Ulang tahun FKKAD kota Bandung yang ke 3

Nandang Suryana, Ketua Forum Komunikasi Kekuarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK) Kota Bandung, menuturkan, bagi keluarga yang memiliki anak dengan kecacatan sangat penting untuk memahami anak tersebut, karena hal tersebut bukan suatu aib yang harus ditutup-tutupi, jika anak dengan kecacatan khusus dinilai adalah sebuah aib, maka akan menyebabkan anak akan kehilangan hak sebagai manusia.


“Banyak masyarakat menilai anak dengan dengan kecacatan khusus adalah aib, hingga harus disembunyikan dari pengetahuan orang ramai, hal ini, sebenarnya sangat merugikan anak dan juga orang tuanya,” terangnya, saat Peringatan Hari Disabilitas International, di Balai kota Bandung, Sabtu (7 Desember 219).

Sebagai sebuah lembaga, kata Nandang Suryana, FKKADK yang menangani penanganan anak yang memiliki kecacatan khusus dan bermitra dengan Pemerintah, memiliki tugas dan fungsi melakukan pendataan anak dengan kecacatan khusus ini, dari hasil pendataan tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Daerah yang membidanginya, yang selanjutnya akan mencari solusi guna mengurangi beban orang tua untuk kesembuhan sang anak tersebut.

“Jika anak tersebut disembunyikan bagaimana kami bisa mengetahuinya, untuk itu, kami meminta jangan malu mempunyai anak dengan Disabilitas,” paparnya.

Dalam peringatan ini, FKKADK Kota Bandung, mensosialisasikan penanganan anak serta kebutuhan khusus dari fisioterapi.

sabtu, 7 Desember 2019 M/9 robiul awal 1441 H

Pribadi Muslim

Betapa sederhananya pribadi seorang Muslim yang digambarkan Rasulullah SAWRabu ,

Umat Islam


Dalam sebuah majelis, Rasulullah SAW pernah ditanya para sahabat. ”Ya Rasulullah, apa ciri-ciri pribadi Muslim?” Rasulullah menjawab, ”Ciri-ciri Muslim itu, apabila dia melihat kamu, maka dia mendekat kepadamu, kemudian dia menyegerakan salam. Lalu kau lihat tampak pada wajahnya selalu tersenyum. Lalu, dia akan lebih awal menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Kalau kau dekat dengan dia, kau mencium wanginya. Kalau kau bicara dengan dia perhatikan baik-baik, pasti dia mengajakmu selamat dunia akhirat. Mau berbicara tentang apa saja, pada akhirnya mengajak kamu selamat di akhirat. Kalau berurusan dengannya, dia permudah. Itulah ciri-ciri pribadi Muslim.” (Muttafaq ‘Alaih).

Betapa sederhananya pribadi seorang Muslim yang digambarkan Rasulullah SAW di atas. Gambaran tadi kelihatannya sangat ringan, namun dalam praktiknya berat dilakukan. Intinya, seseorang baru bisa dikatakan Muslim kalau orang lain merasanya aman dari tangan, lisan, dan perbuatannya. Pribadi Muslim selalu dekat dengan Allah.

Orang kalau sudah mendekat kepada Allah, maka akan sayang dengan makhluk Allah. Orang kalau sudah sujud, dia berdoa dengan rasa takut, dengan berharap amat sangat, dampaknya dia akan senang berbuat kebaikan.

Seorang Muslim itu laksana cahaya. Kalau dia sudah bercahaya, pasti menerangi kanan-kirinya karena dia mengakses nur Allah. Seorang Muslim menerangi bukan hanya hatinya, tapi pikirannya, pendengarannya, tingkah lakunya, pakaiannya, rezekinya, rumahnya, kamarnya, tamannya. Di manapun dia berada membawa cahaya, dan cahaya itu tidak bisa dikalahkan dengan kegelapan.

Seorang pribadi Muslim meyakini adanya hari akhirat, dia menjadikan, dunia ini untuk akhiratnya. Hidupnya untuk Yang Mahahidup. Bukan hidup untuk hidup, yang pada akhirnya berlomba-lomba untuk menjadikan semuanya komoditas. Sehingga, mengejar popularitas, jabatan, dan kekayaan.

Seorang pribadi Muslim tahu, waktu yang diberikan Allah ini sempit untuk di dunia. Makanya seorang Muslim ingin membuat kenangan yang panjang. Wa ammaa bini’mati robbika fahaddits (Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya [dengan bersyukur). (QS Adh Dhuhaa [93]: 11)

Hari di sabilitas

Hari Disabilitas Internasional atau International Day of People with Disability (IDPwD) jatuh pada tanggal 3 Desember setiap tahunnya. Hari Disabilitas diperingati secara internasional untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap penyandang disabilitas.

Peringatan tahunan Hari Disabilitas Internasional ini diproklamasikan pada 1992 oleh Majelis Umum PBB 47/3. Hari Disabilitas ini diperingati untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Hari ini juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi para difabel di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang diadopsi pada 2006, telah semakin memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dalam implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan kerangka kerja pembangunan internasional lainnya.

Beberapa kerangka kerja pembangunan internasional yang dimaksud seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, Piagam tentang Penyertaan Penyandang Disabilitas dalam Aksi Kemanusiaan, Agenda Urban Baru, dan Agenda Aksi Addis Ababa tentang Pendanaan untuk Pembangunan.

Setiap tahun PBB membuat tema untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional. Tema tahunan ini memberikan fokus menyeluruh tentang bagaimana masyarakat dapat berjuang untuk inklusivitas melalui penghapusan hambatan fisik, teknologi, dan sikap untuk para penyandang cacat. Ini telah terjadi sejak 1992 ketika Majelis Umum menyatakan 3 Desember sebagai Hari Disabilitas Internasional.

Tema untuk Hari Penyandang Disabilitas Internasional untuk 2019 ‘Mempromosikan partisipasi para penyandang cacat dan kepemimpinan mereka: mengambil tindakan pada Agenda Pembangunan 2030’.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, tema tahun 2019 berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, adil dan berkelanjutan seperti yang dibayangkan dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) berkomitmen untuk “tidak meninggalkan siapa pun di belakang” dan mengakui disabilitas di lintas sektoral, serta mempertimbangkan disabilitas dalam pelaksanaan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pada 11 Juni 2019, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meluncurkan Strategi Inklusi Disabilitas PBB sejalan dengan komitmen untuk menjadikan PBB organisasi yang inklusif untuk semua.

Strategi Inklusi Disabilitas PBB menyediakan landasan untuk kemajuan yang berkelanjutan dan transformatif pada inklusi disabilitas melalui semua pilar pekerjaan PBB. Melalui Strategi itu, PBB menegaskan kembali realisasi dari hak asasi manusia semua difabel adalah bagian yang tidak dapat dicabut, tidak terpisahkan, dan tidak dapat dipisahkan dari semua hak asasi manusia.

“Ketika kami memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi, kami bergerak lebih dekat untuk mencapai janji utama Agenda 2030 – untuk tidak meninggalkan siapa pun di belakang,” ujar Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Jum’at 6 Desember 2019. 8 Robiul Awal 1441 H

Ujian Iman

Setiap Muslim Akan Menghadapi Ujian Dan Cobaan

SETIAP MUSLIM AKAN MENGHADAPI UJIAN DAN COBAAN

Oleh
Ustadz Yachya Yusliha

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.

Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli ‘Imrân/3 : 186]

SEBAB TURUNNYA
Ayat ini diturunkan berhubungan dengan kisah yang terjadi di pemukiman al-Hârits bin al-Khazraj (Madinah) sebelum perang Badar. Kaum Muslimin ketika itu sedang berkumpul dengan kaum musyrikin dan orang-orang Yahudi.

Datanglah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke tempat itu dan memberi salam. Di majlis tersebut, ada ‘Abdullâh bin Ubai bin Salûl, dia berkata, “Janganlah kalian mengotori kami!” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajak mereka untuk masuk ke dalam Islam dan membacakan al-Qur’ân kepada mereka. ‘Abdullâh bin Ubai menyahut, “Wahai lelaki! Apa yang engkau katakan bukanlah sesuatu yang bagus.

Jika itu adalah sesuatu yang haq, maka janganlah kamu mengganggu kami dengan perkataan itu! Kembalilah ke hewan tungganganmu! Barang siapa mendatangimu, maka ceritakanlah perkataan itu!”

Kamis 5 Desember 2019. 7 Robiul 1441. Pengertian Hasud dan dengki.

Hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk hasad adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan semata-mata merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain itu sudah terhitung hasad baik diiringi harapan agar nikmat tersebut hilang ataupun sekedar merasa tidak suka. Demikianlah hasil pengkajian yang dilakukan oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau menegaskan bahwa definisi hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

Hasad memiliki banyak bahaya di antaranya:

  1. Tidak menyukai apa yang Allah takdirkan. Merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain pada hakikatnya adalah tidak suka dengan apa yang telah Allah takdirkan dan menentang takdir Allah.
  2. Hasad itu akan melahap kebaikan seseorang sebagaimana api melahap kayu bakar yang kering karena biasanya orang yang hasad itu akan melanggar hak-hak orang yang tidak dia sukai dengan menyebutkan kejelekan-kejelekannya, berupaya agar orang lain membencinya, merendahkan martabatnya dll. Ini semua adalah dosa besar yang bisa melahap habis berbagai kebaikan yang ada.
  3. Kesengsaraan yang ada di dalam hati orang yang hasad. Setiap kali dia saksikan tambahan nikmat yang didapatkan oleh orang lain maka dadanya terasa sesak dan bersusah hati. Akan selalu dia awasi orang yang tidak dia sukai dan setiap kali Allah memberi limpahan nikmat kepada orang lain maka dia berduka dan susah hati.
  4. Memiliki sifat hasad adalah menyerupai karakter orang-orang Yahudi. Karena siapa saja yang memiliki ciri khas orang kafir maka dia menjadi bagian dari mereka dalam ciri khas tersebut. Nabi bersabda, “Barang siapa menyerupai sekelompok orang maka dia bagian dari mereka.” (HR Ahmad dan Abu Daud, shahih)
  5. Seberapa pun besar kadar hasad seseorang, tidak mungkin baginya untuk menghilangkan nikmat yang telah Allah karuniakan. Jika telah disadari bahwa itu adalah suatu yang mustahil mengapa masih ada hasad di dalam hati.
  6. Hasad bertolak belakang dengan iman yang sempurna. Nabi bersabda, “Kalian tidak akan beriman hingga menginginkan untuk saudaranya hal-hal yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim). Tuntutan hadits di atas adalah merasa tidak suka dengan hilangnya nikmat Allah yang ada pada saudara sesama muslim. Jika engkau tidak merasa susah dengan hilangnya nikmat Allah dari seseorang maka engkau belum menginginkan untuk saudaramu sebagaimana yang kau inginkan untuk dirimu sendiri dan ini bertolak belakang dengan iman yang sempurna.
  7. Hasad adalah penyebab meninggalkan berdoa meminta karunia Allah. Orang yang hasad selalu memikirkan nikmat yang ada pada orang lain sehingga tidak pernah berdoa meminta karunia Allah padahal Allah ta’ala berfirman,
  8. Hasad penyebab sikap meremehkan nikmat yang ada. Maksudnya orang yang hasad berpandangan bahwa dirinya tidak diberi nikmat. Orang yang dia dengki-lah yang mendapatkan nikmat yang lebih besar dari pada nikmat yang Allah berikan kepadanya. Pada saat demikian orang tersebut akan meremehkan nikmat yang ada pada dirinya sehingga dia tidak mau menyukuri nikmat tersebut.
  9. Hasad adalah akhlak tercela. Orang yang hasad mengawasi nikmat yang Allah berikan kepada orang-orang di sekelilingnya dan berusaha menjauhkan orang lain dari orang yang tidak sukai tersebut dengan cara merendahkan martabatnya, meremehkan kebaikan yang telah dia lakukan dll.
  10. Ketika hasad timbul umumnya orang yang di dengki itu akan dizalimi sehingga orang yang di dengki itu punya hak di akhirat nanti untuk mengambil kebaikan orang yang dengki kepadanya. Jika kebaikannya sudah habis maka dosa orang yang di dengki akan dikurangi lalu diberikan kepada orang yang dengki. Setelah itu orang yang dengki tersebut akan dicampakkan ke dalam neraka.

Ringkasnya, dengki adalah akhlak yang tercela, meskipun demikian sangat disayangkan hasad ini banyak ditemukan di antara para ulama dan dai serta di antara para pedagang. Orang yang punya profesi yang sama itu umumnya saling dengki. Namun sangat disayangkan di antara para ulama dan para dai itu lebih besar. Padahal sepantasnya dan seharusnya mereka adalah orang-orang yang sangat menjauhi sifat hasad dan manusia yang paling mendekati kesempurnaan dalam masalah akhlak.

10 foto Maura Magnali.

10 Foto Maura Magnalia, Anak Sulung Nurul Arifin yang Cantik

Aktris senior Nurul Arifin kini sudah tak lagi aktif di dunia hiburan. Sejak beberapa tahun terakhir, beliau lebih memilih untuk fokus dengan karir di dunia politik. Nurul Arifin sendiri adalah sosok yang begitu jarang mengumbar kehidupan pribadinya. Nah, tahukah kalian jika wanita berusia 53 tahun ini memiliki seorang anak perempuan cantik yang kini sudah tumbuh dewasa? Slide foto-fotonya sampai habis!

 
 
 
 
 
 
 

 
 

GESER

Apa pendapat KLovers mengenai sosok Maura? Tulis komentarmu ya!

Jarang terekspos! Ini adalah sosok anak sulung dari Nurul Arifin yang bernama Maura Magnalia.

Selasa : 3 Desember 2019 / 5 Robiul Awal 1441 H

Kenikmatan Iman

Sesungguhnya nikmat Allah Jalla wa ‘Ala sangat banyak tak terhingga. Sebagaimana firman-Nya,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (QS. Ibrahim: 34).

Dan nikmat Allah Jalla wa ‘Ala yang paling utama dan paling istimewa yang Dia berikan untuk hamba-hamba-Nya adalah nikmat iman. Inilah nikmat yang paling agung yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ (7) فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hujurat: 7-8).

Ibadallah,

Dengan keimanan, akan didapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan keimanan akan digapai ketenangan, syahdu, dan kemantapan hati dan jiwa. Dengan keimanan juga diperoleh kenikmatan kehidupan di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Dengan keimanan, surga dan kenikmatan serta anugerah yang begitu banyak di dalamnya dapat diraih. Dengan keimanan akan diperoleh keselamatan dari neraka dan dari adzab yang pedih di dalamnya.

Dengan keimanan, seorang mukmin akan berjumpa dan memandang wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb Yang Mahamulia. Dan ini adalah kenikmatan tersbesar yang diperoleh oleh ahlul iman. Allah berfirman,

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ (22) إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (QS. Al-Qiyamah: 22-23).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang ditujukan kepada ahlul iman,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لَا تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rab kalian, sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Kalian tidak berdesak-desakan dalam memandangnya.”

Nikmat keimanan dan buah darinya tidak terhitung dan tidak terbilang. Bahkan setiap kenikmatan yang kita peroleh, baik di dunia maupun di akhirat merupakan buah dari keimanan kita. Demikian juga setiap kali kita terhindar dari kejelekan dan musibah baik di dunia maupun akhirat itu juga merupakan buah dari keimanan.

Wajib bagi seorang mukmin yang Allah anugerahkan keimanan dan hidayah dengan agama ini untuk menjadi orang yang paling kuat berpegang teguh dengan keimanan, menjaga, dan memperhatikannya, serta memohon kepada Allah Jalla wa ‘Ala agar terus memantapkan keimanannya hingga kematian menjemputnya. Allah Ta’ala berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).

BETAPA INDAHNYA AHLAKMU YA ROSSULULLOH.

BETAPA INDAHNYA AKHLAKMU YA RASULALLAH
😭😭😭😭😭😭

جاء الى رسول الله صلى الله عليه واله وسلم رجل فقير من أهل القرية … بقدحٍ مملوءةً عنباً يُهديه له .

Datang seorang lelaki miskin dari desa kepada Rasulullah SAW membawa semangkuk penuh buah anggur yang hendak dihadiahkan kepada beliau.

فأخذ رسول الله القدح …. وبدأ يأكل العنب

Rasulullah SAW mengambil mangkuk itu dan mulai memakannya.

فأكل الأولى وتبسم

Beliau memakan buah pertama dan tersenyum.

ثم الثانية وتبسم

Kemudian buah kedua, dan tersenyum.

والرجل الفقير …. يكادُ يطير فرحاً بذلك

Lelaki miskin itu nyaris terbang kegirangan karenanya.

والصحابة ينظرون … قد اعتادوا أن يشركهم رسول الله في كل شيء يهدى له

Para sahabat melihat hal ini, dan sudah menjadi kebiasaan beliau membagi hadiah yang beliau terima kepada sahabat-sahabatnya.

ورسول الله يأكل عنبة عنبة …ويتبسم

Dan Rasulullah terus memakan sebutir demi sebutir seraya tetap tersenyum.

حتى أنهى بأبي هو وأمي القدح

Hingga, demi ayah dan ibuku, mangkuk itu kosong.

والصحابة متعجبون

Sahabatpun heran.

ففرح الفقير فرحاً شديداً …وذهب

Giranglah si miskin itu sejadi-jadinya dan pergi.

فسأله أحد الصحابة …. يارسول الله … لما لم تُشركنا معك ؟

Maka salah seorang sahabat bertanya, ” Ya Rasulullah mengapa anda tidak mengajak kami
(menyantap anggur) itu bersamamu?

“فتبسم رسول الله صلى الله عليه واله وسلم وقال

Maka Rasulullah SAW tersenyum dan berkata,

قد رأيتم فرحته بهذا القدح

“Tidakkah kalian lihat betapa bahagia ia dengan mangkuk (anggur) itu?”

وإني عندما تذوقته …وجدته حامض

(Ketahuilah) ketika aku memakannya, anggur itu terasa asam.

فخشيتُ إن أشركتكم معي

Maka aku kuatir bila aku membaginya kepada kalian.

أن يُظهر أحدكم شيء يفسد على ذاك الرجل فرحته

ُMaka kalian akan menampakkan reaksi sesuatu yang akan merusak kebahagiaannya.

Sungguh tepat Allah memuji Engkau dengan pujianNya :

(وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظيم)


Sungguh betapa indahnya akhlak Mu Ya Rasulallah. .
Segala puji bagi-Mu ya Robb Yang telah menjadikan kami sebagai ummatnya. . .

Pertemukanlah kami dan semua orang yg kami cintai dengan kekasih-Mu Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam didunia dan di akhirat. . .

اللهم صل على سيدنا ومولانا وقرة أعيننا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

DI MANA LETAKNYA KEBAHAGIAA SIMAK SELANJUTNYA

Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia. Namun banyak orang yang menempuh jalan yang salah dan keliru. Sebagian menyangka bahwa kebahagiaan adalah dengan memiliki mobil mewah, Handphone sekelas Blackberry, memiliki rumah real estate, dapat melakukan tur wisata ke luar negeri, dan lain sebagainya. Mereka menyangka bahwa inilah yang dinamakan hidup bahagia. Namun apakah betul seperti itu? Simak tulisan berikut ini.

Kebahagiaan untuk Orang yang Beriman dan Beramal Sholeh

Saudaraku … Orang yang beriman dan beramal sholeh, merekalah yang sebenarnya merasakan manisnya kehidupan dan kebahagiaan karena hatinya yang selalu tenang, berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah yang selalu merasa gelisah. Walaupun mungkin engkau melihat kehidupan mereka begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan harta. Namun jika engkau melihat jauh, engkau akan mengetahui bahwa merekalah orang-orang yang paling berbahagia. Perhatikan seksama firman-firman Allah Ta’ala berikut.

Allah Ta’ala berfirman,مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97). Ini adalah balasan bagi orang mukmin di dunia, yaitu akan mendapatkan kehidupan yang baik.وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97). Sedangkan dalam ayat ini adalah balasan di akhirat, yakni alam barzakh.

Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui.” (QS. An Nahl: 41)وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS. Huud: 3). Kedua ayat ini menjelaskan balasan di akhirat bagi orang yang beriman dan beramal sholeh.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang hikmah itu apa. Menurut ilmu agama islam, Hikmah berasal dari kata Al-Hikmah yang artinya suatu keadilan atau kebijaksanaan (dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.). Sedangkan menurut ilmu bahasa, Hikmah adalah suatu arti dan makna yang terkandung dalam suatu kejadian atau peristiwa yang telah selesai.

Namun biasanya Hikmah sering dikaitkan dengan makna kejadian yang sudah dilalui, misalnya ketika menghadapi masalah dan cobaan kehidupan. Pada dasarnya cobaan adalah bentuk ujian dari Allah SWT untuk hamba-nya. Hampir seluruh manusia yang hidup saat ini pasti mempunyai cobaan-nya masing-masing, baik cobaan kesulitan maupun cobaan kesenangan.

Ketika menghadapi cobaan kehidupan. Kata hikmah sering kita gunakan untuk menguatkan diri untuk tetap tegar menghadapi cobaan. Contohnya saat kita kehilangan sesuatu, lalu kita berkata bahwa pasti ada hikmah dari sesuatu yang hilang tersebut. Hikmahnya apa ?. Mungkin saja sesuatu itu memang tidak baik untuk kita, atau bisa jadi Tuhan akan memberikan yang lebih baik daripada sesuatu yang hilang itu.

Walau terlihat cukup simple, namun entah kenapa, saat kita mengatakan “pasti ada hikmah disetiap kejadian” membuat hati ini seketika menjadi tenang dan tentram. Rasa cemas dan khawatir yang sebelumnya kita rasakan sedikit demi sedikit memudar.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai