GENJOT PEMBANGUNAN WISATA, BUPATI PANGANDARAAN NGANTOR DI PANTAI

Genjot Pembangunan Wisata, Bupati Pangandaran Ngantor di Pantai

Faizal Amiruddin – detikNewsJumat, 13 Des 2019 14:15 WIB

(Foto: Faizal Amiruddin/detikcom) Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata ngantor di pantai untuk menggenjot pembangunan pariwisata jelang akhir tahun.
(Foto: Faizal Amiruddin/detikcom) Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata ngantor di pantai untuk menggenjot pembangunan pariwisata jelang akhir tahun.

Pangandaran – Untuk memastikan langsung proyek penataan Pantai Barat dan Pantai Timur Pangandaran dapat menyambut gelombang wisatawan yang datang saat liburan Natal dan tahun baru (nataru), Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memilih berkantor di pantai.

“Saya dua hari ini (Kamis-Jumat) sampai ngantor di pantai. Ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik,” kata Jeje, Jumat (13/12/2019).

Baca juga:Jenglot yang Buat Geger Pangandaran Diserahkan ke ‘Orang Pintar’ di Cilacap
Menurut Jeje, pihak pelaksana sudah berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan pada akhir Desember ini. Sehingga hasil pembangunannya bisa dinikmati oleh wisatawan di akhir tahun.

Mengenai teknis agar proyek ini bisa selesai segera, Jeje menyerahkan kepada pelaksana. Entah itu ditambah jumlah pegawai atau kerja lembur. “Itu urusan pelaksana, kalau saya lihat yang belum selesai itu skywalk di Pantai Barat dan Plaza Pantai Timur,” kata Jeje.

Genjot Pembangunan Wisata, Bupati Pangandaran Ngantor di Pantai

Foto: Faizal AmiruddinDisinggung kekhawatiran jika proyek digarap terburu-buru hasilnya akan kurang maksimal, Jeje mengaku tidak sependapat. “Mereka kan sudah menyusun rencana kerja. Tidak terburu-buru juga, karena sudah terjadwal. Kemarin saya terima laporan deviasi 3 persen, masih wajar,” katanya.

Baca juga:Jelang Libur Akhir Tahun, 50% Hotel di Pangandaran Penuh
Selama memantau proyek penataan ini, Jeje juga sempat berdialog dengan pemilik hotel, para pedagang dan wisatawan. Kepada pemilik hotel dan pedagang, Jeje meminta partisipasi untuk sama-sama menjaga kebersihan pantai.

“Kalau sepanjang pantai ini pemerintah yang bersihkan, sulit. Makanya harus dibantu pula oleh pihak swasta di sini, oleh pedagang, wisatawan. Yang paling penting terwujudnya kesadaran kolektif untuk sama-sama menjaga pantai. Karena pantai ini modal kita bersama,” katanya.

Tidak adanya objek wisata di Jawa Barat yang masuk sebagai 10 Bali Baru, menurut Jeje justru menjadi pelecut semangat bagi Pangandaran untuk bisa menata diri. “Pangandaran kan baru running, sekarang kita lakukan penataan dengan konsisten dan sabar. Pangandaran mampu menjadi wisata kelas dunia,” ujar Jeje.

Jum’at 13 Desember 2019. 15 Robiul akhir 1441 HPENGARUH DZIKRULLAH

17 Pengaruh Dzikir Terhadap Jiwa

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengatasi konflik bathin yang bisa membuat dirinya stres. 

Dalam agama islam, salah satunya adalah dengan memperbanyak mengingat Allah melalui berdoa dan berdzikir. 

Karena dengan  mempertimbangkan keutamaan berdzikir , hati akan menerima tentram karena kita selalu mengingat Allah Ta’ala. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 152 yang artinya:

“Berdzikirlah (ingatlah) kamu kepada-ku, niscaya Aku akan mengingat pula padamu!” (QS Al-Baqarah [2]: 152)

Allah juga berfirman dalam surat Ar-Ro’d ayat 28 yang artinya:

“Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tentram dengan dzikir pada Allah, ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hati pun akan selamat aman dan tentram.” (QS Ar-Ro’d: 28)

Lalu apa saja yang mempengaruhi dzikir terhadap jiwa seseorang? Sebelum memikirkan dampak dan mempertimbangkan dzikir, akan membahas terlebih dahulu apa itu dzikir, macam-macam dzikir dan kemudian baru akan membahas Manfaat dan pengaruhnya.

Pengertian Dzikir

Kata dzikir berasal dari bahasa Arab yaitu yazkuru-zakara-tazkara yang memiliki arti merujuk, mengucap, menuturkan. Sementara berdasarkan istilah, seperti yang telah diterbitkan dalam Ensiklopedia Hukum Islam, dzikir dapat diartikan ke dalam suatu tempat yang mengandung:

  • Ucapan lisan, gerak raga, juga getaran hati sesuai dengan cara-cara yang mendukung agama, dalam kerangka mendedahkan diri untuk Allah;
  • Upaya untuk mengingat yang terlupakan dan lalai kepada Allah dengan selalu ingat pada-Nya;
  • Keluar dari suasana lupa, masuk ke dalam suasana musyahadah (saling menyaksikan) dengan mata hati, karena mendorong rasa cinta yang mendalam kepada Allah.

Macam-macam dzikir

Dalam A-Quran dan Hadist, meminta banyak macam dzikir seperti dzikir dengan menggunakan lidah, menggunakan fikiran, keyakinan serta berdzikir dengan melakukan. Berikut penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Berdzikir Dengan Menggunakan Lidah

Maksud dari berdzikir dengan menggunakan bahasa disini artinya dzikir dilakukan dengan maksud atau melafadzkan kalimat-kalimat dzikir, bisa dilakukan dengan suara yang lantang (jahar) atau bisa juga dengan bahasa samar (siri). Beberapa contoh kalimat dzikir yang memiliki Rasulullah contohkan contoh: Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar, astaghfirullahal ‘adzim, laa haula walaa quwwata illa billahil’ aliyyil ‘adzim, laa ilaaha illallah, muhammadar allah allah

  • Berdzikir Dengan Menggunakan Fikiran

Salah satu dzikir yang begitu tinggi nilainya dimata Allah dengan merenungkan ciptaan-Nya. Karena selain dapat memberikan kemantapan terhadap iman, Manfaatnya juga besar bagi kehidupan. Mengubah firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 191 yang artinya:

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk di dalam berbaring dan mereka berbicara tentang langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ” (QS Ali-Imran [3]: 191)

  • Berdzikir Dengan Menggunakan Perasaan

Berdzikir tidak hanya dengan menggunakan lisan tetapi bisa juga dengan menggunakan perasaan tersebut dengan cara selalu khusnudzan atau berbaik sangka terhadap Allah Ta’ala. Serta dengan senang indahnya rahmat yang telah diberikan Allah. Dan hal yang harus selalu dipertanyakan adalah semua yang datang dari Allah, sementara semua keburukan dan kesalahan yang datang dari kita sebagai manusia. Mengubah firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 79 yang artinya:

“Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS An-Nisa: 79)

  • Berdzikir Dengan Keyakinan

Maksud dari berdzikir dengan keyakinan di sini adalah anggapan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak Allah Ta’ala. Berdzikir dengan meyakinkan diri sendiri masuk ke lubuk hati ini merupakan penghargaan tertinggi di antara dzikir lainnya.

  • Dzikir Dengan Menggunakan Perbuatan

Dzikir ini diakukan dengan tindakan yang senantiasa selalu melawan patuh dan taat terhadap semua peraturan Allah Ta’al, dalam hal ‘aqidah, ibadah dan mu’amalah. Dapat melakukan semua yang tercela dan akan selalu melakukan yang terpuji.

Dzikir dan Pengaruhnya

Sebenarnya dzikir itu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia khusus amalan  dzikir di bulan ramadhan . Namun demikian, akan dibahas dalam kesempatan ini. Apa saja pengaruhnya? Silahkan simak penjelasan di bawah ini:

1. Dapat Menghilangkan Perasaan Sedih dan Gundah Pada Hati Manusia

Dengan berdzikir, otomatis kita akan selalu mengingat Allah Subhanahu Ta’ala sehingga Allah akan mengambil segala kesedihan dan kegundahan yang ada dalam hati kita. Selain itu kita juga meneladani  zikir harian nabi muhammad  yang memang merupakan rutinitas bagi dia.

2. Akan Mendatangkan Perasaan Takut

Dengan berdzikir akan mendatangkan perasaan takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan membuat diri semakin taat terhadap-Nya, sementara orang-orang yang sangat lalai untuk berdzikir, akan dengan mudah melakukan kejahatan dengan rasa takut terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

3. Membuat Hati Menjadi Lebih Hidup

Kunjungan hadis riwayat Ibnu Taimiyah yang berbunyi:

“Dzikir pada hati semisal udara yang dibutuhkan ikan. Lihat apa yang terjadi jika ikan ini lepas dari udara? ” (HR Ibnu Taimiyah). Mengatakan ada pepatah mengatakan “Ikan tanpa udara akan mati, dan hati tanpa dzikir akan mati” .

4. Menjadikan Hati Serta Ruh Menjadi Semakin Kuat

Jika ada yang melupakan, tinggalkan dzikir maka dapat diibaratkan seperti tubuh yang kehilangan izin dan kekuatan. Dikisahkan Ibnu Qayyim rahimahullah pernah sesekali melihat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah shalat subuh kemudian mengaku duduk berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai terbit matahari.

Kemudian dia mengaku melihat (Ibnu Qayyim) kemudian berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku dipagi hari. Jika aku tidak menyukai ini, hilanglah kekuatanku.

5. Dapat Menghilangkan Kerisauan yang Ada Pada Hati Manusia

Semakin banyak seorang hamba melakukan dzikir, maka semakin dekat pula dia dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga semakin terbebas dari segala macam kerisauan. Karena dia akan selalu ikhlas dengan ketetapan dari Allah.

6. Dipandang Sebagai Seorang Berwibawa

Siapapun yang rajin berdzikir maka akan dipandang sebagai orang yang berwibawa, juga mudah disukai dan dicintai oleh orang lain. Karena orang yang rajin berdzikir akan terhindar dari perbuatan yang tercela sehingga mudah bergaul dengan masyarakat luas.

7. Menjauhkan Dari Penyakit Hati

Menjauhkan dari berbagai macam penyakit hati, seperti iri, dengki, pemarah, suka menggibah dan lain sebagainya. Karena orang yang rajin berdzikir akan selalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga mengingat akan bersih dari penyakit.

8. Membuat Jiwa Lebih Dekat Dengan Allah

Orang yang setiap saat senantiasa berdzkir pada Allah, maka jiwanya akan lebih dekat dengan Allah karena Allah lebih memilih hamba-Nya yang selalu mengingat diri-Nya.

9. Memelihara Lisan Dari Perkataan yang Dapat Menyakiti Orang Lain

Seorang hamba Allah yang rajin berdzikir, lisannya akan memberontak dari perkataan kotor dan perkataan yang bisa menyebabkan orang lain terluka. Karena keluar dari lisannya kalimat-kalimat Allah yang melepaskan.

10. Meraih Kemuliaan

Dengan berdzikir maka hati atau qalbu akan semakin kuat dan mendapat kemuliaan jiwa. Barang siapa yang sering menyebut kalimat-kalimat Allah maka akan mendapat kekuatan hati dan Allah akan memuliakan jiwanya.

11. Menghindari Dari Kemiskinan

Berdzikir dapat ditolak kemiskinan, yang disetujui dengan kemiskinan di sini adalah miskin hati. Karena tidak mungkin seseorang yang senantiasa selalu berdzikir pada Allah, kebebasan akan menjadi kosong dan hampa. Selain itu  dzikir pembuka rezeki  juga bisa memperbaiki kehidupan menjadi lebih barokah.

12. Menjauhkan Dari Kemunafikan

Menjauhkan diri sendiri dari sifat seorang munafik, orang yang selalu berdzikir akan selalu mengingat Allah yang membuatnya takut untuk melakukan kebohongan, ingkar akan menjanjikan dan melakukan pengkhianatan karena itu  melibatkan karya dan ciri-ciri orang munafik  yang berkaitan dengan Allah SWT yang sangat membencinya.

13. Membuat Wajah Menjadi Lebih Berseri

Semua yang terlibat rajin melakukan dzikir, maka akan terlihat lebih mendukung dan juga berseri baik itu di dunia atau pun di akhirat yang diminta.

14. Mewakili Berbagai Perkara

Dzikir merupakan inti dari segala perkara (ra’sul umuur), sehingga memudahkan yang mudah untuk berdzikir, maka semua kesenangan akan mudah diperoleh juga diperoleh.

15. Melunakkan Hati

Dengan berdzikir, maka hati akan menjadi lunak, mengundang hadist yang diterbitkan Turmudzi yang berbunyi:

“Dzikir Bagi Allah akan membasahi hati dan melunakkannya. Bagaimana jika hati kosong dari dzikir, ia akan menjadi panas oleh dorongan nafsu dan api syahwat menjadi hati yang kosong dan keras. Anggota badannya sulit untuk diajak taat kepada Allah. ” (HR At-Turmudzi)

16. Menghindarkan Dari Perbuatan Maksiat

Dapat menjauh dari tindakan maksiat yang merupakan hasutan syaithan serta dapat membantu atau menolak gejolak nafsu syahwat yang berusaha sulit untuk diaktifkan.

17. Memperbaiki Hati yang Rusak

Akan mengkilapkan hati yang telah berkarat, orang yang berdzikir akan menyebabkan menjadi berkarat dan kompilasi dia melakukan dzikir maka akan kembali mengkilap.

Begitu luar biasa pengaruh dzikir terhadap kehidupan terutama bagi ketenangan jiwa. Sebetulnya masih banyak dampak yang dapat dirasakan dengan berdzikir, karena memang dzikir merupakan ibadah yang paling afdhal. Hanya orang-orang yang sering berdzikirlah yang dapat merasakan dan menikmati pengaruh-pengaruh tersebut.

Sekian penulisan artikel dengan tema 17 pengaruh dzikir terhadap jiwa ini, semoga pembaca dan penulis merupakan orang-orang yang rajin berdzikir sehingga kita dapat merasakan pengaruhnya, amin.

Penulis berharap artikel ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan dan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk singgah pada artikel kali ini. Terima kasih dan sampai jumpa.

KAMIS 12, Desember 2019. 12 Robiul ahir 1441 H.

KESEHATAN LAHIR DAN BATIN.

Apakah Anda ingin tahu rahasianya, Sungguh Rasulullah SAW jarang sakit? Berikut ini beberapa cara hidup sehat yang Dia amalkan dalam keseharian.

  1. Selalu bangun sebelum Subuh.

Mungkin hal ini terkait dengan sabda Ia menyatakan, “Setan membuat ikatan tiga di tengkuk (leher bagian belakang) salah satu dari kalian kompilasi tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, ‘Malam masih panjang, tidurlah!’ Jika ia bangun lalu berzikir untuk Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan senang dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas. “(HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

  1. Aktif menjaga kebersihan.

Manusia yang universal. Salah satu hal yang sangat penting dalam ajaran Islam adalah masalah kebersihan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 222, “Sesungguhnya Allah menerima orang-orang yang bertaubat dan menerima orang-orang yang mensucikan diri.”

Kebersihan yang dikehendaki oleh Islam adalah kebersihan seutuhnya, kebersihan lahir dan batin. Hal ini diterima diterangkan dalam Surat Al-Maidah ayat 6, “… Allah tidak meminta kamu, tetapi Dia memerlukan kamu dan mendapatkan nikmat-Nya bagimu, perlu kamu bersyukur.”

Selain firman Allah, banyak juga hadis Rasul yang menerangkan tentang kebersihan. Seperti sabda beliau, “Kuncinya shalat itu suci”. Dalam hadis lain miliknya bersabda, “Dirikan agama itu di atas yang bersih (suci).”

Jelaslah bagi kita arti penting kebersihan. Selayaknyalah untuk setiap Mukmin mengupayakan dirinya dapat menyiapkan segala bentuk kekotoran baik lahir maupun batin yang disiapkan amal ibadah yang dikerjakannya lebih besar dari harapannya untuk diterima oleh Allah SWT.

  1. Tidak pernah makan berlebihan.

Hal ini disetujui dengan sabda Pernyataan yang dinyatakan, “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan jika kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)

  1. Gemar Berjalan kaki.

Ya, Rasulullah berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan saat dia mengunjungi rumah para sahabat.

  1. Sabar, tidak pemarah.

Bahkan dalam nasihat Rasulullah, perihal anjuran ‘jangan marah’ Dia ulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim ditempatkan pada jasad, tetapi lebih untuk kebersihan jiwa.

  1. Optimis dan tidak putus asa.

Sikap optimis memberikan efek emosional yang berkaitan dengan kelapangan jiwa selain harus memperbaharui sabar, istiqamah, bekerja keras serta tawakal bagi Allah.

  1. Tidak pernah iri hati.

Maka dari itu untuk menjaga hati dan kesehatan jiwa, kita harus menjauhkan diri dari sifat iri hati.

  1. Pemaaf.

Pemaaf adalah sifat yang sangat diperlukan untuk mendapatkan ketenteraman hati dan jiwa.

***

Itulah di antara sekelumit tips untuk menjaga kesehatan lahir dan batin. Mungkin Anda berpikir, betapa sederhananya tips sehat lahir-batin cara Rasulullah ini. Jika menurut Anda demikian, semoga Anda mampu memraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Yang hadir dalam kultum subuh

yang hadir kultum terimakasih

Kamis, 12 Desember 2019 M.
               15 Robiul akhir 1441 H.

judul :

1. Yachya Yusliha, Arcamanik.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

                                 terimakasih

                       ( Ustadz Yachya Yusliha )

Pungsi admin grup wa

WhatsApp yang merupakan aplikasi kirim pesan ini memiliki fitur menarik, seperti grup WhatsApp.

Dengan memanfaatkan fitur ini kamu akan bisa saling berbagai banyak hal bercengkrama dalam satu ruang bersama dengan banyak orang.

Di baliknya ada admin grup yang bertugas mengatur serta bisa melakukan banyak hal di grup.

 
Nah admin grup juga terkesan lebih istimewa dibanding anggota lain.

Mengingat beberapa peran penting sebagai admin grup WhatsApp, ada 6 pesan spesial yang hanya bisa dilakukan admin grup.

Berikut ini 6 peran spesial yang hanya bisa dilakukan oleh admin grup :

 1. Menambahkan Anggota 

menambahkan anggota (Guiding tech) 

Fitur anggota ‘Tambah’ adalah hak tertua dari admin grup. 

Selain admin grup, tidak ada orang lain yang dapat menambahkan anggota baru. 

Nomor yang akan ditambahkan ke grup harus disimpan terlebih dahulu dalam daftar kontak admin.Halaman selanjutnyaHalaman1234

Selasa, 10 Desember 2019 Atau 13 Robiul akhir 1441

Luar biasa ayat ini menggaransi mereka yang termasuk kategori orang-orang bertakwa (muttaqun). Tafsir tematik menghimpun sejumlah ayat dalam Alquran yang berbicara tentang takwa.

Setelah dianalisis maka disimpulkan, orang-orang yang bertakwa ialah orang-orang yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, membelanjakan sebagian hartanya kepada fakir miskin, baik dalam keadaan longgar maupun sempit, mampu mengendalikan diri, dan memberi maaf kepada orang lain.

Sebagian ulama menjelaskan, kata takwa singkatan dari taubah, qana’ahwara’, dan amanah. Taubah ialah mereka yang kembali ke jalan yang benar setelah menyadari kekeliruannya. Qana’ah ialah mereka yang merasa cukup terhadap apa yang Allah berikan kepadanya.

Wara’ ialah mereka yang memproteksi diri terhadap segala sumber dosa dan maksiat. Amanah ialah orang yang bertanggung jawab terhadap plihan keputusannya, dalam arti tidak mengecewakan orang dan Tuhannya.

Jadi, orang yang bertakwa ialah orang yang memiliki keempat sifat tersebut. Dalam dunia tasawuf dijelaskan, takwa sebagai kombinasi antara takut, segan, dan cinta. Bagaikan seorang anak kecil terhadap orang tuanya.

Ia pasti segan, takut, dan sekaligus cinta terhadap orang tuanya. Bertakwa kepada Tuhan bukan berarti hanya segan dan takut tetapi juga cinta dan rindu terhadap Tuhannya. Para sufi menyadari, Tuhan bukan Sosok Yang Maha Mengerikan tetapi Sosok Yang Maha Pencinta. Tuhan lebih tepat untuk dicintai ketimbang ditakuti.

Jadi, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan Alquran lebih menonjolkan nilai-nilai kelembutan daripada nilai-nilai kekerasan. Siapa yang termasuk bertakwa, di dalam Alquran dijelaskan di dalam beberapa ayat.

Orang-orang yang bertaqwa, “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS al-Baqarah [2: 3-4]).

Demikian pula dalam ayat lain ditambahkan, “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali ‘Imran [3: 134]).

Ayat-ayat tersebut di atas cukup jelas memberikan informasi kriteria orang-orang yang bertakwa. Salah satu kiat untuk memperoleh ketakwaan itu ialah membiasakan diri untuk disiplin hidup dengan aturan-aturan syariah, khususnya berpuasa dalam bulan suci Ramadhan sebagaimana disebutkan di dalam Alquran (QS al-Baqarah [2: 183]).

Senin, 9 Desember 2019 M. 12 Robiul akhir 1441 H.

Bersikap tegas

KETEGASAN dan KELEMBUTAN Dalam Islam

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh : Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab

A. KEKERASAN : Antara Ketegasan dan KebengisanKekerasan merupakan cerminan dari dua sikap :

1. Cerminan KETEGASAN SIKAP dan KETEGARAN PRINSIP.
Kekerasan sebagai cerminan tegas sikap dan tegar prinsip adalah kekerasan yang terpuji, dan tidak bertentangan dengan syari’at. Karenanya, dalam surat At-Taubah ayat 73 dan At-Tahrîm ayat 9, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan munafiq.Firman-Nya SWT :
Artinya : “Hai Nabi, Berjihadlah ( perangilah ) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-seburuknya ”. (At-Tahrîm : 9)
Selain itu, Allah SWT memuji para Shahabat Nabi karena sikap keras mereka terhadap kaum kafir dan berkasih sayang terhadap sesama. Firman-Nya SWT :
Artinya : “Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ”.(Al-Fath : 29)

Kekerasan yang terpuji ini biasa disebut KETEGASAN, untuk membedakannya dengan KEKERASAN dalam arti negatif yaitu ANARKISME.

2. Cerminan KEKASARAN SIKAP dan KEBENGISAN HATI.
Ada pun kekerasan sebagai cerminan kasar sikap dan bengis hati adalah kekerasan yang tercela, dan dilarang keras oleh syari’at. Karenanya, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk berda’wah dengan hikmah, ‘arif, bijak, dan lemah lembut. Firman-Nya SWT :
Artinya : “Serulah ( manusia ) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk ”.(An-Nahl : 125)
Dan Allah SWT melarang Rasulullah SAW dari sikap kasar atau pun bengis, bahkan membimbing Rasulullah SAW agar pemaaf dan mengutamakan Musyawarah. Firman-Nya SWT :
Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekeliling mu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya ”.(Âli-‘Imrân : 159)
Kekerasan yang tercela inilah yang biasa disebut sebagai KEKERASAN atau disebut juga BRUTALISME atau ANARKISME.
Oleh karena itu, sungguh tidak masuk akal, bila semua jenis kekerasan secara mutlak digeneralisir dan divonis sebagai sesuatu yang tercela dan terlarang. Bukankah sudah menjadi kesepakatan masyarakat internasional, bahwa tentara suatu negara dibenarkan untuk menyerang dan menembak, bahkan membunuh musuh dalam membela kedaulatan bangsa dan negara. Dan polisi suatu negara juga dibenarkan menembak mati para penjahat tatkala tak ada pilihan lain untuk mengatasinya. Semua itu merupakan kekerasan yang terpuji, bahkan kekerasan yang menjadi keharusan demi melindungi kedamaian dan kelembutan dalam kehidupan suatu bangsa dan negara.

Disini kita tertantang untuk mengkaji ulang DEFINISI tindak kekerasan, agar tidak terjadi PEMBUSUKAN MAKNA dengan menggeneralisir bahwa semua kekerasan itu tercela dan patut dikecam serta dilaknat. Dengan pendefinisian yang benar nantinya kita mudah memilah mana kekerasan yang TERPUJI dan mana yang TERCELA, sehingga kita tidak lagi memposisikan dalil-dalil kelembutan sebagai lawan dari dalil-dalil kekerasan dalam arti KETEGASAN.

B. KELEMBUTAN dan KETEGASAN
Tidak ada seorang pun yang memungkiri bahwa sikap lembut dan bijak adalah sikap yang terpuji, bahkan harus dikedepankan di berbagai situasi dan kondisi, apalagi dalam beramar ma’ruf nahi munkar untuk menegakkan agama Allah SWT.
Dalam Shahîh Al-Imâm Al-Bukhâri rhm, Hadits ke – 6.024, 6.256, 6.395 dan 6.927, yang semuanya bersumber dari Sayyidah Âisyah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :


Artinya : “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan Ia menyukai kelembutan dalam segala urusan ”.
Hadits yang serupa atau semakna diriwayatkan pula oleh para Ahli Hadits lainnya seperti Al-Imâm Muslim rhm, Al-Imâm At-Tirmidzi rhm, Al-Imâm Ibnu Mâjah rhm, dan Al-Imâm Abu Daud rhm.


Namun demikian, Lembut bukan berarti Tidak Tegas terhadap KESESATAN, dan bukan pula berarti Damai dengan PENISTAAN AGAMA. Karena Tidak Tegas terhadap KESESATAN adalah kefasikan. Damai dengan PENISTAAN AGAMA adalah kemunafikan.


Islam adalah agama perdamaian, tapi bukan berarti pasrah kepada KESESATAN. Islam adalah agama kelembutan, tapi bukan berarti diam terhadap PENISTAAN dan PENODAAN AGAMA.


Setiap kampanye perdamaian yang ditujukan untuk memadamkan api perlawanan terhadap KESESATAN adalah pengkhianatan. Sebaliknya, setiap kampanye perang untuk melawan KESESATAN adalah perjuangan. Semua kampanye kelembutan dengan tujuan membiarkan PENISTAAN AGAMA adalah kejahatan. Sebaliknya, semua kampanye ketegasan untuk menghentikan PENODAAN AGAMA adalah kebajikan.


Nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang membenarkan sikap tegas tidak kalah banyaknya dengan nash tentang kelembutan. Jadi, kita tidak boleh hanya mengambil dalil-dalil kelembutan dengan mengabaikan dalil-dalil ketegasan, atau sebaliknya, karena keduanya sama-sama datang dari sumber hukum yang sah, bahkan sumber dari segala sumber hukum Islam, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Rasulullah SAW pernah melakukan 29 kali peperangan dalam sejarah hidupnya.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa perang adalah tindak kekerasan, yang mengakibatkan pertumpahan darah, kemusnahan harta benda, bahkan mengorbankan nyawa. Namun tentu saja, semua itu tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW, kecuali sebagai solusi terakhir, setelah sikap lembut dan ramah dikedepankandan didahulukan.


Sungguh pun demikian rupa yang dilakukan Rasulullah SAW dengan tegas dan keras, namun Allah SWT tidak pernah mengecamnya, apalagi menyebut beliau dan para Shahabatnya sebagai golongan “Radikal” atau menyatakan tindakan mereka ”Anarkis”, bahkan Allah SWT membenarkan dan memujinya.


KETEGASAN inilah yang telah diteladani oleh para Al-Khulafâ’ Ar-Râsyidîn ra. Lihatlah bagaimana Sayyidunâ Abu Bakar Ash-Shiddîq ra tanpa ragu-ragu memerangi kaum murtaddîn dari para pengikut Nabi Palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan mereka yang tidak mau membayar zakat, setelah terlebih dahulu diajak untuk bertaubat dengan penuh kelembutan.


Dan lihat pula bagaimana Sayyidunâ ‘Ali Al-Murtadhâ krw dengan tegas menindak kaum bughât (pemberontak) yang durhaka terhadap Imam yang haq, setelah terlebih dahulu diajak untuk kembali kepada persatuan umat dan mentaati pimpinan.

Sayyidunâ ‘Ali ibnu Abi Thâlib krw pernah menulis pesannya kepada para pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan, antara lain berisi :

,
Artinya : “Mohonlah pertolongan Allah. Campurlah sikap keras dengan segenggam kelembutan, lembutlah ketika kelembutan itu yang terbaik. Dan mantapkan kekerasan saat engkau tidak lagi mendapatkan cara kecuali kekerasan ”. (Nahjul Balâghoh, Juz III, Hal.597, nomor ke 46)
Kesimpulannya, Lembut ada tempatnya dan Tegas ada saatnya. Kelembutan harus dikedepankan dan diutamakan dalam menegakkan agama Allah SWT, sedang ketegasan merupakan solusi akhir jika kelembutan tak mampu menyelesaikan persoalan.

Kebesaran mu Ya Alloh.

Dengan fenomena fenomena ini tentu membuat masyarakat terkagum dan semakin percayaini atas tanda-tanda keagungan Allah . Sebagai wujud pengamalan rukun imna yang pertama adalah yakin untuk kebesaran dan mengundang Allah SWT.

Fenomena-fenomena alam ini memang pantas diterima diartikan berlebihan. Justru hadir fenomena ini menjadi pembicaraan bagi kita untuk semakin mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Berikut ini informasi tentang 7 tanda kebesaran Allah .

7 Tanda Kebesaran Allah SWT

1. Pohon Seperti Orang Rukuk

Pohon seperti orang rukuk

Di hutan Sydney Australia ada pohon dengan bentuk yang sangat unik. Pohon ini sangat berbeda dengan pohon pohon di sekelilingnya. Bentuk pohon ini sangat menentang gerakan rukuk dalam sholat wajib .

Dari samping terlihat kepala, tangan dan kanan benar-benar terlihat sebagai seorang yang sedang menunaikan ibadah.

Hebatnya, manusia pohon ini menghadap langsung kearah kiblat. Posisi ini layaknya seperti orang muslim pada saat kompilasi menunaikan ibadah sholat.

2. Sumur Bertasbih

sumur bertasbih sebagai tanda kebesaran Allah SWT

Warga Desa Lubukrukam Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) digegerkan oleh keberadaan sumur bertasbih. Konon dari dasar sumur ini, terdengar suara orang bertasbih.

Oleh karena itu sumur ini populer dengan sebutan sumur bertasbih. Seumur hidup ini kemudian menjadi ramai di keramaian warga yang ingin membuktikan kebenarannya.

Agar warga harus rela antri agar bisa mendekat ke bibir sumur. Keajaiban di dasar ini adalah salah satu kebesaran Allah swt yang meyakinkan warga akan keagungan Allah SWT yang bisa mewujudkan apapun yang dikehendakinya.

Tentu saja keajaiban ini jangan sampai disalah artikan sampai dapat kemusrikan umat manusia terhadap Allah SWT.

3. Kabah Bersinar di Luar Angkasa

Kakbah dan masjid Nabawi yang dipindahkan dari luar angkasa

Kabah merupakan bangunan suci umat Islam berbentuk sederhana yang terletak di tengah masjid Haram di Mekah. Kabah menjadi patokan Arah kiblat bagi kaum muslimin untuk melakukan hal hal yang perlu sholat.

Sebuah tanda kebesaran allah Swt terjadi kompilasi wilayah masjidil Haram terlihat bercahaya dari luar angkasa.

Hal ini diungkapkan oleh seorang astronot dari India bernama Sunita Wiliam. Foto yang diambil dari satelit NASA atau badan antariksa Amerika Serikat menunjukkan hal yang sama.

Masjidil Haram terlihat bercahaya dibandingkan daerah lain di Mekah. Selain itu masjid Nabawi di Madinah pun memiliki keajaiban yang sama. Wujud dari Kemuliaan Allah sebagai zat pencipta alam semesta yang maha segalanya.

4. Al Quran Tertua di Asia Tak Bisa Terbakar

Al Quran yang tidak terbakar sebagai tanda keagungan Allah SWT

Ada kisah unik tentang Al Quran yang dibicarakan di Asia. Al-Quran yang terletak di kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyimpan sebuah kisah yang mungkin menjadi salah satu bukti akan kebesaran Allah SWT.

Saat ini terjadi kebakaran hebat di rumah yang menjadi tempat penyimpanan Al Quran milik kesultanan Ternate ini.

Namun anehnya, meskipun seluruh rumah sedang menunggu, hangus terbakar, kitab suci ini tidak terbakar. Sampai saat ini kitab suci Al Quran ini tetap disimpan dan disimpan rapi. Kejadian ini menunjukkan tanda kebesaran Allah atas segala yang diinginkan-Nya.

5. Sungai di Bawah Laut. Tanda Kebenaran Al Quran

Sungai bawah laut

Seorang ahli kelautan bernama Jacques Yves Costeau melakukan penelitian di dasar penelitian tentang fenomena yang dikutip di bawah Cenota Angelita, Meksiko.

Disinilah Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya. Costeau dikejutkan dengan adanya air tawar antara air laut yang asin. Penemuannya ini membuat takjub, rasa ingin tahunya membuat Jacques menyelam lebih dalam.

Ia pun menemukan fenonema alam yang berasal dari sungai didasar laut. Sungai tersebut ditumbuhi daun daunan pohon.

Penelitian para peneliti sebagai lapisan Hidrogen Sulfida. Peristiwa ini telah dilaporkan di dalam Al-Quran. Pada surah Al Furqon ayat 53 dan juga surat Ar-Rahman ayat 19-21 . Ayat ini menjelaskan secara lengkap tentang pertemuan dua antara air tawar dan air asin.

6. Astronot Mendengar Suara Adzan dari Luar Angkasa

Azan terdengar dari luar angkasa

Tanda kebesaran Allah SWT selanjutnya dikunjungi oleh seorang astronot muslim asal Malaysia bernama Sheikh Muszaphar Syukron.

Ia mengorbit di angkasa pada 10 Oktober 2007 milik bersama Rusai Soyuz. Ia mengorbit bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Muszaphar tetap menjalankan ibadahnya selama di luar angkasa. Dan ajaibnya, selama di luar angkasa Muszaphar disambut mendengar adzan berkumandang. Tentu saja hal ini dapat dilakukan menjalankan sholat.

Hal ini mungkin terdengar menarik, mengingat dalam ruang hampa dan jauh dari bumi. Adzan tetap bisa terdengar hingga luar angkasa. Namun, tanda kebesaran Allah SWT yang menentang hambanya.

7. Pepaya dengan Lafadzh Allah

Buah Pepaya dengan Lafadz Allah membuktikan keagungan Allah SWT

Tanda keagungan Allah SWT juga tampak pada transisi lafadzh Allah di buah pepaya di Banyuwangi.

Buah milik Fauzi ini berisi gumpalan daging buah pepaya dan membentuk kaligrafi arab bertuliskan Allah dalam bahasa arab. Keberadaan lafadzh Allah yang baru disadari oleh Fauzhi kompilasi ia akan memasak pepaya ini untuk dibuat sayur.

Setelah mengetahui keunikan pada buah pepayanya, akhirnya Fauzhi dan sang istri mengurungkan niatnya untuk memasak sayur pepaya. Meski demikian, keluarga Fauzhi tetap akan kebesaran Allah SWT dan tidak ingin mengkeramatkan buahnya tersebut.

Bagaimana, Allah Maha Besar dengan berbagai keagunganNya-kan?

Semoga Dengan Keberadaan Ini Lebih Banyak Orang yang Sadar dan Lebih Meminta untuk Mengamalkan Perintah Allah dan Menerima Kewajiban

Simak dan baca juga: Sifat Wajib Nabi

Demikianlah informasi 7 tanda kebesaran Allah yang sangat luar biasa. Apa yang Allah SWT kehendaki pasti akan terjadi. Untuk itu kita sebagai hamba Allah, senantiasa melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya.

BELAJAR DARI KISAH NABI ADAM AS.

Belajar dari Kisah Nabi Adam as

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اقراء باسم ربك الذى خلق خلق الانسان من علق اقراء وربك الأكرم بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Jamaah para pembaca Dalam Al-Qur’an ada kisah yang cukup populer tentang ditunjuknya Nabi Adam sebagai khalifah di muka bumi yang lalu disambut dengan “nada protes” para malaikat karena kahwatir bangsa manusia akan berlaku bejat sebagaimana yang sudah-sudah.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah di bumi.”

Mereka bertanya: “Apakah Engkau hendak jadikan di bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mengkuduskan Engkau?”

Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku tahu apa yang kamu tidak tahu.” (QS al-Baqarah:30) Setelah itu Allah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya.

Selanjutnya kemampuan tersebut diperlihatkan kepada para malaikat dengan menguji kapasitas mereka:

“Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian mamang benar!” Malaikat rupanya tak berkutik menjawab tantangan itu.

Mereka hanya bisa berkata:

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Ketika tantangan yang sama diberikan kepada Nabi Adam, beliau dengan lancar menyebut nama-nama benda itu.

Di sini Nabi Adam menunjukkan keunggulannya dibanding malaikat yang semula “meremehkannya”.

Jamaah hadakumullah, Kenapa Nabi Adam ‘alaihissalâm bisa menuntaskan tantangan dari Allah, sementara malaikat tidak? Jawabannya karena ilmu.

Dalam kisah tersebut Nabi Adam mendapat karunia pengetahuan atau ilmu dari Allah sementara malaikat tidak.

Dengan demikian, di antara unsur pokok yang membuat manusia unggul adalah ilmu.

Ilmu hadir lantaran manusia dianugerahi akal.

Itulah alasannya mengapa ilmu tidak dimiliki binatang.

Tidak heran bila Rasulullah bersabda bahwa mencari ilmu adalah fardhu bagi tiap Muslim laki-laki dan Muslim perempuan.

Atas keunggulan itu pula Nabi Adam mendapat kemuliaan dari Allah: malaikat dan Iblis diperintahkan bersujud menghormatinya.

Malaikat patuh dengan instruksi ini, sedangkan Iblis membelot karena dikuasai nafsu kesombongan.

Iblis pun dikutuk sebagai bagian dari kelompok kafir dan calon penghuni neraka selamanya.

Dan Nabi Adam bersama sang istri (Hawa) dipersilakan tinggal dalam kenikmatan surgawi.

Jamaah , Apakah ilmu saja cukup? Ternyata tidak.

Nabi Adam ternyata tak selalu di “posisi atas”. Dalam kisah selanjutnya Nabi Adam tampak tidak kuat menahan godaan setan sehingga ia bersama Hawa dikeluarkan dari berbagai kenikmatan itu.

Kata Allah:

اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. (QS al-Baqarah: 36) Nabi Adam dan Hawa pun tinggal di bumi

Tak seperti sebelumnya, mereka berdua kini tinggal di bumi yang tidak sempurna, mengandung kesenangan sementara, dan sarat hawa permusuhan antarsesama.

Dalam konteks ini, kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan membuat kerusakan di dunia dan saling menumpahkan darah, menjadi bermakna.

Setelah peristiwa pernjerumusan oleh setan itu Nabi Adam menerima petunjuk (kalimât) dari Allah, lalu melakukan pertobatan.

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah: 37) Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr berdasarkan riwayat dari ath-Thabrani dalam al-Ausath memaparkan, ketika Nabi Adam diusir ke bumi, ia mendatangi Ka’bah lalu shalat dua rakaat.

Allah pun memberika ilham doa berikut ini

: اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي

“Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku.

Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku.

Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku.

Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku.

Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.” Allah kemudian menjawab doa Nabi Adam: “Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu.

Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.” Jamaah , Apa yang bisa kita petik dari peristiwa terakhir ini? Di luar ilmu pengetahuan, manusia membutuhkan petunjuk Allah, ilham atau agama.

Benar bahwa ilmu itu penting dan menjadi pembeda antara makhluk yang bernama manusia dan makhluk yang bernama binatang.

Tapi, agama jauh lebih penting karena ia menjadi jalan bagi setiap orang untuk berada di fitrah ketuhanan.

Dengan ilmu saja manusia masih bisa tersesat.

Bukankah peperangan yang mengorbankan jutaan nyawa manusia, kesewenang-wenangan kekuasaan, korupsi uang rakyat, perusakan alam, atau sejenisnya justru berlangsung dan dikendalikan dengan ilmu? Bukankah banyak pula kecanggihan teknologi sebagai produk kemajuan ilmu pengetahuan melahirkan senjata pembunuh, mesin pengerusak, atau perangkat pemuas keserakahan manusia? Itulah sisi gelap ilmu pengetahuan, dan agama yang memuat nilai-nilai luhur akan meneranginya.

Agama memberikan garis yang jelas tak hanya tentang bagaimana menghamba kepada Allah.

Tapi juga manusia memuliakan manusia lainnya dan memuliakan alam sekitarnya.

Ilmu pengetahuan tentu bisa sangat bermanfaat, tapi godaan nafsu, ego, keakuan, yang dimiliki manusia bisa melencengkannya ke arah hal-hal yang nista.

Kekhalifahan manusia dengan demikian dibentuk oleh dua unsur pokok, yakni ilmu dan agama atau wahyu.

Semoga kita semua dijaga oleh Allah subhânahu wata‘âlâ dari kesesatan berpikir dan tindakan melalui cahaya hidayah-Nya yang luas.

Wallahu a’lam bish-shawab.  

Minggu, 8 Desember 2019 M. 11 Robiul akhir 1441 H

Mengapa senang di dunia dewasa ini begitu merebak? Coba jawab berbagai berita di media. Hampir semua yang dilaporkan, perselisihan dan kezaliman. Sedemikian merebaknya, sampai-sampai di kalangan media insan di dunia barat, berkembang suatu motto, yaitu Berita Buruk Adalah Kabar Baik (berita buruk adalah berita baik). Berhubungan dengan berita yang menyangkut publikasi akan mendatangkan laba bisnis. Bila ada berita yang bermanfaat, maka ia dianggap ”tidak menjual” Astaghfirullah .. !!

Namun pertanyaan di atas belum terjawab … Mengapa hal ini terjadi di masa kita sekarang? Saudaraku, tidak perlu kita berusaha mencari tanggung jawabnya. Silahkan simak pesan Nabi Muhammad saw berikut:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ

تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

(AHMAD – 21139): Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai ikatan demi ikatan. Setiap satu putaran terurai maka manusia akan bergantungan pada lingkaran berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat. ”

Diterbitkan oleh Ahmad Thomson dalam bukunya Sistem Dajjal adalah semenjak hanya satu abad yang lalu dunia yang membahas nilai-nilai Rabbani dan Nabawy dikeluarkan dan nilai-nilai kekafiran alias Sistem Dajjal ditegakkan. Penulis muslim berkebangsaan Inggris ini mengonfirmasikan berpandangan bahwa peradaban modern yang disetir oleh Dunia Barat Yahudi-Nasrani telah membuat seluruh masyarakat dunia terperangkap ke dalam kehidupan sehari-hari yang mengingkari eksistensi Allah dan meyakini bahwa ini hidup di dunia belaka. Sebagaimana Allah gambarkan Mengenai kaum sekularis (orang-orangutan Yang dunia-minded ) di hearts Al-Qur’an:

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا

إِلا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلا يَظُنُّونَ

” Dan mereka berkata:“ Kehidupan ini bukan tempat lain di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa ”, dan mereka sekali-kali tidak memiliki pengetahuan tentang itu, mereka tidak ada lagi yang sesuai dengan harapan. saja. ”(QS Al-Jatsiyah ayat 24)

Dari sejarah, kita menemukan apa yang sebenarnya selama hampir empat-belas abad dunia dekat dengan karena dipimpin oleh orang-orang beriman yang senantiasa memulihkan segenap urusan -baik pribadi maupun publik- untuk hukum Allah dan RasulNya. Para pemimpin tersebut berusaha keras untuk memandu masyarakat menuju keridhaan Allah dan mengikuti sunnah NabiNya. Memang harus berpikir tentang selama masa itu Ada khalifah-khalifah pemimpin ummat yang memiliki karakter kesulitan (baca: fajir), tetapi otoritas formal pada masa itu masih menjunjung tinggi sumber utama rujukan ummat Islam, yaitu Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Masih hidup rahmat dan nikmatnya hidup di bawah naungan hukum Allah. Menunggu selama rentang waktu yang lama berlalu masih menyerahkan ketaatan dan loyalitasnya kepada Ulil Amri minkum (pemegang hubungan dari orang-orang beriman) disetujui diperintahkan Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ

وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ

وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulullah, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ”(QS An-Nisa ayat 59)

Namun semenjak dunia menyaksikan berdirinya berbagai negara berdasarkan konsep kebangsaan dan bukan lagi berlandaskan aqidah tauhid dan ibadah kepada Allah saja, maka mulailah di bidang hukum masing-masing negara-bangsaini meninggalkan hukum Allah dan Rasul Nya lalu berkreatifitas menyusun sendiri hukumnya masing-masing. Ada yang kurang kreatif sehingga segera mengubah sistem hukum mantan penjajahnya, seperti Indonesia mengambil perangkat Hukum Belanda sebagai hukum nasionalnya. Namun ada juga yang sedikit lebih kreatif dengan mengkombinasikan hukum mantan penjajahnya dengan hukum adat-lokal plus campuran hukum dari Al-Qur’an. Hanya tidak ada yang murni dan konsekuen hanya membuat Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah sebagai rujukan tunggal hukum nasionalnya, sesuai dengan tataran aplikasinya.

Inilah salah satu tanda akhir zaman yang di- nubuwwah -kan (diprediksi) oleh Rasulullah melihat di dalam hadits terjemahan Imam Ahmad di atas. “Sungguh ikatan Islam akan terurai ikatan demi lingkaran. Setiap satu putaran terurai maka manusia akan bergantungan pada putaran berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat. ”

Jelas sekali Nabi melihat menerapkan hukum Islam. Dewasa ini kita melihat tidak lagi tatanan masyarakat yang masih meminta hukum Islam dengan murni dan konsekuen. Semua berlomba meninggalkan hukum Allah dan membangkitkan hukum produk manusia masing-masing bangsa. Tanpa kecuali hal ini juga terjadi di negara-negara berpenduduk muslim. Jika masyarakat diajak untuk kembali ke penerapan syariat Islam atau kembali ke hukum Allah dan Rasulullah, maka orang memilihnya. Sementara itu, menghargai seperti yang mereka tunjukkan hanya pantas dilakukan oleh kaum munafik diambil Allah jelaskan berikut:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ

رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا

“Jika diberikan kepada mereka:” Marilah kamu (setuju) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul “, niscaya kamu lihat orang-orang munafik untuk mengumpulkan (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (pergi) kamu.” (QS An- Nisa ayat 61)

Hukum Allah wajib ditegakkan hanya karena menerapkan hukum Al-Qur’an sajalah kebenaran dan keadilan dapat diwujudkan. Banyak orang yang mengakui kebenaran dan keadilan, namun jika meminta apa yang dia maksudkan dengan keadilan dan keadilan, maka ia pasti akan menjawab selain Al-Qur-an. Padahal kebenaran dan keadilan hanya dapat wujud jika kita menegakkan hukum berlandaskan Kitab Allah, yaitu Al-Qur’an.

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا

لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang bisa mengubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ”(QS Al-An’aam ayat 115)

Wajarlah jika hukum Al-Qur’an merupakan hukum satu-satunya yang benar dan adil, sebab sepenuhnya bersumber dari Allah Yang Maha Benar lagi Maha Adil. Sementara hukum manusia merupakan hukum yang mengandung cacat dan ketidaksempurnaan, sebab Allah sendiri memikirkan manusia sebagai zalim lagi sangat bodoh . Bagaimana mungkin manusia dengan karakter seperti itu akan sanggup memproduk hukum yang benar adil? Tidak mengherankan jika di zaman ini kita menemukan berbagai kezaliman dan soal bodoh merebak di tengah kehidupan masyarakat modern.

إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ

Daftar Isi

إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh. ”(QS Al-Ahzab ayat 72)

Saudaraku, dari terurainya lingkaran Islam yang paling pertama ini, maka kitapun menyaksikan terurainya berbagai lingkaran Islam lainnya. Karena dewasa ini tidak lagi mengagetkan jika kita mendapati seorang yang menerima muslim dengan ringannya menerima yang paling meyakinkan, yaitu sholat. Dan jika ini benar, berarti dewasa ini kita sedang dipikirkan hadits Nabi melihat di mana dari ikatan Islam paling awal –yaitu masalah hukum– sampai ikatan Islam paling akhir –yaitu sholat– semua telah terurai.

Saudaraku, marilah kita membuat ini sebagai ibrah agar kita mengambil peran seoptimal mungkin untuk merajut kembali ikatan Islam ikatan demi ikatan. Jika kita berbicara tentang kita, kita harus berjamaah dan di masjid untuk mengadvokasi wajibnya ummat kembali hanya untuk hukum Allah dan Rasulullah dan kembali ke hukum zalim lagi tidak cerdas bikinan manusia yang hanya ingin menarik perhatian, melestarikan kemungkaran dan berfihak kepada kezaliman. Insya Allah.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai