Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
Tuhan memerintahkan umat Israel agar MENGHORMATI ayah dan ibu mereka. Apa arti “hormatilah ayah dan ibumu”? Seorang komentator mendefinisikannya sebagai berikut:
“Ini adalah sebuah perintah yang sederhana dari Tuhan, dituliskan oleh tangan-Nya sendiri dan disampaikan oleh Musa kepada mereka; Perintah ini bersifat moral dan merupakan kewajiban yang sifatnya abadi: perlu dimengerti bahwa menghormati orang tua bukan hanya sekadar menggunakan ucapan dan bahasa tubuh yang penuh hormat terhadap orang tua serta menaati mereka dengan penuh sukacita dan kerelaan, tetapi juga menghormati mereka dengan subtansi yang ada, memenuhi kebutuhan mereka akan sandang, pangan dan kebutuhan hidup lain yang mereka butuhkan; yang dilakukan sebagai sebuah pelayanan yang sepantasnya mereka terima, sebagai balasan atas biaya dan perhatian yang telah mereka curahkan serta berbagai masalah yang harus mereka hadapi tatkala membesarkan anak-anak mereka di dunia
Khasiat dari amalan doa dzikir asma adalah supaya bisa dimudahkan rezeki dan juga dilapangkan rezeki. Amalan doa sangatlah mustajab jika diyakini dan mau untuk mengamalkannya dengan segala ketulusan, ikhlas dan juga pasrah pada Allah SWT.
Jika Allah SWT berkehendak, maka akan dimudahkan segala urusan untuk mencari rezeki tersebut.
Percayalah jika rezeki berasal dari Allah SWT dan apabila tidak memohon atau meminta pada Allah SWT, maka siapa yang akan membantu segla aurusan rezeki kita?. Oleh karena itulah, Allah sangat menyukai hamba-Nya yang bersedia untuk memanggil nama Allah Yang Baik.
Berikut ini akan kami berikan beberapa doa agar dimudahkan rezeki dalam Islam yang paling mustajab untuk anda.
Viral Awan Berbentuk Orang Duduk Tasyahud dalam Salat
Viral video awan putih besar berbentuk orang salat. (Foto: Instagram @literasihijrah_
– Beredar video viral yang menunjukkan awan putih besar berbentuk orang sedang melaksanakan ibadah salat, tepatnya ketika duduk tasyahud. Awan itu tampak berada di atas padang rumput luas di tepi jalan.
Dalam video viral yang diunggah akun Instagram @literasihijrah_ tersebut, peristiwa ini berlangsung pada siang hari.
Terjadi pertengkaran antara saya dengan saudara saya, dimana kami tidak berbicara, namun kami masih saling mengucapkan salam saja. Apakah hal itu termasuk ‘pertengkaran’? Tidak ada dalam hati saya rasa benci kepadanya. Akan tetapi, dia tidak ingin berbicara kepada saya. Apa hukumnya perkara ini? Apakah artinya (karena hal ini) amal kami tidak diangkat?
Syaikh Khalid bin Ali Musyaiqih menjawab:
Dalam Shahih Muslim terdapat hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تفتح أبواب الجنة يوم الاثنين ويوم الخميس فيغفر لكل عبد لا يشرك بالله شيئا إلا رجلا كانت بينه وبين أخيه شحناء فيقال: أنظروا هذين حتى يصطلحا، أنظروا هذين حتى يصطلحا، أنظروا هذين حتى يصطلحا
“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan: ‘Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.’”
Kerugian yang nyata
Sesungguhnya, terhalangnya seseorang dari kebaikan ini (yaitu diangkatnya amal -pent), benar-benar merupakan kerugian yang nyata. Dan termasuk perkara yang mengherankan dari seorang muslim, dimana dia mengedepankan hawa nafsunya di atas keridhaan Rabb-nya. Allah menghendaki seorang hamba mencintai orang-orang beriman, dan jangan sampai terdapat permusuhan diantaranya dengan seorangpun dari kaum muslimin. Kalau seandainya terjadi, Allah memerintahkannya untuk memaafkan dan mengampuni. Jika dia melakukannya, maka Allah menjanjikan untuknya pahala yang besar. Akan tetapi, sungguh mengherankan hamba ini, dimana dia melanggar perintah Rabb-nya, dan mentaati setan; maka dia mengharamkan bagi dirinya kebaikan yang banyak.
Wajib berdamai
Ketahuilah wahai saudaraku yang mulia, bahwasanya apabila terjadi permusuhan diantara kedua orang, maka akan terhalang bagi mereka mendapatkan ampunan, sampai mereka berdamai. Jika salah seorang dari mereka berusaha berdamai, dan yang lainnya menolaknya, maka orang yang menolak tersebutlah yang akan tertutup baginya ampunan, disebabkan karena penolakannya dan ketidak taatannya kepada Allah.
Wajib bagimu wahai saudaraku, untuk sungguh-sungguh dalam berusaha untuk berdamai, dan meminta pertolongan – setelah pertolongan kepada Allah – kepada orang-orang yang baik (untuk mendamaikan kalian).
Diantara keutamaan akhlak yang baik
Dan saya nasihatkan kepadamu wahai saudaraku yang mulia, untuk berhias diri dengan akhlak yang baik.
Nawwaas bin Sam’aan Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan dosa. Maka beliau bersabda:
البر حسن الخلق، والإثم: ما حاك في نفسك، وكرهت أن يطلع عليه الناس
‘Kebaikan adalah akhlak yang baik. Sedangkan dosa adalah apa-apa yang terbetik dalam jiwamu, dan kamu tidak suka diketahui manusia.’” (HR. Muslim)
Paling berat di timbangan
Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما من شيءٍ أثقل في ميزان المؤمن يوم القيامة من حسن الخلق، وإن الله يبغض الفاحش البذي
“Tidak ada sesuatupun yang lebih berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat, dari akhlak yang baik. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berakhlak jelek, lagi al-badzii’.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan shahih”)
al-Badzii’ yaitu orang yang berbicara dengan akhlak yang buruk, dan dengan perkataan yang kotor.
Paling banyak memasukkan ke surga
Abu Huraira Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke Surga, maka beliau bersabda,
تقوى الله وحسن الخلق
“Takwa kepada Allah, dan akhlak yang baik.”
Beliau juga pernah ditanya tentang perkara yang banyak menjerumuskan manusia ke Neraka, maka beliau bersabda,
الفم والفرج
“Mulut dan kemaluan” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan shahih.”)
Tolak ukur keimanan
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أكمل المؤمنين إيماناً أحسنهم خلقاً، وخياركم خياركم لنسائهم
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik diantara kalian, adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan shahih.”)
Mencapai derajat ahli ibadah
Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata bahwasanya dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن المؤمن ليدرك بحسن خلقه درجة الصائم القائم
“Sungguh seorang mukmin, dengan akhlak baiknya, dia dapat mencapai derajat orang yang gemar berpuasa lagi rajin shalat malam” (HR. Abu Dawud)
Jaminan rumah di surga
Abu Umamah al-Bahiliy Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أنا زعيمٌ ببيتٍ في ربض الجنة لمن ترك المراء، وإن كان محقاً، وببيتٍ في وسط الجنة لمن ترك الكذب، وإن كان مازحاً، وببيتٍ في أعلى الجنة لمن حسن خلقه
“Saya menjamin sebuah rumah di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan kendati dia benar, rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kebohongan kendati hanya bercanda, dan rumah di tingkat atas surga bagi orang yang memperbaiki akhlaknya (sampai menjadi akhlak hasanah).” (Hadis shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad shahih)
إن من أحبكم إلي، وأقربكم مني مجلساً يوم القيامة، أحاسنكم أخلاقاً. وإن أبغضكم إلي، وأبعدكم مني يوم القيامة، الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون
“Sesungguhnya termasuk orang yang paling saya cintai diantara kalian, dan paling dekat dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya termasuk orang yang paling saya benci diantara kalian, dan paling jauh dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah tsartsaarun (orang yang banyak bicara dengan berlebih-lebihan dan keluar dari kebenaran), mutasyaddiqun (orang yang banyak bicara dengan tidak hati-hati), dan mutafaihiqun.”
Para shahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui makna tsartsaarun dan mutasyaddiqun. Apakah makna dari mutafaihiqun?” Rasulullah bersabda, “(Mereka adalah) orang-orang yang sombong (yaitu orang yang banyak bicara untuk menunjukkan kefasihan dan keutamaannya -pent).” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan.”)
Perbanyaklah taubat dan istighfar !
Dan kami katakan kepada Anda, hendaklah banyak bertaubat, dan ber-istighfar (meminta ampunan kepada Allah). Hal-hal buruk yang menimpamu, hal itu disebabkan dosa yang telah Anda lakukan. Maka bertaubatlah kepada Allah, dan perbanyaklah sedekah dan kebaikan. Salah seorang salaf (orang terdahulu) berkata,
إني لا أجد شؤم المعصية في دابتي وخلق زوجتي
Sungguh saya mendapatkan dampak buruk maksiat di dalam hewan tungganganku dan akhlak istriku.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41)
“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)
Kami memohon kepada Allah Ta’ala supaya mengampuni kami dan Anda, dan memaafkan kami dan Anda. Amin.[]
Ini Sejumlah Doa Rasulullah untuk Kesembuhan Orang Sakit
(Foto: pinterest) Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar mengutip sejumlah riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya yang sakit.
Dalam sejumlah riwayat berikut ini, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan sahabatnya dengan berbagai lafal doa.
Ini adalah salah satu doa kesembuhan yang dibaca Rasulullah SAW untuk keluarganya sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.
Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh.
Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW membaca doa ini ketika meruqyah salah seorang sahabat.
Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta. Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).
Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan baca doa berikut ini sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit. Dengan doa ini, Allah diharapkan mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut.
As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.
Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).
Kita juga dapat mendoakan kesembuhan dengan menyebut langsung nama orang yang sakit.
Ini dilakukan Rasulullah SAW saat menjenguk Sa‘ad bin Abi Waqqash sebagaimana riwayat Imam Muslim berikut.
Hanya saja kita mengganti nama Sa‘ad dengan nama orang sakit di hadapan kita.
Sementara lafal doa ini bisa dibaca sebagai alternatif untuk penyakit apa saja. Lafal berikut ini dibaca Rasulullah SAW ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam sebagai riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.
Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.
Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).
Walhasil, banyak lafal dapat digunakan ketika kita menjenguk orang yang sedang sakit.
Selain doa berbahasa Arab, kita juga sebaiknya mendoakan mereka yang sakit dengan bahasa yang muda dipahami agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau juga sekadar menghibur yang sedang sakit. Wallahu a‘lam.
BANDUNG – Himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini (Himpaud) Indonesia, Kota Bandung menggelar simulasi manasik haji di lapangan Yon Zipur, Ujungberung, Bandung, Kamis (05/09/2019)
Maryati, sebagai ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa acara tersebut sudah menjadi agenda rutin dilaksanakan setiap tahunnya.
“Pesertanya kami data sekira 2.200 anak. Semuanya berasal dari PAUD yang ada dienam Kecamatan yang di Kota Bandung. Kecamatan Ujungberung, Cibiru, Cinambo, Mandalajati, Panyileukan, dan Arcamanik,” kata Maryati kepada wartawan (05/9/2019).
Hal yang berbeda dari tahun sebelumnya, Maryati mengatakan bahwa tahun ini orang tua (ibu) dari anak juga ikut mendampingi.
Sebelumnya, anak hanya didampingi guru dan pembina saja.
Program simulasi manasik haji tersebut merupakan program Kota Bandung yang diturunkan ke tingkat Kecamatan.
Melalui simulasi manasik haji tersebut, Ia mengatakan bahwa ke depannya anak-anak bisa lebih baik dan anak-anak bisa termotivasi.
“Anak itu ibarat kertas putih yang siap kita tuliskan. Jika yang masuk hal positif, maka saat dewasa pun bisa berpikir positif, demikian sebaliknya,” ujarnya.
Pihak pelaksana juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Yon ZipurUjungberung yang sudah memfasilitasi dan kondisu yang aman serta nyaman.
Kegiatan tersebut sudah tiga kali dilaksanakan di lapangan Yon ZipurUjungberung, Bandung. Jika di Yon Zipur, Maryati menjelaskan suasana keamanan bisa terjamin dan kerjasama juga sudah terjalin baik.
Pada acara tersebut, perwakilan dari Yon Zipur juga turut hadir dari awal acara hingga berakhirnya acara.
Ribuan anak yang mengikuti simulasi tersebut, terlihat antusias melihat dan mendengarkan setiap tahapan yang dijelaskan oleh pembinannya.