kemudiannya (yaitu Abu Bakar dan Umar), berarti dia mengerti jalan yang haq (benar); dan barang siapa yang mengambil jalan yang benar, berarti dia mengambil jalan islam. Barang siapa yang mengambil jalan Islam, berarti mengikuti Al-Qur’an, yaitu Kitabullah atau tali Allah yang kuat atau jalan yang lurus. Semua resolusi yang telah dikonfirmasikan di atas benar, masing-masing membenarkan yang lain. ”

Terakhir M Abu Zahrah dalam kitab tafsirnya Zaharatut Tafasir mengingatkan kita semua tentang doa itu intinya ibadah. Dia mengutip sebuah berita “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibandingkan doa”. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Ini artinya, kawan-kawan sekalian, doa yang dilakukan pada amalan utama seperti shalat, dan redaksi doanya telah disetujui langsung oleh Allah pada surat yang utama (al-Fatihah), dan kita baca setiap hari minimal 17 kali (saat shalat fardhu) dapat dibuat sesuatu yang sangat penting.

Ihdinas shiratal mustaqim
Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Lain kali, saat kita meminta doa ini, sampaikan semua makna doa yang diminta ini telah diisi oleh para ulama di atas. Menggetarkan!

Tabik,

Senin, 16 DESEMBER 2019 19 Robiul akhir 1441 H

pang jeujeuh nu maha heman

Kekayaan Ungkapan Sunda sebagai Medium Spiritual

Oleh Moeflich Hasbullah

Sebuah

Gusti Panineungan

Nun Gusti panineungan abdi
basa aya méga nu ayang-ayangan
basa langit béngras nutug nutup teuteup jeung pangharepan
basa langit biru kulawu nyingraikeun hujan
basa aya beungeut némbongan
beungeut nu embung paturay
lir Lengkung katumbiri nutug Leuwi


Nun Gusti panineungan abdi
basa suku Nincak sawah urut Dibuat
Tidak ada gambar yang dapat ditemukan di sini jika Anda melihat rabeng
jeunce beunceuh lir nu keur ulin ajrag-ajragan
basa piit jeung bondol ting keleber néang heucak panyésaan
aya séah angin na dapur awi
hiliwirna tandes ngunan

Duh Gusti
mangsa layure beureum tilem ti bai kulon
mangsa panon budak sakeudeung deui peureum
teu ngiceup-ngiceup ngajapapang nyangirah ngulon

Duh Gusti
panineungan abdi, panutan abdi
nu teu wéléh kadeuleu
jeung wéléh neuteup jeung neuleu
iraha Gusti… urang tepang deui ??

Sebuah

copy-of-syeh3.jpg

Salah satu puisi dari lima puisi yang menjadi pembuka Kitab Paradigma Hikmah Lima (PHL) ajaran Endang Somalia. Mungkin benar, seperti kata sastrawan Sunda, Kang Haji Usep Romli HM, dalam tinjauannya terhadap karya Sastra Endang Somalia dalam Majalah Mangle (No. 1995, hal. 16-17), yang artinya tidak sesuai dengan standar dan “pakem” perpuisian, perlu puisi Sunda. Tapi apa yang segera diambil dari puisi tersebut, sama dengan Kang Usep, adalah kentalnya merasakan penggunaan apresiasi Sunda buhun (kuno). Puisi itu mengurai kecintaan seorang hamba yang merindukan perjumpaan dengan Tuhannya. Puisi-puisi sufistik Sunda yang menggambarkan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya itu ada lima judul: Gusti Pangeran, Gusti Pangawulaan, Gusti Panyaluuhan, Gusti Pananggeuhan dan Gusti Panineungan.Selain itu ada lima lagi puisi yang menguraikan peserta untuk dimensi Tuhan yang berbeda yaitu: Nu Jadi Pangbalikan, Nu Jadi Pamuntangan, Nu Jadi Pangdeuheusan, Nu Jadi Panaheunan dan Nu Jadi Pamentaan.Puisi-puisi itu memiliki ciri khas yang sama yaitu kekentalan penggunaan puisi Sunda buhun. Siapakah Endang Somalia dan apakah kitab Paradigma Hikmah Lima (PHL)? Endang Somalia Dosen IAIN Sunan Gunung Djati kelahiran Subang Tahun 1956. Wafat April 2005. PHL adalah kumpulan ajarannya yang terdiri dari ilmu taubikhiyah yang hingga kini masih dikerjakan oleh penulis (saat ini baru 800 halaman). Nama Endang Somalia tidak dikenal dalam khazanah ahli bahasa dan sastrawan Sunda. Tapi membaca dan memperhatikan isi kitab itu, ternyata mengingatkan sastra Sunda Endang, tidak sembarangan. Coba lagi salah satu puisinya tentang Indung, berjudul Cinyusu Indung Keur Nu Hurung Nangtung:

Cinyusu Indung Keur Nu Hurung Nangtung

Anaking,
bruy bray béntang raweuy na gugunungan
ulang cika-cika reup bray dina mahkota
suku nincak hurung
ngaburicak

Bral anaking
caangan dunya nu poék mongkléng
lantéraan benci nu simpe jempe
sangkan caang mabra kamana-mana
ambéh léngkah suku teu kabawa Sakaba-kaba

Gur, seuneu geura hurungkeun
sangkan cai nyéngsréng dina sééng
suluhna satangkarak jagad
caina satungkebing langit

Kendi, geura leumpang anaking
geura salusur tirilik pasir pangreureuhan lambak
geura kuribeng leuweung nu peteng
geura papaés kahirupan nepi ka écés
geura peuraykeun cimata nu ngagenduk na juru panon
sangkan palid salaksa bebendon

Bral… bral anaking
hariringkeun dangding ka éling
geura suarakeun gending panyaring

Sama dengan tentang Tuhan, tentang Indung punung lima. Yang lain berjudul Cinyusu Indung Keur Nu Jucung, Cinyusu Indung Keur Nu Jadi Pangagung, Cinyusu Indung Keur Nu Nanjung, Cinyusu Indung Keur Pangjurung. Seluruhnya puisi itu baru diputar 20, tapi ungkara-ungkara Sunda baheula semacam itu banyak sekali tersebar di PHL. PHL ditulis, dikumpulkan dan diedit oleh penulis sendiri, sejak tahun 2002, agar pikiran-pikiran Endang Somalia terdokumentasikan menjadi karya yang menarik, penting dan dapat dibaca. Coba sungguh luar biasa: sebuah karya yang belum pernah ada sebelumnya. Sejak tahun 1995 penyakit diabetes mulai didiagnosis sejak tahun 1995 hingga sekarang. Badannya kurus, hanya berbaring, kalau bepergian digendong dan pergi kelumpuhan. Tapi sejak itu, ia memiliki kemampuan luar biasa: otaknya lebih cerdas, hati dan mata batinnya semakin peka dan tajam, tidak tidur (seperti orang biasa) sudah lebih banyak, dan diajarkan tak henti-hentinya ajaran-ajaran tentang kehidupan dan pemahaman Islam yang relatif baru. Sambil berbaring, ia mendiktekan ilmunya. Proses perekaman dan pembaharuan ilmu ini sudah berjalan dua tahun. Ketika menguraikan dan menambahkan salah satu masalah, ia akan berbicara 16 jam, kecuali makan dan shalat. Dalam kerangka peraturan, bagikan dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya, kini terbentuk komunitas kecil bernama Mata Air Bening Jama’ah Taushiyah Syaghafan yang rutin mengadakan pertemuan untuk mengkaji PHL.

Tampian Imah Pamiaraan
(1) Babi di betang nangtung betah usuk nahan kuluwung
(2) Raos tuang raos sidengdang, genah mulang ti pagawean
(3) Pare na keur sedeng beukah, lalab ngahunyud di pipir imah
(4) Tulang wesi huntu waja, pihatur resi mengatakan ning bujangga
(5) Rep sidakep beungeut nyanghareup, nyambut gawe nuturkeun karep.

Dari mana Endang punya kemampuan Sunda bernuansa baheula seperti itu, padahal tidak dikenal di kalangan para sastrawan Sunda? Wallahu’alam. Yang jelas, tidak diperoleh dari proses belajar sebelumnya. Ada perhatiannya pada sastra Sunda sejak mahasiswa, tetapi hanya sebatas membaca novel, tidak semendalam pengetahuan dan kemampuannya kini setelah ia sakit. Makanya, karya sastranya menjadi menarik untuk dikaji karena berbagai alasan: Pertama, menyimak penguasaan dan kemampuannya menggunakan dan menguraikan istilah-istilah dan memahami-memahami bahasa Sunda buhun menjadi bahasa simbol bahasa, merupakan satu kemampuan yang bermanfaat oleh para sastrawan Sunda karena angkatan baheula, Katakanlah sejak Haji Hasan Mustapa, hingga generasi baru sekarang. Kedua, karya Endang ini seperti menyimpan misteri beberapa abad ke belakang, di Sunda, ada seorang tokoh ulama tasawuf yang belum terungkap dalam sejarah, dan kini spiritual yang diturunkan dan dijelaskan ilmunya kepada Endang. Ketiga, dari karyanya terlihat seperti bahasa Sunda menyimpan kekayaan makna luar biasa dalam perlindungan simbol-simbol pengetahuan, kehidupan dan sipiritual, seperti kita akan melihat dari pembahasan tentang PHL di bawah ini.

Tentang Paradigma Hikmah Lima

Buku PHL terdiri dari 200 halaman lebih (belum selesai), berisi sekitar 600 topik / masalah. Satu topik yang dibahas dan disetujui. Karena semua topik ini berisi ajaran tentang berbagai bidang maka topik-topik ini disebut sebagai ajaran. Ajaran-diskusi yang topiknya sama (membahas tentang cinta, tentang bisnis, hubungan orang tua anak, rumah tangga, kepemimpinan, hubungan kebebasan, cara menggunakan uang, pergaulan, cara mengumpulkan Al-Qur’an, sunan dan kewalian, musibah, kegiatan politik, nasehat, kebebasan dan pesan, keadilan, taubat, kematian, tujuan amal, kelompok manusia menurut Al-Qur’an, cara kenempatkan kenabian, keimanan, udara khasiat, utang, dzikir dan lain-lain), dikelompokkan dan ditampilkan 80 kelompok pengajaran. Setiap ajaran selalu berisi lima buah konsep. Jadi Keseluruhan sekitar 600 aturan dan 3000 konsep / istilah. Indonesia, Inggris, Arab dan Sunda. Jumlah masing-masing konsep: Indonesia 750, Inggris 30, Arab 60 dan Sunda 1.260. Dari seluruh konsep / istilah baru sekitar 10% yang berhasil dituliskan penjelasannya. Ada yang tersirat di sini, yaitu karya yang cukup dipahami. Menyusun dan merangkai 3000 istilah itu adalah kemampuan luar biasa. Selain seluruh istilah yang tidak sama, semuanya memiliki masing-masing definisi / penjelasan yang berbeda dan konsisten. Kemudian, setiap topik selalu terdiri dari lima konsep / istilah. Tampak kuat, sehingga karya ini tidak mungkin dikerjakan tanpa keistimewaan. Jika seseorang sengaja berniat menyusun susunan seperti itu, dengan jumlah ribuan, dikerjakan dengan kesadaran manusia biasa atau “orang kebanyakan,” kecil kemungkinannya akan berhasil. Lebih banyak istilah yang bernuansa pantun, yaitu bunyi ujung katanya sama (Sunda: sejenis paparikan).

Kekayaan Ungkapan Bahasa Sunda

Yang ingin diinformasikan dan ditelaah di sini adalah khusus konsep-konsep / istilah khusus untuk Sunda yang memuat sekitar 1.260 itu. Diharapkan informasi ini menarik dan menjadi inspirasi serta penting bagi para ulama senior Sunda dan ahli bahasa / sastra Sunda untuk kajian selanjutnya. Selain 15 lebih karya puisi Sundanya, Endang Somalia menggunakan ungkara-ungkara ( pemahaman-pemahaman dan istilah Sunda buhun) menjadi konsep-konsep yang menyimpan kekayaan makna dan tingkat bahasa Sunda yang luar biasa tentang berbagai agama dan kehidupan. Ini bisa menjadi pegangan pengajaran kehidupan bagi urang Sunda.

Istilah-istilah yang diungkap di bawah ini tidak akan ditulis dengan penjelasannya karena disetujui tempat. Misalnya, ada lima tantangan yang harus dihindari oleh seorang Muslim jika sedang berusaha meningkatkan keimanannya: Heheotan, tutunggulan, tatabeuhan, balakecrakan, eak-eakan . Ada lima hal yang harus dipikirkan untuk menyelesaikan pengajaran Nabi: Sabisana, salobana, sakabedagna, sahinasna, sarasana. Lima ketidaksempurnaan orang dalam menyelesaikan Al-Qur’an: Noel, coel, newel, bedel, bordel. Cara menghadapi serangan orang-orang yang derajat dan kelakuannya seperti binatang: Dijekok ngarah dekok, dibekok ngarah mabok, dibelok ngarah colohok, disodok ngarah kapok, ditarok ngarah kerok.Ada lima hal untuk mengukur kaulitas ibadah seseorang: Manjing, jinjing, nguriling, meuting, geuing. Durasi kegiatan ibadah manusia ada lima: Tatapa, beunta, meta, kersa, seba. Nilai-nilai yang ada dalam ritual ibadah shalat ada: Nangtung, bengkung, munjung, menekung, papayung. Sementara itu, Muslim yang mengaku sebagai Muslim tetapi dia tidak mengerjakan shalat adalah: Ngaji teu jeung pangajina, nguji teu jeung pamatrina, ngajen teu jeung pangajena, beberes teu jeung roesna, gumantung teu jeung gantungananan. Ibadah haji mengandung lima simbol yang harus diperhatikan: ditingker (thawaf), diuber (sa’i), disengker (tahalul), dadu (jumrah), dipager (ihram).Bentuk-bentuk bantuan sesuai kemampuan, ada: rieus, giles, pites, peres, sudut. Ciri-ciri mengapa amal telah berada dalam ridha Tuhan: Reureuh jeung peureuhna, akal jeung akeulna, beubeureuh jeung deudeuhna, keukeuh jeung peuteukeuhna, nyeuseuh jeung seubeuhna. Nilai-nilai yang terkandung dalam istilah fastabiqul khairat: nyambat, nguliat, ngorejat, mesat, lumpat . Jenis-jenis rizki yang menyebar di antara manusia: rizki balarea, rizki sarerea, rizki lir sagara, rizki nu ngamuara, rizki nu nyaliara. Pemenuhan kebutuhan orang yang harus ditolong: pangaruh, pangaweruh, pangabutuh, pamatuh, pameruh . Tampilkan orang lain yang tidak boleh ada tentang kita:ulah pikasieuneun, ulah pikaeraeun, ulah pikarunyaeun, ulah pikageuleuheun, ulah parabeun. Situasi pergaulan yang harus dihindari karena akan mencelakan dirinya: Ngeplok, recok, nyeblok, ngelok, tamplok. Respon-respon yang bisa dilihat untuk melihat kualitas seseorang: ukur ngorejat, ukur nguliat, ukur penyeumbat, ukur sasambat, ukur hajat. Kriteria orang yang tidak boleh dijadikan sahabat: sulit ati belang bayah, belik benci nepi ka siwah, panasaran nepi ka owah, hirup ceuyah tapi awuntah, kuduna leah kalahkah seah. Ada lima strategi yang menantang orang yang berniat buruk pada kita: cikur, cokor, ceker, cakar. Kelompok orang-orang yang harus dibantu:cupak-capek, kudak kadek, tuak-taek, kulat-kelet, rurat reret. Lima aliran pemikiran Islam yang abadi: Kotret, potret, pelet, luut-leet, atret. Hal-hal yang harus dinantikan para ilmuwan untuk menghidupkan kembali: deuk kumawula, deuk mirosea, deuk miriksa, deuk miraksa, deuk milara. Sikap mental yang harus dibangun dalam pasangan kerja: gayung-gentong, kelentrung lodong, wuwung payung, gantung kalung, hurung nangtung. Tingkat pencapaian Prestasi kerja ada lima: unggut kalinduan, gedag kaanginan, baseuh kahujanan, garing kapanasan, leumpeuh kapiuhan. Pandangan seorang Muslim terhadap lingkungan terbagi ke dalam lima wilayah:tegal pangperangan, tegal pepelakan, tegal pangangonan, tegal pangulinan, tegal paniisan. Lima wilayah melampaui ajaran Tuhan oleh manusia: birahi, nganyenyeri, ngarurugi, nyiliwuri, rajapati. Tingkat-tingkat kebenaran itu ada lima: patok, kolotok, borontok, osok, suksok. Jaminan Kemuliaan Hidup Bagi Orang yang Mendapat Petunjuk: tawur agung, aji luhung, tingkeb payung, paseuk gunung, sanggup tarung. Karena yang akan dirasakan bila salah memperlakukan benda: nolol, magol, ngarengkol, mengkol, ngageol. Masalah rumah tangga selayaknya pindah melalui tahapan-tahapan: tamas, rimasbas, pulas, papas, abdas. Sebuah pertentangan dan pertengkaran harus segera diselesaikan:lamun seuneu geus ngebela-bela, lamun cain geus semet dada, lamun angin geu meunggaskeun kalapa, lamun dor dar darurat geus karasa, lamun mahluk durjana geus sakaba-kaba. Ciri-ciri benarnya agama dalam konsep kehidupan: gampang, hampang, nimbang, beunang, baranang. Perasaan yang dirasakan saat seseorang menerima kebenaran agama: urug, nyurug, nutug, nyentug, ngurug. Syarat perilaku seorang pemimpin: mun tali jeung asihna, mun mulus jeung banglusna, mun sehat jeung tabe’atna, mun anggang jeung deukeutna, mun jangji jeung paheutna. Metoda pendidikan Khidir ke Musa: deuleukeun, regepkeun, tengetkeun, rarasakeun, tarjamahkeun. Wilayah-wilayah cinta yang dirasakan:kapi ati, genah ati, ngeunah ati, kabeuli ati, kabeulit ati. Ciri-ciri orang yang perlu diwaspadai saat kita bergaul menarik: nangkeup mawa eunyeuh, euweuh tinggal geugeuleuh, huap kalah teu seubeuh, pangjeujeuh kalah paciweuh, reup peureum kalah ka cileuh.

Di atas sedikit konsep-konsep atau istilah Sunda yang menyimpan makna yang mengelola tentang berbagai masalah. Sisanya, masih ribuan, ditulis dalam kitab PHL. Endang Somalia menjelaskan menjelaskan konsep-konsep atau istilah-istilah tersebut melampaui kepala. Darimana dan bagaimana Endang sanggup menyusun istilah itu dengan penjelasannya yang konsisten? Wallahu ‘alam. Pada banyak topik, konsep-konsep itu tidak membentuk istilah-istilah atau kata, tetapi mendukung yang cukup sulit untuk dipahami oleh generasi orang Sunda kiwari. Misalnya, konversi orang-orang yang menentang dan tindakannya merusak agama:

1. Pelentung suung nandé panyawéran, rarancak hiber nantang cihujan.
2. Lengkung asiwung sapasi bulan na, jungkiring gunung papak mégana.
3. Undur-undur ngaliang ditétéang, awak pondok dipanjang-panjang.
4. Jalan nanjak seunggah mudun na, péngkolan jadi pananyaanana.
5. Gawé teu metu dirawu dipangku, ucap teu nyata dipuja didama-dama.

Atau tafsir taubihiyah terhadap ayat “wala takfu laisa laka bihi ilmun” ):

1. Éngkang-éngkang napak sancang, belut mubuy kudu di kukuy.
2. Leuwi jero kerelep séro, leuwi déét meri nu récét.
3. Turub-turub gunung urug, mega peuray caina nyurug.
4. Walet nyayang patétéép, jelegur lambak batu na séép.
5. Bajing diberik lumpatna tarik, naheun bubu hurang ngabentrik.

Diperlukan, artinya ribuan istilah (Indonesia, Inggris, Arab dan Sunda) yang semuanya berfungsi sebagai simbol-simbol. Simbol-simbol kata itu menyimpan dan menjelaskan suatu masalah. Proses simbolisasi terbentuk dari fokabulari apa saja yang hidup dalam masyarakat, tetapi kompilasi memutuskan, simbol kata itu memiliki perdebatan sosial-filosofis-kultural dengan kehidupan secara umum. Berkenaan dengan bahasa Sunda, ada lima keistimewaan di sini: Pertama, kemampuan menguasai jumlah fokabulari / kata Sunda, dilengkapi Sunda buhun. Kedua, kemampuan menginventarisir dan menyusun simbol-simbol kata itu menjadi pola yang tetap mendukung lima. Ketiga, ribuan kata-kata itu ujungnya berbunyi sama (mirip pantun atau paparikan). Keempat, mengerti seluruh penjelasan-penjelasan istilah itu secara keseluruhan. Kelima,

Komparasi dan Penempatan
Lewat karyanya ini, Endang Somalia, menurut hemat penulis, sedang mempersiapkan baru atau menyusun ajaran baru tentang memahami Islam dan kehidupan yang disetujui para ulama atau para pemikir Islam zaman dulu telah merintisnya melalui bantuan yang dibuatnya masing-masing. Ajaran Endang –yang urang Sunda modern ini — dibangun melalui pola atau paradigma “hikmah lima” yang belum dirancang sebelumnya, di tatar Sunda atau bahkan di dunia Islam. Anggapan ini menjadi mungkin PHL memang sebuah karya orisinil. Metode ini, sejauh ini, belum ada dalam buku dan buku apa pun. Yang ada mungkin hanya kemiripan. Misalnya, Usep Romli dikeluarkan, PHL ini ada kemiripan dalam gaya dengan kitab Al-Munabbihat dan lain-lain Isti’daat li Yaumil Ma’adkarya Ibnu Hajar al-Asqalani (abad ke-9). Isinya mirip dengan “hikmah lima” yaitu dari “dua sampai ke sepuluh.” Karya Ibnu Hajar ini disyarahi, diulas dan dikomentari oleh Syeh Imam Nawawi al-Bantani menjadi kitab Nashaihul Ibaadyang banyak dikaji di pesantren-pesantren. Namun, rupanya Usep harus menerima imbalan karya Endang ini adalah “dalam kemampuannya menggunakan bahasa Sunda menjadi aforisma-aforisma yang mengandung hikmah untuk direnungkan.” yang dibacanya dalam penuturan hikmah serba lima. Meskipun membahas beberapa masalah, analisisnya, tetap terbagi dengan pola lima, dan dituturkan dalam bahasa hikmah yang sangat menakjubkan. Tentu saja mampu memparadigmakan yang demikian itu, dibutuhkan aktivitas kontemplasi atau perenungan yang dalam. ”Prof. para pemikir telah membuktikan dan menjelaskan islam melalui cara-cara teks, fikir (ra’yu) dan rasa (dzauq). Metode terbaik, menurutnya adalah gabungan ketiganya. Ajaran Endang, menurut Tafsir, agaknya mencoba merintis gabungan metode tersebut. Dalam sejarah, metode ini sebelumnya telah dirintis oleh Imam Al-Ghazali, keberhasilan Mulla Shadra(al-Maqtul atau al-Syahid). Metode Pengantar ini disebut Ilmu Hudhuri.

Dari aspek bahasa, sebagai fokus tulisan ini, bagi para ulama / kiayi sepuh dan peminat bahasa dan sastra Sunda, PHL ini sangat menarik. Ia mengungkap tentang makna kemenangan dan kedalaman makna Bahasa Sunda terutama sebagai Islam spiritual menengah. Keberhasilan Islamisasi para wali dan ulama dulu di wilayah Sunda sangat mungkin ditunjang oleh kekayaan bahasa Sunda seperti ini. Karena, bahasa kelenturan akan membuat kelenturan dakwah dan menyebarkan agama. Bila anggapan ini benar, maka anggapan Sunda dianggap penting dalam proses penyebaran Islam dan proses internalisasi pesan-pesan agama ke dalam hati sanubari dan perasaan orang Sunda, sehingga Islam mudah diterima masyarakat. Inilah kelebihan dakwah kultural. Lebih jauh lagi, setuju dengan Usep Romli,Wallahu a’lam !!!

Ahad, 15 Desember 2019. 17 Robiul akhir 1441 H. HATI NURANI MANUSIA

Manusia merupakan makhluk yang mulia di muka bumi ini. 

Allah telah mengaruniakan akal, nafsu, dan hati nurani pada diri manusia, dan derajat mereka ditinggikan melebihi penciptaan Allah lainnya. 

Berbeda dengan Malaikat yang selalu patuh, manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. 

Antara yang benar dan buruk, dapat dibedakan bila seseorang memiliki hati nurani yang murni.

Banyak orang mengatakan kalau menerima, kuroptor, dan maling tidak memiliki hati nurani.

Perbuatan para penjahat ini hanya didasari oleh nafsu duniawi tanpa diimbangi hati nurani. 

Nah, yang jadi pertanyaan sebenarnya apa sih hati nurani itu? Bagaimana islam memandang hati nurani? Berikut ini adalah pengkajiannya! 

Pengertian dan Jenis-Jenis Hati nurani

Hati nurani disetujui dari bahasa Latin yaitu Conscientia yang berarti kesadaran. Hati nurani juga bisa diistilakan sebagai suara hati, suara batin, atau kata hati. Jika didefinisikan secara luas, hati nurani adalah kesadaran moral yang tumbuh di dalam hati manusia dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

Hati nurani dengan penuh kesadarannya dengan kesadaran diri. Dalam artian, seseorang yang mempunya hati nurani berarti ia memiliki kesadaran untuk membedakan antara yang benar dan salah. Biasanya hati nurani muncul dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling dalam, hanya sepintas, jujur ​​dan intuitif.

Secara umum, hati nurani dibedakan menjadi 2 jenis yaitu hati nurani retrospektif dan hati nurani prospektif.

  1. Hati nurani retrospektif

Hati nurani retrospektif adalah bagaimana seseorang menilai tindakan-tindakan yang telah mendorong di masa lampau, semacam menghakimi diri sendiri. 

Bila ia melakukan kesalahan maka ia memiliki rasa penyesalan dan menyalahkan dirinya.

 Contohnya, setelah kamu mengembalikan kepada orang tua. Pasti akan muncul perasaan menyesal karena kamu tidak jujur, padahal hati nuranimu sudah setuju untuk mengatakan apa adanya.

  1. Hati nurani prospektif

Hati nurani prospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa depan atau yang sedang dilalui saat ini. 

Bebas ditandai dengan munculnnya perdebatan-penolakan dalam dirimu. Contohnya, kompilasi seorang hakim mendapat suap untuk kasusnya, maka hati nuraniya pasti ditolak.

Setelah membahas budi pekerti, hati nurani juga perlu alasan pendidikan hati memilih sebagai pemandu kehidupan. 

Jika seseorang setuju tentang akhlak dan moral yang benar (sesuai syariat agama) sedari kecil, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi santun sesuai nuraninya. 

Meski demikian, belum tentu bisikan hati itu selalu baik. 

Adakalanya seseorang memiliki isi hati sehingga membuat tidak tenang. 

Hati Nurani Dalam Sudut Pandang Islam

Menurut banyak orang islam dan para ulama , hati nurani menurut islam sering disebut sebagai “Qalbu”. Qalbu sendiri berasal dari bahasa arab “Qalb”, sedangkan Qalb adalah bentuk mashdar dari akar Qalaba, Qalban, Yaqlibu yang artinya memalingkan atau membalikan.

Menurut Sa’ad Hawwa , Qalbu itu adalah rasa ruhaniyah yang halus yang berkaitan dengan jasmani dan merupakan hakikat diri mausia.

Menurut iman Al-Ghazali , qalb dapat diartikan 2 makna. Pertama qalb merupakan bagian dari daging (Jantung) yang terletak di sebelah kiri dada manusia. Yang kedua, qalb merupakan Lathifah-Rabbaniyah- Ruhaniyyah adalah sesuatu yang halus (tidak bisa dilihat dengan mata kepala tetapi hanya bisa dilihat oleh mata batin), berhubungan dengan Ketuhanan, dan ruhaniah.

Qalbu dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu qalbu jasmaniah dan qalbu ruhaniah.

  1. Qalbu jasmaniah

Qalbu jasmaniah berarti organ tubuh manusia yang tugasnya memompa darah, yakni jantung. Definisi ini berpacuan pada hadist populer yang dijelaskan oleh An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

  1. Qalbu Ruhaniah

Qalbu ruhaniah adalah sesuatu yang berhubungan dengan perasaan batin dan tidak kasat mata. Sebagaimana yang terdapat dalam hadist riwayat Ibnu Maja:

  إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ

“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.” (Hadist Riwayat Ibnu Majah)

Hati Nurani Berdasarkan Al-Quran

Dalam Al-Quran, kata qalb sendiri telah disebutkan sebanyak 132 kali. Allah Azza Wa Jalla menjelaskan bahwa hati nurani (qalbu) manusia itu mudah terbolak-balik, bisa menjadi tempat bersarangnya penyakit, dan bisa pula sebagai tanda keimanan seseorang.

  1. Hati nurani (kalbu) manusia mudah berbolak-balik

Allah SWT menjelaskan bahwa hati nurani manusia itu mudah berubah. Kadangkala di jalan yang benar dan adakalanya manusia menjadi khilaf.

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَ أَبْصَارَهُمْ

“Dan Kami bolak-balikan hati mereka dan penglihatan mereka.” (QS. Al-An’am: 110)

  1. Hati nurani (kalbu) manusia bisa menjadi tanda keimanan

Hati nurani manusia juga bisa menjadi pertanda keimanannya. Seseorang yang ta’at kepada Allah, hatinya akan bergetar bila mendengar ayat-ayat Al-Quran dilantunkan.

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَا

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu Al-Qur’an) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (QS. Az-Zumar: 23)

  1. Hati nurani (kalbu) manusia bisa mengeras

Seseorang yang terlena dengan nikmat duniawi, tamak harta, jarang berdizkir, maka hatinya akan mengeras laksana batu. Mereka adalah orang-orang yang disesatkan oleh Allah SWT dan tertutup qalbunya dari kebenaran.

مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Kemudian hati-hati mereka menjadi keras setelah itu, maka ia pun laksana batu, atau bahkan lebih keras lagi [ketimbang batu]. Padahal, sesungguhnya di antara batu-batu itu ada yang mengalirkan sungai-sungai darinya. Sungguh, di antaranya juga ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya. Sungguh, di antaranya juga ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa saja yang kamu kerjakan.” (Q.s. al-Baqarah: 74)

  1. Hati nurani (kalbu) adalah sarang penyakit

Penyakit yang dimaksud disni bukanlah penyakit fisik. Melainkan penyakit hati seperti dengki, iri, dendam, sombong, dusta, dan sejenisnya. Penyakit –penyakit hati seperti biasanya menimpa orang-orang munafik dan terlupa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan.” (Qs. al-Baqarah: 10)

Pada dasarnya, hati nurani menurut islam atau qalbu adalah cerminan diri seseorang.

Untuk memeliharnya, hendaknya kita memperbanyak berdzikir, mengingat Allah SWT, membaca Al-Quran, meningkatkan iman, memperbaiki akhlak, menjauhi hal-hal buruk yang sifatnya tidak memberikan mudharat, serta berpegang teguh pada Rukun Islamsumber syariat Islamrukun Islam, dan dasar hukum islam sehingga bisa memperoleh Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam.

SABTU, 16 DESEMBER 2019. 16 ROBIUL AKHIR 1441 H.

Nentrenkeun hate

mun seug anjeun apal kana sagala eusi hate
terus lulumpatan mapaykeun jalan laratan
gandrung liwung meuntasan taun
ngukur waktu ku simpena hate
anu nyaring cindek na diri
diusir sarebu kali lain incah kalah kanceuh
rasa salah nu salila ieu ngaguliksek
rasa dosa nu salila ieu minuhan hanjelu hate
terus mirig kamana bae hate ngumbara
bongan hayang kahujanan cai panineungan

carita lawas nu kungsi urang kotretkeun
masih jentre na jero hate
jadi simpay pangeling asih nu nyanding
pangjeujeuh duriat nu pernah datang
panineungan… duh panineungan
hiji rusiah antara anjeun nu jauh, kuring nu anggang

mun hate kongang carita
paneda diri, diri nu sakiwari
sayaktosna anjeun sapikir jeung abdi
ngotretkeun deui carita nu beda
lain maksud ngahihileudan
wantun sumpah… wantun sumpah
sanggem abdi gering asih ti kapungkur
duh… geulis teu pisan-pisan
palias isin ku purwadaksi
abdi nyaksi, kaayaan urang geus beda
simpay baraya estu nu diseja

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai