Assalamu’alaikum …

Doa Agar Hati Tenang Menghilangkan Perasaan Sedih, Marah, Gelisah, dan Negatif

Doa Agar Hati Tenang Menghilangkan Perasaan Sedih, Marah, Gelisah, dan Negatif

Himpunan doa penenang hati daripada Al-Quran & hadist untuk meredakan perasaan sedih, marah, gelisah, stres, dan mengusir semua yang negatif.

Doa ketenangan hati

Doa penenang hati dan pikiran adalah bacaan yang di ucapkan ketika seseorang mengalami keresahan dalam jiwanya, baik itu karena karena di phk dari pekerjaan, keadaan ekonomi tidak terlalu baik atau yang lainnya, maka dengan selalu mengamalkan doa ini insyaallah semua kecemasan serta hati yang tak menentu akan segera di hilangkan.

Do’a dan Dzikir kepada Allah adalah ibadah yang sangat agung dan memiliki banyak faedah dan keutamaan bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat.

Oleh karenanya, seorang muslim sudah semestinya bersikap istiqomah (kontinue) dalam memperbanyak doa dan dzikir di saat senang maupun sedih, dalam keadaan lapang maupun sempit, dan sehat maupun sakit.

Doa penenang hati yang mana doa merupakan permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya.

Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan, karena setiap orang islam senantiasa diuji dengan berbagai cobaan, merasakan kesedihan karena sesuatu menimpa anda seperti gagal dalam ujian, sulit mencari pekerjaan, harta hilang, kematian yang menimpa keluarga anda, tidak mendapatkan sesuatau yang anda cita-citakan, jodoh tidak kunjung datang dan musibah-musibah lain, maka ada do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Doa dan amalan agar hati tenang, tidak gelisah, sabar serta ikhlas lengkap dengan artinya

Inilah bacaan doa agar hati tenang serta tidak gelisah

1. Doa Agar Hati Tenang

Doa Agar Hati Tenang Menghilangkan Perasaan Sedih, Marah, Gelisah, dan Negatif

2. Doa Menenangkan Hati

Doa Agar Hati Tenang Menghilangkan Perasaan Sedih, Marah, Gelisah, dan Negatif

Hati adalah lentera yang terang bagi pemiliknya .cahayanya mudah redup ketika kita merasakan kegelisahan yang menjelma dan telah merasuki serta mengelabuhi hati kita ,sahabat jangan biarkan cahaya hati semakin meredup berilah hati sarapan yang cukup karena sesugguhnya bukan hanya tubuh yang membutuhkan asupan tapi hati juga butuh akan hal-hal yang membangkitkan kebaikan di dalamnya.

Banyak dibaca:

Amalan Agar Hati Tenang

Di samping doa-doa penenang hati di atas, amalan-alaman berikut ini juga akan membuat hati tenang dalam menghadapi segala masalah.

1. Hadapi Masalah dengan Sabar

Saat mengalami suatu cobaan atau masalah yang sangat berat sehingga membuat hati menjadi tidak tenang, gelisah, dan lain sebagainya, maka cobalah untuk tetap bersabar.

Allah telah berfirman dalam surat Albaqarah ayat 153 yang artinya “Sesungguhnya Aku bersama orang-orang yang sabar”.

2. Membaca atau Mendengarkan Ayat-ayat Alquran

Salah satu obat penawar penyakit hati adalah membaca ayat-ayat Alquran atau mendengarkan baik-baik orang yang sedang membaca Alquran.

Membaca atau mendengarkan Alquran dengan hati yang khusyuk akan membuat batin menjadi tentram, jiwa menjadi tenang, pikiran menjadi segar kembali, dan hidup menjadi terasa damai.

3. Membaca Surat Yasin

Surat Yassin mempunyai aura yang dapat menenangkan hati dan pikiran yang gelisah. Bacalah surat Yassin dengan khusyuk selepas salat wajib. InsyaAllah akan membuat hati Anda menjadi tenang.

4. Mendirikan Salat Tahajud

Dengan mendirikan salat tahajud, jiwa akan menjadi kuat dan hati akan mendapat ketenangan dalam menghadapi cobaan.

Selain itu, doa mustajab adalah doa yang dilakukan pada malam hari, yaitu sesudah salat tahajud. Setelah salat tahajud, bacalah doa-doa penenang hati yang telah dituliskan di atas.

5. Memperbanyak Istighfar dan Zikir kepada Allah

Ada dua amalan wirid zikir yang mustajab untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran, yaitu dengan berzikir “Hasbunallah wa ni’mal wakiil” dan “La haula wala quwwata illa billah”.

6. Senantiasa Mengingat Allah

Senantiasa mengingat Allah akan menentramkan hati yang sedang gelisah.

Apa pun yang membuat hati kita sedih, Allah lebih  Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Bukankah Allah telah bersabda, “La tahzan, innallaha ma ana”. Janganlah bersedih, karena Allah bersama kita.

Banyak dibaca:

DOA PENENANG HATI YANG UNTUK MENGHILANGKAN STRES, SEDIH, DAN GELISAH

Berikut adalah himpunan doa penenang hati dari Al-Quran dan hadis yang boleh diamalkan. Ianya pendek dan mudah dihafal.

DOA 1

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِالْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ و شَمَاتَةِ الْاَعْدَاءِ

(Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’.)

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk & dari keberhasilan musuh” – Sahih Bukhari

DOA 2

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْث

(Yaa hayyu yaa qayyuumm. Bi rahmatika astaghiiths.)

Artinya : “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak memerlukan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan.” – Hadis Riwayat Tirmidzi

DOA 3

اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا

(Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla)

Artinya: “Wahai Tuhanku, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah dan perkara yang susah boleh Engkau jadikan mudah apabila Engkau mengkehendakinya.” – Sahih Ibnu Hibban

DOA 4

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ

وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

(Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.)

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang.” – Sahih Bukhari

DOA 5

لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ

(Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minaz zholimin.)

Artinya: “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari pada orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” – Surah Al-Anbiya’ Ayat 87

Banyak dibaca:

DOA 6

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

(Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli)

Artinya: “Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku.” – Surah Taha Ayat 25-28

DOA 7

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Hasbunallah wanikmal wakil)

Artinya: “Cukuplah Allah sebagai Pelindung kami” – Surah Al-Imran Ayat 173

Assalamualaikum

Doa Rasulullah untuk yang Sakit Gigi

Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa berikut ini saat alami sakit gigi dan gusi.

Temen temen – Perlu kamu tahu, setiap penyakit pasti ada obatnya. Salah satunya dengan berdoa secara sungguh-sungguh. Advertisement

Hal ini juga berlaku untuk sakit gigi. Membaca lafal doa yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW merupakan keutamaan. 

“Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah ‘Auudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)’.” (HR. Muslim)

Dalam Syarah Hisnul Muslim disebutkan asbabul wurud hadis ini. Suatu hari ada seorang sahabat Nabi SAW yang datang mengeluhkan sakit pada anggota tubuhnya.

Ia bernama Utsman bin Al Ash RA, yang merasakan sakit sejak ia masuk Islam. Lalu Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut:

1. Letakkan tangan pada tempat yang sakit

2. Baca Bismillah tiga kali

3. Lalu sebanyak tujuh kali membaca doa……….selengkapnya baca di sini.    (ism) 

Assalamualaikum

7 Cara Mengobati Bisul Tanpa Harus Ke Dokter, Mudah & Sederhana

Jangan sampai bisulan terlalu lama, kan gak nyaman!

7 Cara Mengobati Bisul Tanpa Harus Ke Dokter, Mudah & Sederhana

Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit saat disentuh dan berisi nanah. Benjolan tersebut diakibatkan oleh infeksi kulit yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit.

Namun, tidak perlu bersusah payah ke dokter untuk mengobatinya, kecuali benar-benar terpaksa. Sebab, dengan beberapa langkah sederhana ini sudah bisa membuat bisul mengecil serta menghilang. Inilah 7 cara mengobati bisul yang dikenal ampuh!

1. Jangan memecahkan bisul dengan paksa

stylecraze.com

Pada dasarnya, bisul akan sembuh jika benjolan yang terdapat di kulit sudah pecah. Akan tetapi, bisul yang pecah tidak dengan sendirinya atau pecah secara paksa dapat memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri pada kulit lainnya. Oleh karena itu, lebih baik untuk menunggu bisul hingga pecah dengan sendirinya.

2. Oleskan dengan salep antibiotik

Sebenarnya, bisul yang muncul pada kulit bisa saja diobati dengan mudah. Salah satunya adalah dengan menggunakan obat salep khusus bisul yang telah banyak tersedia di apotek atau toko obat. Penggunaan salep ini bisa meringankan infeksi yang terjadi pada bisul.

3. Hindari menyentuh bisul

Usahakan jangan menyentuh bahkan memegang bisul dengan tangan tanpa mencucinya terlebih dahulu. Hal ini karena bisul sangat sensitif terhadap bakteri sehingga memungkinkan untuk terjadinya infeksi-infeksi lain saat disentuh dengan tangan yang kotor.

Oleh karena itu, sebelum dan sesudah kamu mengobati bisul sebaiknya cuci tangan dengan air dan sabun.

4. Tutup bisul dengan kain kasa yang steril

Benjolan bisul yang sudah pecah bisa saja kembali mengalami infeksi jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, segeralah tutup bisul yang sudah pecah dengan kain kasa yang sudah diberikan alkohol dan sabun anti-bakteri. Hal ini agar kain kasa bersifat steril dan menghindari bisul dari adanya infeksi lain.

5. Rutin mengganti perban

Untuk menutupi bisul yang sudah membesar, biasanya bisul akan diberikan perban yang telah disterilkan. Rutin mengganti perban pada bisul merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari adanya infeksi lain yang terjadi pada bisul. Ganti lah perban dua hingga tiga kali sehari, agar hal tersebut tidak terjadi.

6. Kompres bisul dengan air hangat

Untuk dapat mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh adanya infeksi pada benjolan bisul tersebut, kamu dapat mencobanya dengan mengompres bisul dengan air hangat.

Selain itu, rutin melakukan hal ini sebanyak tiga kali dalam sehari juga dapat mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan. Sehingga, bisul akan matang dan mengecil dengan sendirinya.

7. Kalau masih tidak bisa dengan cara-cara di atas, apa boleh buat, periksa ke dokter

Jika bisul mengalami infeksi yang cukup parah sehingga semakin membesar dan menyebabkan peradangan atau karbunkel, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Hal ini karena nanah yang menggumpal pada bisul harus dikeluarkan dengan cara medis, agar tidak terjadi infeksi yang membahayakan kamu lebih jauh.

Itu dia beberapa upaya atau cara mengobati bisul yang dapat kamu terapkan sendiri di rumah. Meski begitu, jika bisul tidak sembuh dalam waktu dekat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, agar tidak membahayakan kesehatan.

Assalamualaikum

Do’a untuk menyembuhkan penyakit mata.

Agar Terhindar dari Sakit Mata, Ini Doa yang Diajarkan Nabi Khidir

– Sakit mata biasanya disebabkan terpapar debu yang mengandung bakteri. Kotoran mata yang disebabkan sakit mata biasanya membuat kita tidak nyaman dan terganggu. Selain menjaga kebersihan, ada baiknya kita juga mengamalkan doa yang diajarkan Nabi Khidir agar terhindar dari sakit mata. Menurut riwayat dari Nabi Khidir, saat azan berkumandang, dan muazin sudah sampai mengumandangkan asyhadu anna Muhammadar rasulullah, maka kita dianjurkan membaca doa berikut:

مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله

Marhaban bi habibi wa qurrata ‘aini Muhammad ibni ‘Abdillah

Selamat datang kekasih dan penyejuk mataku, Muhammad bin Abdullah

Saat membaca doa ini, kedua ibu jari atau jempol kita ditempelkan pada mulut. Setelah selesai membaca doa tersebut, tiuplah kedua ibu jari dan diusapkan pada kedua mata.

Doa ini penulis dapatkan dari manuskrip al-‘Uqud al-Durriyyah karya Habib Salim bin Jindan. Menurut Habib Salim, riwayat tersebut terdapat dalam kitab Gharaib ibn Jadid dan Imam al-Jundi dalam kitab Tarikh-nya. Selain itu, doa ini juga tercantum dalam kitab Tanwirul Qulub karya Syekh Muhammad Amin al-Kurdi. Kakek Habib Salim, Habib Ali bin Mushthafa pernah berguru pada Syekh Muhammad Amin al-Kurdi saat bertemu di Madinah.

Selain riwayat dari Ibnu Jadid, doa ini juga bersumber dari Imam Nurud Din al-Khurasani. Dalam kitab Mawahibul Jalil, Syekh al-Hattab al-Raini menyebutkan riwayat mengenai Imam Nurud Din al-Khurasani yang ditemui Rasulullah saw. dalam mimpi karena meninggalkan doa di atas sebagaimana berikut.

Syekh Shadrud Din bin sayyidina al-Shalih Bahaud Din Utsman bin ‘Ali al-Fasi bercerita bahwa dirinya bertemu Imam Nurud Din al-Khurasani di kota Shiraz, Iran. Saat itu, Syekh Shadrud Din berada di dekatnya saat azan sedang berkumandang. Saat muazin mengumandangkan azan sampai pada kalimat asyhadu anna Muhammadar rasulullah, Imam Nurud Din al-Khurasani mengecup kedua ibu jarinya, lalu menempelkannya pada kedua kelopak mata sebanyak dua kali. Ia mengusap kelopak matanya memulai dari bawah bagian mata dekat hidung dan diakhiri bagian mata atas yang dekat alis.

“Saya memberanikan diri bertanya pada Imam Nurud Din al-Khurasani mengenai amalan tersebut,” kata Syekh Shadrud Din.

“Saya melakukan hal tersebut tanpa didasari pada riwayat hadis. Karena itu, saya tidak lagi melakukan praktik tersebut pada suatu hari. Saya pun mengalami sakit mata dan mimpi bertemu Rasulullah saw.,” cerita Imam Nurud Din al-Khurasani.

“Dalam mimpi itu, Rasulullah bilang ke saya,” lanjut Imam Nurud Din al-Khurasani. “Mengapa kok kamu tidak pernah mengusap matamu lagi saat azan berkumandang menyebut namaku? Kalau kamu mau sembuh, lakukanlah kembali kebiasaan baikmu itu,” pesan Nabi pada Imam Nurud Din al-Khurasani.

“Saya pun terbangun, saya lakukan lagi apa yang Nabi saw. pesankan pada saya. Hingga saat ini, penyakit mata itu tak pernah datang kembali,” pungkas Syekh Imam Nurud Din.

Obat gatal Islami

Selengkapnya

9 Cara Mengobati Gatal-Gatal di Badan Dengan Cepat

an image

Ketika kulit gatal-gatal, baik di seluruh badan atau bagian tertentu, tentu sangat menjengkelkan. Apalagi gatal-gatal terjadi di malam hari, bisa-bisa begadang semalaman jika tidak segera diatasi. Ada banyak cara mengobati gatal-gatal di badan, baik dengan obat-obatan ataupun cara alami, semua akan dibahas di sini.

Fenomena kulit yang mendadak terasa gatal ada banyak faktor yang melatarinya. Mulai dari gigitan nyamukserangga lain, atau usai bersentuhan dengan jenis tanaman tertentu. Beberapa penyakit kulit pun turut berperan, seperti psoriasiseksimbidurankurapkudis, dan lain-lain.

Bahkan penyakit dalam juga bisa menyebabkan gatal-gatal di kulit, misalnya gangguan liver. Kulit terlalu kering, atau luka lama yang mau sembuh juga bisa menyebabkannya. Selengkapnya baca disini: Kenali Penyebab Gatal Pada Kulit Anda

Apapun penyebabnya, untungnya ada berbagai cara mengobati gatal-gatal yang bisa dilakukan sendiri di rumah, di antaranya sebagai berikut:

 1. Oatmeal

Hasil studi menunjukkan kalau oatmeal aman dan dapat menghilangkan gatal di badan, terutama untuk kulit yang sebelumnya memiliki luka lepuh atau bernanah akibat cacar air, biduran, alergi, atau luka bakar. Oatmeal yang dimaksud di sini adalah tipe koloid, yaitu oat yang sudah berupa bubuk halus. Bahan ini sebenarnya sudah sering ditambahkan dalam produk sabun atau losion.

Anda dapat membelinya, atau membuat sendiri dengan menumbuk/ memblender halus gandum mentah. Cara menghilangkan gatal di badan dengan oatmeal mudah saja. Selain dengan menggunakan produk yang mengandung oatmeal tadi, Anda juga dapat mencampurkan bubuk oat ke dalam air mandi.

2. Gel Lidah Buaya atau Krim penyejuk

Bicara soal cara mengobati gatal-gatal, tentunya gel penyejuk seperti lidah buaya tak boleh sampai terlewatkan. Gel lidah buaya memang ampuh menghilangkan gatal di badan sekaligus menyejukkannya, khususnya bila itu disebabkan gigitan nyamuk atau luka bakar.

Selain lidah buaya, Anda juga dapat memakai produk yang mengandung cooling menthol atau calamine. Guna memaksimalkan efek dinginnya, simpanlah produk ini dalam lemari es.

Baca juga:

  • Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah dan Cara Pemakaiannya
  • 33 Manfaat Lidah Buaya yang Terbukti Ilmiah

3. Pelembab berkualitas tinggi

Seperti disebutkan di awal tadi, salah satu penyebab gatal adalah karena kulit berada dalam kondisi kering. Untuk itu, belilah produk pelembab berkualitas tinggi yang bebas zat pewangi jika kulit sangat mudah kering.

Pelembab yang bagus mampu menahan air pada lapisan terluar kulit sehingga membuatnya tetap terhidrasi dan tidak gatal. Contoh pelembab berkualitas tinggi adalah Cetaphil dan Eucerin.

4. Kompres dingin

Usai digigit nyamuk – ketimbang menggaruknya, sebenarnya ada cara menghilangkan gatal di badan yang lebih efektif dan tidak meninggalkan bekas luka. Caranya adalah dengan menjaga bagian tersebut tetap dingin/ sejuk.

Anda bisa meletakkan kompres dingin, kain basah, atau kantong plastik berisi es di atasnya selama 5-10 menit, atau hingga sensasi gatalnya hilang. Mandi menggunakan air dingin juga membantu. Yang penting, hindarkan area tersebut dari suhu/ air panas agar tak semakin iritasi.

5. Antihistamin

Histamin adalah zat kimia tubuh yang dihasilkan saat terjadi alergi, zat ini dapat memicu gatal-gatal, ruam kemerahan, dan pembengkakan. Karenanya, untuk menghilangkan efek histamin ini, maka diperlukan obat gatal berupa antihistamin. Beberapa contoh antihistamin, seperti CTM, ciproheptadin, difenhidramin, cetirizine, loratadin, dan lain-lain.

Akan tetapi karena, kebanyakan bikin ngantuk, maka ada baiknya obat gatal ini diminum sebelum tidur saja. Kecuali jika yang digunakan adalah antihistamin non-sedatif (tidak bikin ngantuk), contohnya loratadin.

6. Hidrokortison

Cara mengobati gatal-gatal berikutnya adalah dengan mengoleskan krim anti-gatal yang mengandung minimal 1% hidrokortison (salep hidrokortison). Kandungan ini mampu menghambat respon tubuh terhadap radang dan membantu menenangkan kulit iritasi atau gatal. Anda dapat membelinya di toko obat terdekat.

Tapi perlu diingat, penggunaan krim atau salep hanya ditujukan untuk area gatal yang sempit, bukan gatal-gatal di sekujur badan. Untuk kasus gatal yang luas, biasanya dokter meresepkan steroid oral (obat minum).

Baca juga: Obat Gatal Kulit Paling Ampuh di Apotek

7. Antidepresan

Menurut beberapa hasil studi, obat penangkal depresi ternyata juga mampu meredakan gatal. Alasannya karena obat ini merilis serotonin sehingga membuat reseptor dalam tubuh tetap rileks dan tak terlalu bereaksi dengan stimulan dari luar.

8. Pramoxine

Cara menghilangkan gatal di badan selanjutnya adalah dengan mengoleskan salep atau krim topikal yang mengandung anestesi (pramoxine). Alasannya, sensasi gatal terjadi ketika serabut saraf sensoris menerima rangsangan gatal tersebut.

9. Berhenti menggaruk

Cara menghilangkan gatal di badan satu ini mungkin sangat mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan. Bagaimanapun juga menggaruk merupakan respon alami tubuh ketika timbul rasa gatal. Akan tetapi respon ini tak bisa memecahkan masalah sebenarnya.

Menggaruk malah dapat merusak kulit dan menyebabkan infeksi. Karenanya kapanpun tubuh terasa gatal, jangan menggaruknya. Untuk membantu meredakan sensasi gatal, pakar kulit menyarankan beberapa tips berikut:

  • Kenakan baju yang nyaman, pilih bahan yang tidak bikin iritasi seperti katun (hindari wol atau bahan kasar lainnya).
  • Potong kuku rutin agar tetap pendek sehingga kulit tak sampai luka ketika Anda lalai menggaruknya.
  • Mandilah selama 10 menit saja – gunakan air hangat, bukan panas.
  • Selalu pakai produk sabun, losion, deterjen, atau apapun yang bebas pewangi untuk meminimalisir iritasi (hati-hati dengan label “unscented” karena bisa jadi produk itu mengandung zat kimia lain yang dapat mengiritasi kulit).
  • Oleskan obat lebih dulu sebelum pelembab.
  • Kurangi stres karena ini malah memperburuk sensasi gatal yang sudah ada.

Jika Anda sudah mencoba berbagai cara mengobati gatal-gatal tadi, namun sensasi mengganggu tersebut tak kunjung hilang dalam waktu 3 hari atau lebih, maka saatnya untuk periksa ke dokter.

Meski jarang mengindikasikan adanya masalah serius, namun gatal bisa muncul akibat penyakit tertentu seperti gangguan tiroid, ginjalliver, atau bahkan kanker. Jadi segera temui dokter bila gatalnya bukan karena gigitan serangga, luka, atau ruam.

Assalamualaikum

Ucapan “Ash Shalaatu Khoirum Minan Naum”

Alhamdulillah, Shalawat dan Salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga akhir jaman.

Sebagian kaum muslimin di negara kita mengingkari sunnah at-tatswib pada adzan subuh. Padalah at-tatswib merupakan amal yang disyariatkan. Tulisan berikut ini merupakan beberapa nukilan dari para ulama tentang masalah at-tatswib dan jawaban atas syubhat-syubhat mereka yang mengingkari at-tatswib dan menganggapnya sebagai bid’ah.

Ibnu Qudamah –rahimahullah- berkata, “Disunnahkan pada adzan subuh mengucapkan “Ash-Shalatu khairum minan naum” dua kali setelah mengucapkan, “Hayya ‘alal falah”ini pendapat Ibnu Umar, Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Malik, Ats-Tsauri, Al Auzai, Ishaq, Abu Tsaur dan As-Syafi’i sebagaimana yang valid darinya.”[1]

Dalilnya adalah hadis Abu Mahdzurah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sunnah adzan.” Kemudian beliau menyebutkannya. Hingga beliau bersabda setelah ucapan “hayya ‘alal falah.”,

«فإن كان صلاة الصبح قلت : الصلاة خير من النوم الصلاة خير من النوم الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله»

“Pada shalat subuh, engkau mengucapkan, “Ash-Shalatu khairum minan naum, ash-shalatu khairum minan naum, Allahu akbar, Allahu akbar.”[2]

Diriwayatkan dari Bilal, ia berkata:

«أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أثوب في الفجر ونهاني أن أثوب في العشاء»

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk melakukan tatswib pada shalat fajar dan melarangnya pada shalat isya.”[3]

Asy-Syairazy –rahimahullah– berkata, “Dan pada adzan subuh ada tambahan padanya (adzan), yaitu setelah “hayya ‘alal falah” mengucapkan, “ash-shalatu khairum minan naum”

An-Nawawi berkata dalam Syarahnya, “Adapun tatswib, yang shahih padanya ada dua riwayat; yang shahih yang disebutkan oleh pengarang dan jumhur bahwa ia sunnah dengan dasar hadis Abu Mahdzurah.

Dari Anas bin Malik berkata, “Bagian dari sunnah adalah seorang muadzin berkata pada adzan fajar, “hayya ‘alal falah” kemudian berkata, “ash-shalatu khairum minan naum”,Allahu akbar, Allahu akbar.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya, Ad-Daruquthny, Al Baihaqy. Al baihaqy berkata, “sanadnya shahih”[4]

Para fukaha sepakat atas tatswib, yaitu tambahan pada adzan shalat fajar setelah al falah, yaitu, “ash-shalatu khairum minan naum” dua kali, mengamalkan yang telah valid dari Bilal, juga dengan dasar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Mahdzurah, “Pada shalat subuh, engkau mengucapkan, “Ash-Shalatu khairum minan naum, ash-shalatu khairum minan naum, Allahu akbar, Allahu akbar.”[5]

Dari nukilan-nukilan diatas jelaslah bahwa para ulama menyatakan at-tatswib merupakan sunnah adzan yang hanya dilakukan pada shalat subuh, dan tidak boleh dilakukan pada selain shalat subuh.

Meluruskan Pemahaman

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin –rahimahullah– berkata, “Sebagian kaum muslimin di zaman ini ada yang menyangka bahwa  adzan yang diucapkan padanya dua kalimat ini (at-tatswib) adalah adzan sebelum fajar. Syubhat mereka dalam hal ini adalah bahwa dalam sebagian riwayat hadis terdapat lafadz:

«إذا أذَّنت الأوَّلَ لصلاة الصُّبْحِ فقل: الصلاة خيرٌ من النَّوم»

Jika engkau adzan yang pertama untuk shalat subuh, maka ucapkanlah, “ash-shalatu khairum minan naum.”[6]

Dengan hadis ini mereka menyangka bahwa at-tatswib untuk adzan di akhir malam. Karena mereka menamainya dengan adzan awal. Dan mereka berkata bahwa at-tatswib pada adzan setelah masuk waktu subuh sebagai bid’ah.

Kita katakan: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau adzan yang pertama untuk shalat subuh.”, maka di sana disebutkan, “untuk shalat subuh”. Sebagaimana diketahui bahwa adzan pada akhir malam itu bukanlah untuk shalat subuh, akan tetapi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah adalah, “Untuk membangunkan orang yang tidur.”[7] Adapun shalat subuh, tidak dilakukan adzan untuknya melainkan setelah terbit fajar. Jika adzan dilakukan sebelumnya, maka tidaklah disebut adzan untuk shalat subuh. Dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika shalat telah datang, maka adzanlah salah seorang diantara kalian.” Dan diketahui juga bahwa shalat tidak datang kecuali setelah masuk waktunya.

Kemudian tinggal tersisa masalah pada sabda Nabi, “Jika engkau adzan yang pertama”. Maka kita katakan, hal itu tidak bermasalah. Karena adzan secara bahasa adalah i’lam (pemberitahuan), dan iqamat termasuk i’lam. Maka adzan subuh setelah masuk waktunya disebut adzan awal. Hal ini sebagaimana telah datang secara jelas dalam hadis yang diriwayatkan Muslim dari Aisyah tentang shalat Nabi pada malam hari, “Beliau biasa tidur pada awal malam, dan menghidupkan akhirnya. Jika beliau ada keperluan kepada istrinya, maka beliau menyelesaikannya lalu beliau tidur. Dan ketika panggilan (adzan) yang pertama beliau bangun dan mandi. Jika beliau tidak junub maka beliau wudhu sebagaimana seseorang wudhu untuk shalat. Kemudian shalat dua rakaat.[8]

Maksud dari perkataan Aisyah, “panggilan yang pertama” adalah adzan fajar tanpa keraguan lagi. Disebut pertama karena iqamat (sebagai panggilan yang kedua). Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Antara dua adzan ada shalat.”[9]Maksud dua adzan adalah adzan dan iqamat. Maka, selesailah permasalahan lafadz “adzan pertama” dan tatswib dilakukan pada adzan saat masuk subuh.

Mereka juga mengatakan bahwa “ash-shalatu khairum minan naum” menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah sebelum waktu subuh karena shalat yang dimaksud adalah shalat tahajjud, bukan shalat fardhu. Karena tidak ada perbandingan keutamaan antara shalat fardhu dan tidur. Dan khairiyyah (perbandingan dalam kebaikan) adalah dalam rangka untuk memotivasi. Hal ini lah juga yang menguatkan bahwa yang dimaksud dengan adzan (awal) itu adalah adzan pada akhir malam.

Kita katakan: bahwa anggapan ini disebabkan karena kekeliruan yang pertama. Khairiyyah terkadang digunakan untuk sesuatu yang paling wajib. Sebagaimana firman Allah, “(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Ash-Shaff [61]: 11)

Allah menyebutkan bahwa iman dan jihad itu khair (lebih baik), maksudnya lebih baik bagi kalian dari segala hal yang melenakan kalian berupa perdagangan kalian. Khairiyyah disini antara yang wajib dan yang selainnya.

Begitu juga dalam ayat lain Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Al Jumu’ah [62]: 9)

Maksudnya adalah lebih baik dari jual beli. Dan diketahui bahwa menghadiri shalat jumat ke mesjid hukumnya wajib. Walau demikian Allah berfirman, “Yang demikian itu lebih baik bagimu.” Dengan demikian, jika melakukan at-tatswib pada adzan sebelum subuh, maka kita katakan, hal itu disyariatkan.”[10]

Wallahu ‘alam, wa shallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad.

Ridwan Kamil Dorong Terciptanya Startup Baru di Jabar

Videografer: 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong terciptanya start up baru di Jawa Barat melalui 1000startupdigital, demi terjadinya kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi untuk tercapainya Jabar Juara. Ini karena, para start up mampu mengatasi permasalahan dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di Jabar dengan bantuan aplikasi start up.

Surat Fatihah

Khasiat Surat Al-Fatihah untuk Sembuhkan Penyakit

Bandung – Surat Al-Fatihah dinamakan juga surat Al-Kafiyatu As-Syafiyah, Al-Kafiyah yang bermakna pencukup dan As-Syafi yang artinya perlu diperbanyak, maka di surat-surat ini ada tambahan penyembuh untuk berbagai jenis penyakit hati-hati.

1. Penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain-lain dapat disembuhkan dengan Al-Fatihah.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan [1], “Sering aku mendengar Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, Iyya-Ka na’budu, yang memungkinkan Kepada-Mu lah kami menghukum, menjadi obat dari penyakit riya ‘, dan Iyya-Ka nasta’in yang berarti Kepada-Mu lah kami meminta pertolongan merupakan obat dari penyakit kesombongan.

 Maka Iyya-Ka na’budu dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, dengan mengingatkan seorang hamba akan kedudukan ikhlas yang merupakan semulia-mulianya kedudukan, dan Iyya-Ka nasta’in menyadarkan seorang hamba akan kefakiran dan kebutuhannya terhadap pertolongan Allah.

Seperti dalam firman-Nya Allah berkata,

“Wahai sekalian manusia kalian ini fakir (butuh) untuk Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. Fatir: 15).

2. Al-Fatihah untuk penyakit badan, merupakan hadits dari sahabat Abu Said Al-Khudriy,

“Seharusnya ada beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati dalam perjalanan safar, lalu melewati salah satu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung ini lantasberkata kepada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bias meruqyah karena pembesar kampung ini tersengat binatang atau terserang demam.

”Di antara para sahabat lantas berkata,“ Iya ada. ”Lalu iapun mendatangi pembesar kampung tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Maka pembesar kampung itupun pulih. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan kambing, namun ia enggan menerimanya, -dan menerima- ia mau menerima kisah tadi diceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kisahnya sebelumnya kepada beliau.

Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku mengalihkan meruqyah selain dengan membaca surat Al-Fatihah.” dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian ”(HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Aku pernah menginap di Mekah selama beberapa waktu yang lalu aku jatuh sakit, aku tidak mendapatkan dokter di sana, maka aku mencoba mengingat diriku sendiri dengan membaca surat Al-Fatihah, dan aku menemukan perubahan yang sangat menyenangkan, sejak saat itu aku dapat memberikan saran Untuk orang-orang yang akan menerima penyakitnya untuk membaca Al-Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat. “

Perlu dipertimbangkan, membaca Al-Fatihah untuk pemulihan juga harus diiringi dengan rasa percaya dan yakin kepada Allah, jika telah bersatu rasa kepercayaan serta kepercayaan kepada Allah, maka bacaan Al-Fatihah akan benar-benar memberikannya kesembuhan. Selain itu, upaya untuk memulihkan juga harus diiringi dengan melakukan yang baik. Karena inti dari semua ajaran Allah adalah baik bagi Allah dan sesama manusia, terutama bersedekah. 

Calling 085294756022

Pahala membuat kebaikan

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Fawaid hadits:

  1. Keutamaan dakwah di jalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat.
  2. Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya.
  3. Amal yang bisa dirasakan oleh orang lain lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri.
  4. Hadits ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladaninya.
  5. Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di akhirat.
  6. Dianjurkan seseorang untuk meminta kepada Allah agar menjadi teladan dalam kebaikan.

Wallahua’lam

Keuntungan silaturahmi

Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik. Amalan dalam islam tidak hanya berupa ibadah seperti shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah. puasa, zakat dan sebagainya melainkan juga tersenyum, dan menjalin tali silaturahmi. Menjalin silaturahmi adalah salah cara mewujudkan ukhuwah islamiyah ( baca ukhuwah islamiyah insaniyah dan wathaniyah)  dan dapat dilakukan dengan cara mengunjungi sanak keluarga dan saudara. Hikmah Silaturahmi, Selain membuat orang lain yang kita kunjungi merasa senang, silaturahmi memiliki banyak keutamaan . Berikut adalah keutamaan menyambung tali silaturahmi dalam islam :

1 Merupakan konsekuensi iman kepada Allah SWT

Silaturahmi adalah tanda-tanda seseorang beriman kepada Allah SWT ( baca manfaat beriman kepada Allah SWT dan fungsi Iman ) sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

” مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

2. Dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya

Orang yang suka mengunjungi sanak saudaranya serta menjalin silaturhami akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang berbunyi

” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “

“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

3. Terhubung dengan Allah SWT

Menyambung tali silaturahmi sama dengan menyambung hubungan dengan Allah SWT sebagaimana disebutkan hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:

” إَنَّ اللهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ:هَذَا مَقَامُ الْعَائِذُ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ. قَالَ: َنعَمْ, أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكَ وَأَقْطَعَ مَنْ َقطَعَكَ؟ قَالَتْ: بَلَى. قَالَ: فَذَلِكَ لَكَ ”

“Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”

4. Penyebab Masuk surga dan dijauhkan dari neraka

Balasan orang yang menyambung tali silaturahmi adalah didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana yang tertera dalam hadist berikut ini :

” تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ “

“Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan dalam satu riwayat:

” إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُهُ بِهِ دخَلَ َالْجَّنََّةَ “

“Jika dia berpegang dengan apa yang Kuperintahkan kepadanya niscaya ia masuk surga.”

5. Merupakan bentuk Ketaatan kepada Allah SWT

Menyambung tali silaturahmi adalah salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT maka dengan menjalankan perintahnya maka kita taat kepada Allah SWT. Menjalin silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak terpuji.

Allah swt berfirman:

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَآأَمَرَ اللهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

“dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk” (QS. Ar-Ra’d :21)

6. Pahalanya seperti memerdekakan budak

Sebuah hadist meriwatkan bahwa dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?” Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda:

” أَمّا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ ِلأَجْرِكِ “

“Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.”

7. Bersedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain

Mengunjungi sanak saudara dan bersedekah adalah salah satu perbuatan mulia dan memiliki faedah yang besar. ( baca keutamaan bersedekah )Bersedekah kepada keluarga lebih diutamakan daripada bersedekah kepada orang lain dan bisa menghindari dari perbuatan riya. Bersedekah kepada keluarga dan orang lain kemudian menceritakannya atau riya adalah salah satu dari hal-hal yang menghapus amal ibadah sedekah tersebut, Hal ini dianjurkan kepada setiap umat muslim sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist dari Salman bin ‘Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda:

” الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ “

“Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

Demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah radhiyallahu ‘anha, istri Abdullah bin Mas’ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda:

” لَهَا أَجْرَانِ: أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ “

“Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Meskipun silaturahmi memiliki banyak keutaam tidak sedikit orang yang meninggalkannya. Menyepelekan bersilaturahmi bukanlah hal yang baik. Meskipun orang yang kita kunjungi berbuat zhalim, melakukan fitnah ( baca larangan fitnah dalam islam )atau memiliki sifat sombong kepada kita  namun tetap saja kita harus menjalin tali silaturahmi yang baik sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut :

Dan dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra aku berkata: Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yang utama, maka beliau bersabda:

” صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ “

“Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu” (HR Ahmad)

Orang yang memutuskan silaturahmi tidak hanya berdosa besar melainkan juga akan diberikan ganjaran sebagaimana yang hadist berikut :

” اَلرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُوْلُ: مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللهُ “

“Rahim bergantung di Arys seraya berkata: Barangsiapa yang menyambung hubunganku niscaya Allah swtmenyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskan aku niscaya Allah swt memutuskan hubungan dengannya” (HR Bukhari dan Muslim)

” مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ “

“Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi)

Dan diriwayatkan bahwa orang yang memutuskan tali silaturahmi, amalannya tidak akan diterima, dari Abu Hurairah ra ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

” إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ “

“Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi” (HR Ahmad)

Abdullah bin Abi Aufa ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

” لاَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ “

“Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi” (HR Muslim

Dan orang yang memutuskan tali silaturahmi terancam tidak bisa masuk surga, dari Abu Muhammad Jubair bin Muth’im ra, dari Nabi saw beliau bersabda:

” لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ “

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah keutamaan menyambung tali silaturahmi dan ganjaran yang kita peroleh jika melakukannya ataupun meninggalkannya. Islam mengajarkan kita untuk selalu meiliki akhlak terpuji dan beramal shaleh. mengunjungi sanak saudara dan menjaga lisan sangatlah diutamakan karena bahaya lidah sangatlah besar. Semoga kita  senantiasa mendapat hidayah Allah SWT dan terhindar dari siksa di hari kiamat ( baca juga ciri-ciri akhir zaman   dan tanda-tanda kiamat)

YD1JNI 🕋

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai