Assalamualaikum

Bertaqwalah

BERTAQWALAH

Untuk mengawali jumpa kita pada saat ini, marilah kita menyanjungkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. Karena dengan limpahan rahmat dan hidayahnyalah sampai saat ini kita masih ditaqdirkan oleh Allah menjadi orang yang beriman dan Islam, mudah mudahan nikmat iman dan islam ini dapat kita miliki sampai akhir hayat kita.              Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada nabi Muhammad saw. Beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru dunia sehingga kita bisa membedakan mana yang hak dan yang batil dan masih menjadi muslim dengan hidayah Allah swt.              Tak lupa kepada saudara protocol saya ucapkan  rasa terima kasih yang amat dalam sehingga saya berkesempatan untuk menyampaikan isi pidato saya ini            Taqwa adalah sebuah kata yang sudah taka sing lagi, pendek kalimatnya tetapi mempunyai arti yang sangat luas, semua orang berbicara taqwa dari kanak kanak sampai kakek kakek dari tk sampai perguruan tinggi, seluruhnya berbicara taqwa. Bahkan bahkan disetiap acara pelantikan pelantikan disitu kita dengar taqwa taqwa dan taqwa, karena seringnya diucapkan sampai sampai mengalami pergeseran arti, padahal para ulama mendefinisikan yaitu:امتثال الاوامر واجتناب النواهيMelaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannyaSaudara saudara kaum muslimin Rahimakumullah!            Kita sebagai muslim marilah kita bertaqwa kepada Allah agar kita mendapatkan rahmat dan maghfirah dari Allah derajat taqwa ini hanya bias dimiliki dan diperintahkan hanya kepada orang orang yang beriman kepada Allahيا ايها الذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا و انتم مسلمون            Hai orang orang yang beriman bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar benarnya taqwa dan janganlah kalian semua mati keculi dalam keadaan islam (Qs. Al imron 102).            Kita sebagai muslimin harus konsisten dengan taqwa itu kapan dan dimanapun kita berada disitu kita harus bertaqwa, jangan taqwa waktu di masjid atau di rumah saja, tetapi taqwa harus menjadi milik kita selama hayat masih dikandung badan.             Di kantor bertaqwa, di pasar bertaqwa, di kebun bertaqwa jangan sampai keluar dari masjid taqwanya hilang kalau saya keluar masjid bawa taqwa, saya tidak akan gosib, kalau ke kantor saya bawa taqwa saya tidak akan korupsi karena taqwa ditunda di masjid dan rumah sehingga kemaksiatan merajalela di mana mana.            Saudara saudaraku kaum muslimin rahimakumullah            Sekarang timbul pertanyaan apa sih tanda tanda orang yang bertaqwa itu? Mari kita lihat dalam surat Al Baqarah ayat 3-4:1.                  Yaitu orang orang yang percaya kepada hal hal yang ghoib percaya adanya surga dan neraka percaya adanya jin dan syetan percaya bahwa setan jin itu ada2.                  Orang orang yang mendirikan sholat, kenapa disini dijumpai kata kata mendirikan? Karena yang dimaksud dengan mendirikan yaitu: menjalankan secara berkesinambungan dan terus menerus, serta realitakan pelajaran pelajaran yang dapat diambil dari sholat itu dalam kehidupan sehari hari  contoh: dalam sholat kita mengucapkan: hanya allah yang maha besar selain Allah semuanya kecil, kembali ke masyarakat sombongnya hilang. 3.                  Menginfaqkan sebagian hartanya yang Allah berikan kepadanya membelanjakan di jalan Allah4.                  Yaitu orang orang yang percaya terhadap apa apa yang diturunka kepada nabi Muhammad dan percaya terhadap apa apa yang diturunkan sebelum nabi Muhammad yaitu kitab kitab yang diturunkan kepada nabi nadi sebelum beliau.         Seperti begini ini kita percaya bahwa soekarno adalah oresiden pertama RI percaya sekedar percaya tetapi tidak wajib mengikutinya karena masanya telah lewat. Sekarang masa reformasi jadi yang diikuti sekarang adalah masa reformasi jadi yang wajib diikuti adalah era reformasi ini dan sekarang bukan masa taurat dan injil maka teurat dan injil tidak wajib kita ikuti tetapi yang wajib kita ikuti adalah al quran karena akan terus berlaku sampai akhir zaman 5.                  Orang orang yang percaya dan yakin akan adanya akhirat, saya juga percaya akan adanya akhirat percaya bukan sekedar percaya, yang buta akan semakin buta tetapi percaya yang membiaskan dalam kehidupan sehari harinya  Orang yang percaya akhirat itu jalannya tidah angkuh orang yang percaya akhirat itu ngomongnya enggak asal ngomong tetapi mereka yang percaya akhirat itu hidupnya atau gayanya betul betul di pertimbangkan.Saudara saudaraku kaum muslimin Rahimakumullahinilah yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini terima kasih atas segala perhatiannya.                                                                                                                                        السّلام عليكم ورحمة الله وبر كا تة  Beranda 

Assalamualaikum

Do’a menghindari diri dari segala musibah

Setiap manusia tentu ingin terhindar dari segala keburukan yang bisa menjerumuskannya kepada kesesatan. Keburukan tersebut bisa mendatangkan kerugian bagi diri sendiri bahkan bisa juga menjauhkan kita dari rida Allah

Oleh karena itu, lindungilah diri kita dari berbagai keburukan yang menyesatkan dengan membaca doa yang kerap dibaca oleh sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Abdullah bin Mas’ud RA berikut ini:

Allahumma fatiras samawati wal ardli, ‘alimal ghoibi wasy syahadati, fa inni a’hadu ilaika fi hadzihil hayatid dunya, innaka in takilni ila ‘amalin tuqoribuni minasy syarri wa tuba’iduni minal khoir, la atsiqu illa birahmatika, faj’al li ‘indaka ‘ahdan tuwaddiihi illa yaumal qiyamati, innaka la tukhliful mi’ad.

Artinya:

“Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui semua yang gaib dan yang lahir, sesungguhnya saya berjanji kepada Engkau dalam kehidupan dunia ini, bahwa jikalau Engkau membiarkan diriku kepada amal perbuatan yang mendekatkan diriku kepada keburukan dan menjauhkan diriku dari kebaikan, sedangkan aku tidak percaya kepada siapa pun kecuali hanya kepada rahmat-Mu, maka jadikanlah bagiku di sisi Engkau suatu perjanjian yang Engkau akan tunaikan kepadaku kelak di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji’.”


Doa Terhindar dari Musibah

[Bintang] ilustrasi ibu sedang berdoa

ilustrasi ibu sedang berdoa | foto : istimewa

Tak hanya keburukan, kita juga tentu ingin dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya yang bisa merugikan. Berikut doa yang harus sering kita baca agar Allah menjauhkan kita dari mara bahaya dan musibah:

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim.

“Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui.”

Tata cara ziarah kubur

Tata Cara Ziarah Kubur Singkat Doa Masuk Makam Wali Lengkap

Banyak nilai ibadah yang sungguh berharga bahkan bisa di jadikan sebagai suatu keberkahan bagi seorang muslim ketika melaksanakan amalan tersebut, termasuk salah satu di antaranya dengan sering mendoakan mereka yang sudah meninggal baik itu dari kejauhan maupun langsung mendatangi maqamnya (zirah qubur). Meskipun bagi sebagian orang berpendapat tidak ada kesunahan dalam melaksanakan ziara qubur tersebut.

Terlepas dari itu maka segala permasalahan yang berkaitan erat dengan tata cara dan doa ziarah kubur seperti hukum, adab, doa dan juga panduan ketika melaksanakannya. Hal ini tentu perlu untuk di cermati secara seksama oleh semua orang terutama terkait dengan hukumnya tersebut yang memang bagi sebagian golongan itu adalah sesuatu yang baru dalam agama dan tidak pernah di lakukan oleh Nabi.

Terlebih pada kegiatan ziarah qubur sendiri yang biasa di lakukan oleh kita semua baik untuk maqam orang-orang yang mempunyai keistimewaan tertentu seperti maqom para wali songo dan wali lainnya, bahkan menziarahi langsung maqam para anbiya wal mursalin, termasuk menziarahi maqam sanak keluarga dan umat muslim lainnya itu ada sebagain orang yang berpendapat itu adalah bagian dari pada sesuatu yang tidak di anjurkan.

Berangkat dari situ, maka sangat di butuhkan pemaknaan yang sesungguhnya baik dari keterangan dalil yang menjadi rujukan ziarah qubur sendiri maupun dari segi kedudukan dan tata cara berdoa di saat ziarah qubur itu berlangsung, tujuannya supaya tidak terjadi kesalahfahaman dalam mengartikan ziarah qubur yang sesungguhnya termasuk dari tujuan haqiqat dan doa yang di bacakannya tersebut.

Sehingga kepastian dalam segi pemaknaan dan maksud dari pada menziarahi qubur ini lebih bisa di jelaskan lagi dan bisa di terima tentunya oleh semua pihak dan golongan, Karena tidak ada maksud tertentu di balik pelaksanaannya tersebut hanya saja keberkahan dari orang-orang yang di sayangi dan di beri keistimewaan oleh Alloh S.W.T senantiasa mengalir kepada orang yang berziarahnya tersebut.


Awal adanya Ziarah Kubur

Dimana pada mual awal adanya berziarah qubur tersebut itu bermula pada sebuah kejadian dari qisah sahabat Nabi dimana pada waktu

شرح رياض الصالحين -(1/610)
كان النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن زيارتها، خوفا من الشرك بأهل القبور لأن الناس كانوا حديثي عهد بجاهلية، فنهى عنها رسول الله صلى الله عليه وسلم سدا لذرائع الشرك، لأن الشرك لما كان أمره عظيما سد النبي صلى الله عليه وسلم كل ذريعة وكل باب يوصل إليه .وكلما كانت المعصية عظيمة كانت وسائلها أشد منعا .الزنى مثلا فاحشة فوسائله من النظر والخلوة وما أشبه ذلك محرمة . وكذلك فإن الشرك أعظم الظلم، كما سئل النبي صلى الله عليه وسلم أي الذنب أعظم ؟ قال: أن تجعل لله ندا وهو خلقك فلما كان الناس يعظمون القبور، نهاهم النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك . فلما استقر الإيمان في قلوبهم أذن لهم فقال: كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تذكر الآخرة . & المجموع شرح المهذب – (5 / 310) وكان النهي أولا لقرب عهدهم من الجاهلية فربما كانا يتكلمون بكلام الجاهلية الباطل فلما استقرت قواعد الاسلام وتمهدت احكامه واستشهرت معالمه ابيح لهم الزيارة

Maksudnya : “ziarah kubur dilarang oleh Nabi Muhammad SAW karena khawatir terjadinya kemusyrikan pada umat Islam, hal ini disebabkab masa mereka masih dekat dengan zaman jahiliyyah, sehingga Nabi menutup semua celah yang bisa menghantarkan pada kemusyrikan (syadn li dzari’ah) . Kemudian setelah kukuh keimanan mereka maka Nabi mengijinkannya, dan bahkan memerintahkannya karena dapat mengingatkan pada akhirat. Hukum perintah Ziarah Kubur ini juga diperkuat dengan adanya Ijma’.

Hukum Ziarah Kubur

Sunnah bahkan di anjurkan bagi orang yang mampu menata dan menguatkan kembali tujaun dari pada tujuan ziarah qubur itu sendiri (menguatkan keimana), bahkan jika melirik pada keterangan yang terdapat pada hadits :

عن عبد الله بن بريدة عن أبيه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها و نهيتكم عن لحوم الأضاحي فوق ثلاث فأمسكوا ما بدا لكم و نهيتكم عن النبيذ إلا في سقاء فاشربوا في الأسقية كلها و لا تشربوا مسكرا ) رواه مسلم v «كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور، فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة» رواه ابن ماجة وابن مسعود v و عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم استأذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي و استأذنته أن أزور قبرها فأذن لي ) رواه مسلم و في لفظ له : ( زار قبرها فبكى وأبكى من حوله فقال : استأذنت ربي أن أستغفر لها فلم يأذن لي و استأذنته في أن أزور قبرها فأذن لي فزوروا القبور فإنها تذكر الموت

Itu terdapat uatu bentuk amar / perintah (فزوروا القبور ) setelah adanya suatu larangan dengan tujuan untuk senantiasa mengingatkan orang terhadap kematian, maka di sunnah untuk berziarah qubur terutama maqam-maqam ayng menjadi ahlinya.

Dan dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat yang terjadi di kalanagn Syafi’iyyah yang menjadi tiga golongan ataupun tiga pendapat :

A. Perintah tersebut menunjukkan ibahah ( selama tidak ada dalil yang mengarahkan pada makna yang lain )
B. Pendapat kedua mengatakan bahwa amar tersebut menunjukkan perintah wajib.
C. Dan pendapat terakhir mengatakan bahwa hukumnya masih mauquf.

Sedangkan kedudukan hukum ziarah qubur bagi wanita itu yang ada di madzhab Syfi’i itu adalah hukumnya Makruh, meskipun masih ada pendapat lain. Namun secara keseluruhan para Ulama syafi’iyah itu berpendapat Makruh. Sebagaimana yang ada pada keterangan dalam kitab Al Majmu Syrahil Muhadzab halaman 310 juz 5 :

وأما النساء فقال المصنف وصاحب البيان لا تجوز لهن الزيارة وهو ظاهر هذا الحديث ولكنه شاذ في المذهب والذى قطع به الجمهور انها مكروهة لهن كراهة تنزيه وذكر الروياني في البحر وجهين (أحدهما) يكره كما قاله الجمهور (والثانى) لا يكره قال وهو الاصح عندي إذا أمن الا فتتان

Maksudnya :” Adapun untuk wanita, maka pengarang kitab ini (Imam Nawawi) berpendapat itu tidak di perbolehkan bagi wanit untuk ziarah qubur sebagaimana yang di maksud dalam hadits ini, akan tetapi menurut mandzhab lainnya yaitu jumhur Ulama itu hukumnya makruh sama seperti pendapat imam Royani yang menghukuminya makruh, bahklan ada juga pendapat lainnya yaitu tidak makruh dengan catatan itu aman dari pada fitnah.

Nah dari keterangan ini tentunya kita bisa memahami maksuda dan tujuan dari pada ziarah qubur itu sendiri, meskipun pada mulanya itu di larang oleh baginda Rasululloh S.A.W, akan tetapi selanjutnya Nabi memperbolehkannya bagi orang yang sudah kuat dan kukuh keimanannya.

Begitu juga bagi kita semua yang hendak bermaksud untuk berziarah kubur itu haruslah menguatkan kembali tujuan utama dari pada pelaksanaanya tersebut sesuai yang di perintahkan oleh Baginda Nabi, agar tidak terjerembab pada jurang kemusyrikan yang memang identik dengan ziarah qubur itu sendiri.

Hikmah Dan Manfaat Ziarah Kubur

Jika melihat dari pada hikmah tersendiri yang di dapat dari pada ziarah qubur itu sendiri itu banyak sekali terhadap dampak yang di rasakan oleh orang yang berziarah qbur tersebut, sebagaimana yang ada pada keterangan hadits ini :

وعن ابن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله قال كنت نهيتكم عن زيارة القبور أي مطلقا فزوروا وفي نسخة فزوروها فإنها أي زيارة القبور أو القبور أي رؤيتها تزهد في الدنيا قال ذكر الموت هادم اللذات ومهون الكدورات ولذا قيل إذا تحير…تم في الأمور فاستعينوا بأهل القبور هذا أحد معنييه وتذكر الآخرة وتعين على الاستعداد لها رواه ابن ماجه

Artinya : ” “Dari Ibn mas’ud ra sesungguhnya rasulullah bersabda : Adalah aku (dulu) melarangmu berziarah kubur (secara mutlak), maka saat ini berziarahlah” Manfaat ziarah/melihat pemakaman Agar zuhud di dunia, Selalu teringat kematian, Menghilangkan kesuntukan dan Mengingat akhirat dan selalu mempersiapkan bekal menujunya. Karenanya dikatakan “Bila kalian kebinghungan akan permasalahan-permasalahan kalian maka tolonglahlah (selesaikanlah) dengan berziarah pada orang-orang yang menghuni kuburan” (HR. Ibn Maajah)

Dalil Tentang Ziarah Kubur

Dalam masalah ini memang sempat menjadi perdebatan dari berbagai kalangan dan pihak terutama bagi mereka yang tidak menyukai aktifitas berziarah qubur karena mendekatkan pada kesyirikan, akan tetapi setetlah sekian lama mencari dalil kuat terhadap di anjurkannya untuk berziarah kubur akhirnya di temukan. Salah satunya adalah hadits yang ada dalam kitab kitab tarikh baghdad halaman 445 jilid 1 karangan abu bakar ahmad bin ali bin tsabit albagdad, Dimana pada kitab tersebut di tersirat sebuah hadits yang berbunyi :

أخبرني أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي قال حدثنا أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري قال سمعت أبي يقول : قبر معروف الكرخي مجرب لقضاء الحوائج ويقال : إنه من قرأ عنده مائة مرة قل هو الله أحد وسأل الله ما يريد قضى الله له حاجته

Maksudnya : ” Dalam hadits tersebut terdapat sebuah ungkapan Dan dikatakan orang : “sesungguhnya (hal wasyan) siapapun yang membaca (fi’il syarat) di sisi kuburan ma’ruf alkarkhi surah al ikhlas 100 x, beserta (waw ma’iyyah) ia meminta kepada Allah apa saja yang ia hendaki, (jawab syarat ) maka pasti Alloh S.W.T mengabulkan hajatnya.

Hadits ini bisa di katakan shahih karena di riwayatkan oleh beberapa periwayat yang terpercaya akan kebenaran dan keshahihahannya seperti أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي, selanjutnya rawi kedua أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري, dan rawi ketiga عبد الرحمن بن محمد بن عبيد الله بن سعد بن إبراهيم بن سعد بن إبراهيم بن عبد الرحمن بن عوف الصحابي yang menegaskan bahwa beliau (Syeih Abu Bakar Ahmad bin Ali Tsabit Albagdadi itu merupakan seorang imam, mufti, musnid dunia, ahli faraidh, zuhud, sholeh, dengan smua sifat di atas, maka dapat disimpulkan semua riwayat beliau dapat dpercaya 100 persen.

Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

1. Di sunnahkan bagi penziarah qubur yaitu mendekatkan diri dengan kuburan yang di maksud sama halnya ketika semasa hidup, selannjutnya duduk bersedikap menghadap kuburan tersebut tentunya dengan keadaan suci (mempunyai Wudhu).
2. Ketika berdoa maka wajah harus menghadap kiblat dan langsung menghadap wajah mayit
3. Selanjutnya di sunnatkan mendekatkan pada arah kepala si mayyit karena itu adalah adab-adaban yang bagus ketika berziarah qubur, sebagaimana yang sudah di sunnahkan oleh baginda Rasululloh S.A.W.
4. Jarak antara peziarah dan orang yang di ziarahinya itu adalah sedekat dengan apa yang biasa dilakuakn saat melakukan aktifitas berdoa
5. Lalu bacakan beberapa kalimah ataupun doa sesuai dengan yang biasa di lakukan, akan tetapi akan lebih indahnya lagi apabila membacakan doa yang di lakukan oleh baginda Rasululloh S.A.W saat menziarahi maqam yaitu :

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn (Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian).

Dan bacaan

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn yarhamukumuLlâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn (Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan [yang telah mendahului dan akan menyusul] kami. Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.”
6. Selanjutnya bacakan tawassul, tasbih, tahmid dan juga tahlil serta membaca surat yasin sebelum di tutup dengan doa.

Di samping itu juga secara tidak langsung akan mengingatkan kepada semua penziarah terhadap kematian, bahwasannya kita semua akan sama seperti orang yang di ziarahinya (akan mati). Nah untuk itu kiranya perlu untuk jauh lebih memahami tentang tujuan pasti dari pada tata cara ziarah kubur singkat doa masuk makam wali lengkap sesuai dengan maksud dan pemaknaan haqiqatnya.

Keutamaan surat Yasin

Sama seperti beberapa keutamaan dan keistimewaan surat Al- Quran lainnya, seperti Keutamaan Surat Al Kautsar Keutamaan Surat Al MulkKeutamaan Surat Al KahfiKeutamaan Ar RahmanKeutamaan Ayat Seribu Dinar, Surat yasin juga memiliki Fadhilah Surat Yasin yang luar biasa. Nah, berikut ini beberapa keistimewaan surat yasin menurut islam:
Diampuni dosa-dosa
Fadhilah surat yasin yang pertama dijelaskan dalam hadist riwayat At Thabrani, dimana disebutkan bahwa seseorang yang membaca surat yasin di malam hari maka keesokan paginya dosa-dosa orang tersebut akan diampuni.
Siapa yang membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah maka diampuni dosa-dosanya.”(HR. At Thabrani dan Al-Bayhaqi,dari Abu hurairah ra).
Dianggap mati syahid
Dalam riwayat At-Thabrani juga dijelaskan bahwa seseorang yang rutin membaca surat yasin setiap malam maka ia akan dipermudah ajalnya. Dan ia meninggal dalam keadaan syahid.
“Barang siapa yang membiasakan membaca yasin setiap malam maka tanpa terduga dia menemui ajalnya, maka matinya dalam keadaan syahid.” (HR.At- thobroni, dari pernyataan Anas bin malik).

Assalamualaikum … Selamat malam semua

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengertian Materialisme

Materialisme berarti paham kebendaan, yaitu paham yang mengatakan bahwa: kebahagiaan itu ada pada kekayaan, kemuliaan itu diukur dari harta seseorang, dan kesuksesan yang sebenarnya ialah kesuksesan duniawi.

Materialisme adalah virus aqidah. Materialisme adalah keyakinan, kepercayaan yang membentuk pola pikir dan pola hidup yang bertentangan dengan Islam. Materialisme merusak aqidah islamiyah, melemahkan iman dan mengakibatkan penyakit hati, bahkan kematian nurani. Naudzubillah. QS. Al-Qashas: 79, QS. Yunus: 7-8.


Indikator Materialisme

1) Kemalasan beribadah, berdzikir dan tilawah Al-Qur’an.

2) Kemalasan belajar Islam, dan menghadiri pengajian.

3) Pemikiran dan perhatian kepada urusan dunia, lebih banyak dibanding pemikiran dan perhatian kepada urusan akhirat.

4) Sifat bakhil dan serakah.

5) Sifat dzalim kepada orang lain.

6) Menuntut ilmu untuk kaya.

7) Mengajarkan ilmu untuk kaya.

8) Melecehkan orang shalih.

9) Mengagungkan orang kaya.

10) Menyesali kegagalan duniawi secara berlebihan.

11) Tidak menyesali dosa.

12) Menikmati dosa.

13) Merendahkan orang yang lebih rendah dari sisi harta, pangkat, ilmu, kekuatan, kecantikan dan ibadah.

14) Jarang mengingat mati.

15) Tidak rindu akan syurga, dan tidak takut neraka.

16) Do’a-do’anya hanya do’a-do’a duniawi.

17) Harapan-harapannya hanya harapan-harapan duniawi.

18) Senang bersaing dengan orang lain dalam urusan duniawi, tidak mau bersaing dalam urusan akhirat.

19) Sangat jarang menangis karena bertaubat.

20) Sangat jarang menghadirkan niat ikhlas di hati.


Obat Anti Materialisme

1) QS. Al-Mu’minun: 1-11, QS. Ali Imran: 139, QS. Al-Hujurat: 15, QS. Al-A’laa: 16-17, QS. An-Naazi’at: 37-41.

2) Ucapkanlah: “Hidupku harus kugunakan seoptimal mungkin untuk keselamatanku di akhirat.”

3) Yakinilah: kekayaan, jabatan, ilmu, kekuatan, kecantikan, tidak ada gunanya tanpa rahmat Allah! Tidak ada gunanya tanpa ibadah!

4) Ingat selalu: bagaimana kalau saya mati hari ini? Saya harus taubat sekarang juga! Saya harus beribadah sekarang juga!

5) ber’doa setiap hari: اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار

6) Membaca sayyidul istighfar setiap pagi dan petang.

7) Memaksa diri untuk lebih dermawan, lebih pemaaf, lebih berakhlak mulia.

8) Mengutamakan shalat jama’ah di masjid lima kali sehari semalam.

9) Memprogramkan peningkatan shalat sunnah.

10) Tiada hari tanpa tilawah al-qur’an.

12) Mengamalkan wirid tahlil, wirid tasbih, wirid istighfar, masing-masing seratus kali setiap hari.

13) Ingat selalu: tidak boleh iri hati kepada orang lain karena dunia!

14) Mengupayakan tambahan, hafalan dzikir dan do’a sehari-hari.

15) Meningkatkan rasa takut berbuat dosa.

16) Menghadirkan niat ikhlas setiap saat

Indikator Kesucian dari Materialisme

1) Rajin shalat jama’ah di masjid, rajin shalat sunnah, shalat tahajjud, shalat dhuha, shaum sunnah.

2) Rajin membaca al-qur’an.

3) Rajin ikut pengajian, membaca buku-buku Islam, bahkan aktif konsultasi.

4) Rajin berdzikir dan berdo’a.

5) Senang membantu orang lain.

6) Pandai menghargai orang lain/ tawadhu.

7) Menangis menyesali dosa setiap hari minimal sekali sepekan.

8) Selalu berniat untuk meningkatkan khusyu’.

9) Selalu merasakan muraqabah.

10) Selalu bersiap untuk mati dan selalu dalam keadaan berwudhu.

11) Menyesali keterlambatan beribadah, perbuatan dosa dan kelalaian.

12) Menjauhi kedzaliman.

13) Menghayati cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Islam, cinta kepada sesama muslim.

14) Mendidik anak menjadi anak shalih.

15) Rajin berda’wah, memberi nasihat/aktif pada lembaga Islam.

16) Tidak membeli perabot yang kurang bermanfaat.

17) Setiap hari bersedekah.

18) Menghayati perjuangan pengembangan kepribadian muslim setiap hari.

19) Senantiasa mewaspadai bisikan syaitan dan cepat mengalahkannya.

20) Menjauhi semua indikator materialisme.

والله الموفق والحمد لله رب العالمين

Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA

Assalamualaikum

Zikruloh …

Tema ini adalah upaya untuk memandu ummat untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Dzikrullah, sebagai salah satu bentuk pengembangan kepribadian muslim.


Urgensi Tema :

Materi ini dipandang penting untuk dikaji bersama, berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain:

1.Dzikrullah adalah kewajiban setiap muslim. (Q.S. Al-Ahzab (33): 41-42.
2.Dzikrullah adalah kebutuhan setiap muslim untuk ketenangan hati dan kebahagiaan hidup. (Q.S. Ar-Ra’d (13): 28.
3.Dzikrullah memerlukan pemahaman yang benar, penghayatan yang selalu meningkat serta pengamalan yang berkesinambungan.


Pokok-pokok  :
1. Pengertian Dzikrullah.

Dzikrullah berarti : Mengingat Allah , menyebut nama Allah, dan juga berarti peringatan Allah (Al-Qur’an).
2. Dzikrullah adalah amal saleh yang sangat mulia. (Q.S. Al-Ahzab (33): 35.

Sabda Rasulullah SAW – Allah Ta’ala berfirman : “ Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepadaKu. Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia menyebut namaKu dalam satu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila ia mendekat kepadaKu sejengkal, niscaya Aku mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku mendekat kepadanya sedepah. Dan jika ia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), niscaya Aku mendatangnya dengan berjalan cepat”. (H.R. Bukhari & Muslim )


3. Bentuk-Bentuk Dzikrullah :

a. Dzikir dalam shalat
b. Dzikir dalam Haji dan Umrah.
c. Dzikir sesudah Shalat.
d. Dzikir Pagi dan Sore.
e. Dzikir Munasabat (keadaan)
f. Dzikir Tahlil 100 kali sehari.
g. Dzikir Tasbih 100 kali sehari.
h. Dzikir Istighfar 100 kali sehari.
i. Dzikir Shalawat min. 20 kali sehari.
j. Tilawah Al-Qur’an.
k. Dzikir Hauqalah (Lahaula Walaquwwata Illa Billahi).
l. Dzikir Mutlaq (Al-Bagiyat As-shalihat : Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar Lailahaillalah).


4. Pembagian Dzikrullah :

a. Dzikir Billisan (Dzikir dg lidah). Dengan mengucapkan kalimat-kalimat Thayyibah.
b. Dzikir Biilqalbi (Dzikir Dlm hati), Yaitu dengan merenungkan keAgungan Allah pada ciptaanNya.
c. Dzikir Billisan Wal Qalbi (Dzikir yang memadukan antara lisan dan qalbu), lisan yang mengucapkan dan hati yang menghayatinya.


5. Kiat-kiat Penghayatan Dzikrullah :

a. Pemahaman Arti kalimat-kalimat Dzikir.
b. Mengahadirkan keyakinan bahwa Allah sedang melihat dan mendengar kita.
c. Menghadirkan keyakinan bahwa Dzikir yang kita lakukan ini adalah solusi segala problem kita dan rahasia kebahagiaan kita.
d. Menghadirkan rasa cinta kepada Allah, Rasa takut pada murkaNya, rasa harap pada pertolonganNya.
e. Mematuhi aturan-aturan Dzikrullah dan menerapkan Adab-adabnya.


6. Aspek Pengamalan Dzikrullah :

a. Orientasi pada Dzikir yang Ma’tsur (bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah), tinggalkan yang tidak Ma’tsur yang Ma’tsur sudah sangat banyak tidak perlu ditambah dengan yang lain.

b. Programkan peningkatan Dzikir setiap pekan. Tambah dan tambah selalu Dzikir anda. Pasti bahagia.

c. Milikilah min. 1 buku Dzikir yang Ma’tsur, lalu amalkan dengan penuh semangat, sebagai contoh buku kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan As-Sunnah oleh Syaikh Said Bin Ali Al-Qahtaniy.

d. Sangat baik jika kita membiasakan diri untuk Dzikir menjelang subuh, sesudah Subuh, dan menjelang Maghrib.

e. Sangat baik jika kita membiasakan diri untuk selalu dalam keadaan ada wudhu’ karena hal itu sangat kondusif untuk memperbanyak Dzikir dan menyambung hari dengan Allah.


7. Kendala –kendala dzikrullah dan solusionya :

a. Gemar melakukan dosa
b. Terlalu sering lalai (lupa Allah)
c. Sangat sibuk mencari nafkah (kelelahan dan tidak ada waktu).
d. Pengamalan dzikir yang tidak berkhasiat.
e. Sikap arogan, apriori dan fanatisme golongan (hati yang jeras)
Tawaran solusi :

a. Membangun kesadaran akan kelemahan sdan keterbatasan kita sebagai manusia yang sangat bergantung kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah.

b. Membangun keyakinan pada manfaat-manfaat dzikrullah.

c. Membangun kesadaran aka pentingnya renungan-renungan pribadi yang serius dan menghadiri majelis ta’lim yang terpadu.

d. Membiasakan diri untuk memenej waktu yang baik.

e. Memaksakan diri untuk setiap kebaikan, untuk sebuah pembinaan yang positif.
Ingat !! tidak ada perubahan tanpa pemaksaan diri !.

f. Mengingat kematian sebagai upaya untuk membangun kesadaran.


Aplikasi dalam kehidupan sehari hari

Setelah mengikuti materi ini, sangat diharapkan ada berkah Allah yang turun kepada kita semua sehingga kita benar-benar termotovasi untuk mengamalkan hal-hal yang benar dari materi ini. Untuk itu diusulkan program berikut ini :

1. Hadirkan niat Iklash selalu dalam setiap aktivitas.

2. Jauhkan sikap arogan, apriori dan fanatisme golongan. Tolak ukur kebenaran bagi kita hanyalah Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sahih

3. Yakinkan bahwa bacaan Shalat kita sudah sesuai dengan sunnah. Lalu yakinkan bahwa kita sudah menguasai artinya.

4. Mari membiasakan diri untuk menyempurnakan Dzikir Ba’da Shalat.Jangan tergesa-gesa !.

5. Kapan Ada niat untuk berdzikir, lakukan segera, jangan ditunda ! (kecuali pada saat dikamar mandi).

Selamat Berdzikir Ma’tsur. Selamat Berbahagia.
Sukses selalu untuk kita. Amiin.
Wallahu A’lam . Wallahu Muwaffiq. Alhamdulillahi Rabbilalamin.

Assalamualaikum

Bersama Allah no problem

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Merupakan tugas kita semua, menyambungkan hidup ini dengan Allah, Al-Ilah, sesembahan satu-satunya, Ar-Rabb, Tuhan satu-satunya, Ar-Rahman, yang Maha Pengasih, Ar-Rahim yang Maha Penyayang. Menyambungkan seluruh aspek hidup ini dengan Dzat yang Maha Mulia itu, dengan jalan mengamalkan seluruh perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Demikianlah kita mem-buktikan iman kepadaNya. Demikianlah kita berjuang untuk menjadi hambaNya yang mencari ridhaNya. Demikianlah kita bekerja keras untuk mendekat kepadaNya.

Keyakinan kita kepada Allah, pemilik tunggal Asmaul Husna, memotivasi kita untuk menyambungkan pikiran kita, hati kita, perasaan kita, ucapan dan prilaku kita dengan Dzat yang Maha Mulia itu. Kita selalu berorientasi pada ridhaNya.

Kita senantiasa berfikir bagaimana mengamalkan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kita selalu bekerja untuk mendapatkan kasih sayangNya. Ucapan kita pun selalu dijaga, agar tidak ada kata-kata yang dapat mengundang murkaNya. Bahkan perasaan kita pun selalu dikontrol agar perasaan kita kepada Allah selalu baik, selalu bersangka baik kepada Allah.

Demikianlah kita menuhankan Allah. Demikianlah kita bertauhid. Demikianlah kita menghayati iman kita kepada Allah. Demikianlah kita berusaha membuktikan keyakinan kita kepada Allah.
Marilah kita merenungkan firman Allah Swt:

فَفِرُّوْ إِلَى اللهِ

“Maka berlarilah kamu kepada Allah” QS : Adzariyat : 50

Ayat ini memerintahkan kita untuk berlari kepada Allah. Artinya, kita diwajibkan untuk bercepat-cepat mengamalkan perintahNya, dan cepat-cepat menjauhi laranganNya.

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman:

وَسَارِعُوْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

“Dan besegeralah kamu menuju ampunan dari TuhanMu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa” QS. Ali Imran : 133

Ayat yang mulia ini memerintahkan kepada kita bercepat-cepat menuju ampunan Allah dan syurgaNya. Maksudnya, kita diperintah oleh Allah untuk segera bertaubat, memperbanyak istighfar, segera beribadah, memperbanyak amal shaleh, menjauhi dosa dan maksiat. Dengan demikian kita akan mendapat ampunan Allah dan syurgaNya.

Orang yang beriman selalu berusaha untuk waspada. Mewaspadai penyimpangan dari jalan Allah. Mewaspadai kelalaian. Mewaspadai bisikan syetan.

Mewaspadai sangkaan jelek terhadap Allah Swt. Dengan kewaspadaan itu, seorang mu’min menjaga kesadarannya. Yaitu kesadaran sebagai hamba Allah yang mencari ridha Allah. Kesadaran sebagai muslim yang merindukan kasih sayang Allah Ar-Rahman, Ar-Rahim.

Kesadaran sebagai makhluk Allah yang amat sangat lemah sekali, sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan Allah setiap detik. Kesadaran sebagai musafir di dunia ini, sebentar lagi akan meneruskan perjalanan menuju keabadian syurga firdaus yang mulia. Amin.

Sesungguhnya kesadaran-kesadaran inilah yang wajib kita bangun dalam kepribadian kita pada setiap rukuk dan sujud kita. Pada setiap ayat Al-Qur’an yang kita baca. Pada setiap untaian dzikir yang kita bisikkan. Pada setiap ungkapan permohonan kita kepada Allah.

Pada setiap kerja-kerja da’wah kita, kerja-kerja amal shaleh kita, jihad-jihad sosial, budaya, politik, seni, pendidikan, dan ekonomi yang kita galakkan setiap hari, setiap saat.

Cobalah kita renungkan hikmah yang sangat besar dari anjuran Rasulullah saw untuk selalu membaca “Bismillah” pada awal setiap kegiatan positif. Sebelum makan, kita membaca “Bismillah” Artinya: Dengan nama Allah saya makan.

Maksudnya, dengan memohon bantuan Allah saya makan. Sebelum minum, kita membaca “Bismillah” maksudnya: Dengan memohon berkah Allah saya minum. Sebelum membaca, kita membaca “Bismillah” maksudnya : Ya Allah berkatilah hambaMu pada bacaan ini.

Demikianlah seluruh aktifitas positif yang kita lakukan, penuh dengan pendidikan bismillah, untuk menyambungkan kita dengan Allah Swt, untuk memperkuat keyakinan dan kesadaran kita sebagai hamba Allah yang beriman.

Bila kita telah menikmati keakraban dengan Allah, niscaya kita akan merasa kehilangan bila tidak shalat jamaah di masjid. Bila kita telah merasa bahagia dengan ibadah, niscaya kita akan menyesal bila kita menyempurnakan shalat sunnah rawatib dalam sehari semalam.

Bila kita telah merasakan indahnya membaca Al-Qur’an, niscaya kita merasa sangat rugi, jika dalam sehari semalam, kita tidak sempat membaca Al-Qur’an. Bila kita telah merasa enaknya dzikir, niscaya kita merasa susah bila ada wirid dzikir yang kita abaikan dalam sehari.

Bila kita telah merasakan lezatnya do’a, niscaya kita tidak bosan-bosan berdo’a, memohon dan meminta kepada Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Bila kita telah merasakan mulianya mebantu orang lain, niscaya kita merasa rugi bila dalam sehari, tidak ada orang yang kita bantu.

Bila kita telah merasakan manfaatnya da’wah, niscaya kita menyesal bila dalam sehari, tidak ada orang yang kita nasehati. Demikianlah semua bentuk ibadah dan amal shaleh. Bila telah dinikmati, kita akan merasa sedih bila kita abaikan.

Inilah refleksi dari jaminan Allah Swt untuk orang yang senantiasa mengikuti petunjukNya:

فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Barangsiapa mengikuti petunjukKu, niscaya tak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak berduka cita” QS. Al-Baqarah : 38

Maksudnya, orang yang senantiasa mengikuti petunjuk Allah, pasti bahagia. Pasti tenang. Pasti senang. Pasti optimis. Pasti berani dalam kebenaran. Pasti kuat dalam menghadapi tantangan iman.

Dalam ayat lain Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ اْلمَلاَئِكَةُ أَنْ لاَ تَخَافُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا، وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ اَّلتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka senantiasa beristiqamah, niscaya pasti turun kepada mereka malaikat yang menyatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih. Bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu” QS : Fussilat : 30

Perjuangan untuk mewujudkan ayat mulia ini ialah perjuangan istiqamah. Yaitu istiqamah dalam iman. Istiqamah dalam tauhid. Istiqamah dalam peningkatan ibadah. Istiqamah dalam dzikir, do’a, tilawah, da’wah, sedekah, kata-kata yang baik, akhlak yang mulia.

Olehnya itu, bila kita sedih dan susah, berse-geralah bertaubat, beribadah, berdzikir dan berdo’a yang khusyu’ dan panjang. Bila kita mendapatkan ujian-ujian hidup, penderitaan-penderitaan sesaat, kembalilah ke jalan istiqamah. Renungkanlah iman kita.

Renungkanlah betapa banyaknya dosa dan kelalaian kita. Renungkanlah Asmaul Husna. Beristiqamahlah

Oleh ustadz Yachya Yusliha

Assalamualaikum

Ingat di sekitar kita ada malaikat :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Kita semua berkeyakinan bahwa ada makhluk yang mulia yang bernama malaikat.

Keyakinan ini adalah rukun iman yang kedua. Sehingga tidak sah keislaman kita bila mengingkari eksistensi malaikat.

Di sinilah letak urgensi pembelajaran tentang hal ini. Selain bahwa penghayatan iman kepada para malaikat adalah sarana efektif untuk peningkatan dan pemberdayaan iman.


Pengertian iman kepada malaikat

Iman kepada para malaikat ialah: Keyakinan yang utuh, tidak dinodai dengan keraguan sedikit pun, terhadap keberadaan makhluk Allah yang mulia, yang bernama malaikat, diciptakan dari cahaya, semuanya taat kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaikan, akan tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat” QS. Al-Baqarah : 177.

Perinciannya, antara lain:

1. Malaikat itu tidak makan, tidak minum, tidak nikah.
2. Malaikat itu adalah makhluk yang taat kepada Allah. Allah Swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” QS. At-Tahrim : 6

3. Malaikat melaksanakan beberapa tugas yang diberikan oleh Allah Swt, seperti:

    Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu dari Allah kepada para Rasul-Nya
    Malaikat Mikail sebagai pemberi rezeki
    Malaikat Malik sebagai penjaga Neraka

Selain itu, ada malaikat penjaga syurga, ada malaikat pencabut nyawa, ada malaikat pencatat amal, ada malaikat pembawa rahmat, ada malaikat penjaga dari bahaya, ada malaikat pencari kelompok-kelompok dzikir, dst. Allah Swt berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ. مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

“Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh jibril, maka jibril telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan mejadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang kafir. Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, jibril dan mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”.
QS. Al-Baqarah : 97-98

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. Qs. Qaaf : 18

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ. كِرَامًا كَاتِبِينَ. يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS. Al-Infitaar : 10-12.


Pengamalan iman kepada para malaikat

1.Meyakini keberadaan para malaikat, secara umum.

2.Meyakini rincian nama-nama, sifat-sifat, tugas-tugas para malaikat secara rinci, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis shahih.

3.Meyakini kemuliaan para malaikat.


Penghayatan iman kepada para malaikat

1. Berusaha untuk selalu mengingat dan menyadari kehadiran malaikat pencatat amal bersama kita di manapun kita berada.
2. Berupaya untuk selalu mengingat dan menyadari penjagaan malaikat setiap saat, terutama pada pagi dan sore kita membaca dzikir penolak bala yang sunnah:

3 x بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

“Dengan nama Allah yang bersama namaNya tidak terjadi bahaya apapun di bumi dan di langit, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari bahaya ciptaanNya” 3X
Merasakan penjagaan malaikat, setiap kita keluar rumah dengan membaca dzikir yang diajarkan oleh Nabi Saw:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tak ada upaya dan kekuatan melainkan dari Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu bahwa aku sesat atau disesatkan, atau tergelincir atau di gelincirkan, atau aku menzhalimi atau di zhalimi, atau aku tidak tahu, atau di tipu oleh orang lain”

Menyadari penjagaan malaikat setiap kali kita membaca Ayat Kursi sebelum tidur.

3. Menyadari kehadiran malaikat pembawa rahmat kepada kita setiap kali kita menghadiri pengajian.

4. Menyadari do’a malaikat untuk kita, setiap kali kita mengajarkan ilmu yang bermanfaat.
Menyadari do’a malaikat setiap kali kita duduk di masjid menanti iqamah.

5. Menyadari pergantian malaikat pencatat amal setiap shalat ashar di masjid pada hari-hari senin dan kamis.

Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita sebuah do’a yang menyebutkan nama-nama beberapa malaikat. Do’a ini sangat baik untuk kita baca, dihafal dan diamalkan:

اَلَّلهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَفِيْلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَلأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمْ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفُ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطَ الْمُسْتَقِيْمٍ

“Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, Israfil. Wahai pencipta langit dan bumi, wahai Tuhan yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Hanya Engkaulah yang memutuskan perkara di antara segenap hambaMu pada masalah yang mereka perselisihkan. Bimbinglah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan itu, dengan izinMu. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki, Kepada jalan yang lurus” AMIN. HR. Muslim.

Demikianlah kita dihimbau untuk menambah ilmu tentang malaikat dari sumber-sumber yang shahih. Demikianlah kita diajak untuk meningkatkan pengamalan dan penghayatan iman kepada para malaikat. Karena iman kepada para malaikat adalah rukun iman yang kedua.

Iman kepada para malaikat, sangat memotivasi untuk beribadah dan beramal shaleh. Marilah kita berjuang untuk mengamalkan himbauan dan seruan ini. Lalu Fastaqim (Beristiqamahlah)!

Assalamualaikum …

Hari ahir

Salah satu rukum iman yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah beriman kepada hari akhirat. Hari akhirat atau hari kiamat adalah hari dimana bumi ini hancur dan kehidupan akan berlanjut ke alam yang lain dimana hanya ada surga dan neraka.

Hari kiamat adalah hari yang dahsyat sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an di banyak ayat dan juga telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadits-haditsnya.

Pemahaman akan hari akhirat sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap keimana dan semangat seorang muslim dalam beramal. Karena itulah, seorang muslim mesti mempelajari dan merenungi hal-hal yang terkait dengan hari akhirat.


Peringatan Hari Akhirat

Sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Semua yang hidup hanyalah menumpang dan pasti akan meninggal dunia. Dunia hanyalah tempat untuk beramal untuk bekal kehidupan akhirat.

Jangan terpesona dengan kehidupan dunia yang fana ini, sehingga lalai dari tugas dan kewajiban menyembah Allah Azza Wajalla Rabb segala sesuatu. Betapa banyak peringatan dari Allah Ta’ala dan rasulnya akan hinanya kehidupan dunia.

Ingatlah, kematian pasti menjemput setiap yang hidup. Renungkanlah, peristiwa yang akan menyusulnya saat semua manusia dikumpulkan pada suatu tempat yakni padang mahsyar untuk diadili.

Renungkanlah, bagaimana nanti keadaan kita saat ajal datang menjemput. Saat dimana segala hal yang ada disekitar akan ditinggalkan seperti keluarga, rumah, harta dan teman-teman yang selama ini kita banggakan.

Lalu, setelah itu ditimbun dalam kuburan yang sempit seorang diri dan hanya ditemani oleh amal perbuatan selama hidup di dunia.

Sudahkah kita menyiapkan amal sholeh yang akan menjadi penyelamat di alam kubur dan pada hari pengadilan nanti?

Kematian merupakan hal yang pasti akan dialami oleh tiap-tiap yang bernyawa. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Azza Wajalla dalam firmannya dalam surat Ali Imran. Allah Ta’ala berfirman:

Pencabutan Nyawa Orang Sholeh dan Orang Zholim

Pencabutan nyawa orang-orang sholeh dilakukan dengan lembut dan nyawanya pun keluar dengan mudah. Lalu setelah itu, nyawa yang telah keluar dari jasad tersebut diberi wewangian dari surga.

Kemudia Malaikat pencabut nyawa membawa ruh itu ke hadapan Rabb dan para penghuni langit yang dilewatinya semuanya memujinya dan memanggilnya dengan nama yang terbaik.

Hal ini telah diceritakan panjang lebar dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam riwayat Barra’ bin Azib.

Ingatlah, saat dimana sangkakala ditiup pertama kali dan semua yang ada di bumi maupun di langit meninggal, kecuali yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

Lalu kemudian sangkakala ditiup untuk kedua kalinya dan semua makhluk bangkit lagi, mulai dari manusia yang pertama sampai yang manusia yang terkhir.

Pada saat itu, manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tidak beralas kaki. Pada saat itu, setiap orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing menunggu pengadilan sang Maha Adil dan tidak akan ada lagi yang peduli dengan urusan orang lain.


Renungan Hari Akhir

Setiap muslim hendaknya merenungi hariyang dahsyat ini, saat semua manusia diumpulkan di satu tempat untuk mempertanggung jawabkan amalnya selama hidup di dunia.

Hari akhirat adalah awal dari kehidupan yang hakiki, dimana keadan setiap orang sesuai dengan amalnya selama hidup di dunia.

Orang-orang bertakwa akan hidup dalam kebahagiaan dan orang-orang kafir serta orang yang selalu mengerjakan kemaksiatan akan hidup dalam kesengsaraan yang sangat pedih.

Orang bertakwa akan dimasukkan ke surga yang penuh dengan kenikmatan. Adapun orang kafir fan orang fasik akan dimasukkan ke neraka yang penuh dengan kesengsaraan.

Semoga kita termasuk orang bertakwa dan dikumpulkan bersama orang-orang sholeh di akhirat kelak dan dijauhkan dari pedihnya siksa neraka. Amin.

Assalamualaikum

Renungan kematian

Urgensi renungan kematian

1. Kematian adalah akhir yang sangat pasti dari kehidupan di dunia ini.

Mari merenungkan firman Allah dalam surah :

يَاأَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

“Hai Manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya.” Surah Al-Insyiqaq : 6.

2. Al-Qur’an dan As-Sunnah memberi penjelasan yang rinci tentang hakikat kematian. Penjelasan ini penting untuk dikaji dan direnungkan dalam upaya membangun kepribadian muslim secara berkesi-nambungan.

3. Kesibukan keseharian sering kali membuat kita lalai mengingat kematian.
Mari merenungkan firman Allah dalam surah : At-Takasur 1-2, surah Al-Anbiya’ : 1

Pokok-pokok

1. Kematian adalah satu kepastian yang tidak mungkin terhindarkan .

Mari merenungkan firman Allah dalam surah : Ali Imran : 185, surah Al-A’raf : 34, surah An-Nahl : 61.

2. Kematian itu telah ditentukan waktunya, tempatnya dan penyebabnya.

Mari merenungkan firman Allah dalam surah : Luqman : 34, surah Al-Munafiqun : 10-11.

3. Kematian itu melalui proses pencabutan nyawa yang dilakukan oleh malaikat maut.

Mari merenungkan firman Allah :

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُون

“Katakanlah : Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawamu) akan mematikan kamu kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan. [As-Sajadah : 11]

4. Proses pencabutan nyawa didahului dengan sekarat (keadaan mabuk/ tidak sadar). Mari merenungkan firman Allah dalam surah : Al-An’am : 93, surah Qaf : 19, surah Al-Qiyamah : 26-35.

5. Kemudahan dan kesulitan pencabutan nyawa, bukanlah ukuran satu-satunya keselamatan/ kebinasaan.

6. Hikmah penyakit/ musibah :

-Penghapus dosa. – Memotivasi taubat.
-Penguat iman. – Lebih siap untuk mati.
-Penambah amal.

7. Syarat untuk meraih hikmah penyakit/ musibah :

a. Ikhlas c. Sabar
b. Ada kesungguhan untuk meraih hikmah yang banyak.

8. Kemuliaan husnul khatimah (kehidupan yang diakhiri dengan amal shaleh).

Beberapa kiat untuk meraih khusnul khatimah :

a. Taubat. d. Pergaulan yang shaleh.
b. Cinta pada ibadah dan amal. e. Dzikrul maut (mengingat kematian).
c. Uang halal. f. Do’a

9. Bahaya su-ul khatimah (kehidupan yang diakhiri dengan dosa).

10. Dosa penyebab azab kubur :

a. Tidak bersih ketika buang air kecil.
b.Namimah (mengadu domba/ menyebarkan permusuhan)

Tindak lanjut

1. Membiasakan diri mengucapkan dalam hati,

”Apa yang sebaiknya saya lakukan sekiranya saya mati hari ini ?”

2. Menghayati setiap ibadah dan amal shaleh dengan ucapan :

”Saya melakukan amal ini sebagai bekal untuk akhirat. Saya ingin masuk syurga”.

3. Memperbanyak amal andalan. Yaitu amal jariyah dan amal yang istiqamah.

4. mengamalkan dzikir yang banyak, terutama azkar munasabat (aktifitas dan peristiwa).

5. Memperbanyak do’a memohon khusnul khatimah dan berlindung dari su-ul khatimah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ اَسْاَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikan di akhir hidupku dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan di akhir hidupku”

والله اعلم بالصواب والله الموفق والحمد لله رب العا لمين

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai